Sekarang ini, semakin banyak orang yang selektif dalam memilih krim pemutih wajah. Mereka tak lagi memilih karena iming-iming mampu mencerahkan wajah dalam sekejap. Mereka juga memperhatikan keamanan penggunaan krim pencerah wajah tersebut.

Sayangnya, sekarang ini semakin sulit untuk membedakan antara krim untuk pemutih wajah yang aman dan yang tidak. Hal ini disebabkan produk pemutih wajah semakin membanjiri pasar kosmetik. Hal tersebut membuat proses memilih yang jauh lebih rumit.

Kamu tidak akan kebingungan jika tahu kuncinya, yaitu ketahui bahan apa saja yang dilarang dan bahan pemutih seperti apa yang aman untuk digunakan. Dengan memegang kunci ini, maka kamu tidak akan salah dalam memilih krim pemutih wajah.

Dua Bahan Pemutih Wajah yang Sudah Dilarang

Sebenarnya, sudah banyak sekali bahan pemutih wajah yang sudah dilarang oleh para ahli dematologi. Hanya saja, masih ditemukan beberapa krim yang ternyata menggunakan bahan tersebut. Setidaknya ada dua bahan pemutih yang terkadang masih dijadikan komposisi di dalam krim memutihkan wajah.

Yang pertama adalah merkuri. Kamu pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini, bukan? Beberapa tahun yang lalu, merkuri sangat ampuh untuk memutihkan kulit. Banyak produk kecantikan yang sempat menjadikan merkuri sebagai bahan utama.

Akan tetapi, ditemukan fakta bahwasannya merkuri lah yang selama ini menyebabkan beberapa masalah serius. Misalnya saja iritasi, kerusakan kulit secara permanen, serta munculnya bintik-bintik hitam di area wajah. Lebih parah lagi, ada potensi buruk untuk kesehatan seperti gangguan ginjal dan gangguan janin untuk ibu hamil.

Karena adanya potensi buruk seperti itu, merkuri sudah dilarang. Setiap krim pemutih wajah yang mengandung merkuri tidak akan diloloskan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Selain merkuri, ada juga satu bahan yang tak lagi diperbolehkan digunakan untuk produk pemutih wajah, yaitu hidrokinon. Sebenarnya, bahan yang satu ini awalnya digunakan untuk mengeraskan kulit. Akan tetapi, ada yang menyalahgunakan di mana hidrokinon digunakan sebagai bahan untuk krim pencerah wajah.

Memang benar peran hidrokinon ini sangat bagus untuk mencerahkan wajah. Cara kerjanya adalah dengan menghambat kulit membentuk melanin atau zat pigmen kulit. Inilah yang kemudian membuat wajah terlihat putih.

Namun, penggunaan krim untuk memutihkan wajah yang mengandung hidrokinon dalam kurun waktu yang lama bisa menyebabkan efek buruk. Bukannya wajah semakin putih tapi kemungkinan besar wajah menjadi menghitam. Dalam dunia medis, ini disebut dengan ochronosis, yaitu proses di mana kulit tiba-tiba menjadi hitam.

Untuk itu, ketika kamu ingin memilih krim, pilihlah krim pemutih wajah yang tidak mengandung dua bahan tersebut. Akan lebih baik jika bahan yang ada di dalam krim merupakan bahan yang alami dan aman.

3 Bahan Krim Pencerah Wajah yang Paling Aman

Mencerahkan Kulit Wajah

Sekarang, kamu sudah melakukan blacklist untuk merkuri dan hidrokinon. Untuk krim yang mengandung dua kandungan tersebut, kamu tidak akan pilih. Sementara itu, ada tiga bahan pemutih wajah yang sangat aman digunakan. Apa saja itu?

  1. Gluthatione

Industri kosmetik di dunia sangat senang ketika ditemukan Gluthatione. Hal ini disebabkan bahan inilah yang sangat aman dan efektif untuk mencerahkan wajah.

Cara kerjanya sederhana. Dengan menggunakan krim yang mengadung Gluthatione, maka proses pembentukan melanin (zat pigmen kulit) melambat. Harus digarisbawahi bahwasanya Gluthatione tidak menghambat pembentukan melanin tapi memperlambat saja.

Karena itulah kulit yang awalnya gelap bisa menjadi cerah. Hanya saja, perubahan tersebut tidak bisa terjadi dalam kurun waktu yang cepat. Kecepatan Gluthatione dalam melakukan perlambatan pembentukan melanin berpacu dengan proses pembentukan melanin itu sendiri.

Di sisi lain, Gluthatione juga mampu melembabkan serta menjaga elastisitas kulit. Jadi, wajar jika akhir-akhir ini banyak krim pemutih wajah yang mengandalkan bahan yang satu ini.

  1. Kojic Acid

Sama halnya dengan Gluthatione, Kojic Acid juga berperan memperlambat proses pembentukan melanin. Dengan cara ini, mkaa Kojic Acid mampu mencerahkan dan memutihkan kulit wajah.

Selain itu, krim yang mengandung Kojic Acid juga sekaligus mampu menghilangkan bintik hitam yang menjadi tanda penuaan diri. Inilah yang kemudian membuat Kojic Acid dianggap sebagai anti aging alami.

  1. Vitamin C

Sudah banyak yang tahu manfaat vitamin C untuk kulit. Bahkan, sekarang ada juga perawatan wajah berupa suntik vitamin C. Ini dianggap sebagai cara yang cepat agar wajah mendapatkan vitamin C sehingga wajah terlihat lebih cerah dan sehat.

Memang vitamin C sangat efektif untuk mencerahkan wajah. Hanya saja, banyak ahli yang tidak menyarankan untuk melakukan suntik vitamin C. Akan lebih aman jika kamu menggunakan krim pemutih wajah yang ada kandungan vitamin C nya. Misalnya saja NIVEA SOFT MIX EXOTIC YELLOW. Ini salah satu produk pemutih wajah dari NIVEA yang kandungan utamanya berupa vitamin C. Karena vitamin C ini sangat aktif untuk merasangsang pembentukan kolagen.

Dalam hal ini, kamu harus tahu bahwasannya seiring bertambahnya usia, produksi kolagen menurun. Ini menyebabkan kulit menjadi kurang kenyal dan tidak lagi cerah. Kemudian, akan muncul tanda penuaan dini seperti keriput. Untuk itu, produksi kolagen harus terus didorong dengan cara nutrisi berupa vitamin C untuk kulit.

Selain itu, vitamin C juga memiliki anti-oksidan yang sangat tinggi. Ini membuat krim pemutih wajah dari NIVEA mampu menangkal radikal bebas yang sering menjadi penyebab kulit kusam dan menghitam.

Dari penjelasan tersebut, diharapkan kamu bisa lebih bijak dalam memilih krim pencerah kulit wajah. Jangan asal pilih krim. Pahami juga apa saja bahan yang terkandung di dalamnya. Walau begitu, khusus untuk wanita hamil harus lebih waspada saat melakukan perawatan kulit ya!