deteksi alergi anak
Source: Pinkkorset

Baruterus.com – Setelah bayi Anda lahir, maka rutinitas Anda akan bertambah. Selain harus mengurusi segala kebutuhan untuk tumbuh kembangnya, Anda juga harus menjadi salah satu penyedia makanan utama sekaligus menjadi sandaran hidupnya. Tidak hanya saat di dalam kandungan Anda menjadi penyumbang makanan bagi bayi Anda, tetapi juga diawal kelahirannya. ASI yang keluar dari payudara Andalah penyambung hidup dan makanan utama bayi Anda. Dari ASI inilah kebutuhan nutrisi bayi Anda tercukupi. ASI juga sebagi sumber utama yang dapat mengaktifkan suatu kekebalan alami untuk bayi Anda. Bahkan ASI untuk kesehatan sistem pencernaan si kecil.

Beberapa ibu dengan berbagai alasan, mungkin memberikan juga susu formula untuk melengkapi makanan bagi bayinya.  Anda bisa memberikan susu formula setelah bayi Anda cukup umur. Yang harus diingat bahwa, susu formula ini hanya berperan sebagai pelengkap nutrisi semata. Kebutuhan pokok makanan bayi Anda haruslah tetap ASI. Pemberian susu formula untuk kebutuhan mendesak dan hanya sebagai pelengkap tidaklah menjadi soal. Namun jika pemberian susu formula ini dijadikan sebagai makanan utama bayi Anda, Anda harus konsultasikan kembali kepada dokter Anda.

Pertanyaannya sekarang, kapan Anda bisa mulai melengkapi makanan bayi Anda dengan susu formula?

Jika bayi Anda baru lahir, Anda mungkin harus menunggu sampai bayi berusia minimal berusia satu bulan sebelum Anda mengenalkan susu formula. Konsultan laktasi dan dokter anak merekomendasikan untuk menunggu selama itu untuk memungkinkan rutinitas menyusui Anda dan persediaan susu Anda menjadi lebih stabil sehingga susu formula yang diberikan sesekali tidak akan mengganggu. Pada usia ini kebanyakan bayi tidak segan untuk mencoba botol susu formula atau sumber makanan baru yang baru. Jika bayi Anda berusia lebih dari satu bulan, Anda bisa memberikan susu formula kapan saja.

Pemberian susu formula ini sejak usia satu bulan atau lebih juga dapat digunakan sebagai salah satu deteksi alergi anak terhadap susu sapi yang terkandung dalam susu formula. Jika bayi Anda menunjukkan gejala alergi, maka Anda harus membawanya ke dokter dan menghentikan pemberian susu untuk dikemudian hari. Informasi mengenai deteksi alergi anak ini dapat Anda baca selengkapnya di sini.

Pertanyaan selanjutnya, apakah aman melengkapi makanan bayi Anda yang masih disusui dengan susu formula? Ya, sangat aman untuk melengkapi makanan bayi yang disusui dengan susu formula.

Alasan pemberian susu formula ini biasanya didasarkan pada kesibukan sang ibu. Beberapa ibu memutuskan untuk melengkapi makanan bayi yang disusuinya dengan susu formula saat mereka kembali bekerja. Mereka mungkin mengalami kesulitan untuk memompa ASI secara teratur, tetapi menginginkan bayinya tetap mendapatkan asupan makanan dengan nutrisi pendukung yang lengkap saat ia sedang bekerja.

Alasan lain dari pemberian susu formula ini biasanya karena ASI yang keluar tidak terlalu banyak, sehingga seorang ibu menambahkan susu formula sebagai suplemen penambah nutrisi. Karena bila hal itu tidak dilakukan maka bayi akan cenderung lebih cepat lapar, padahal produksi ASInya sedikit.

Apapun alasan Anda untuk memberikan dan melengkapi makanan bayi Anda dengan susu formula, ingatlah bahwa ASI lebih baik dari susu formula. Semakin lama Anda bisa menyusui bayi Anda maka akan semakin baik.  Meskipun susu formula menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda, namun susu formula tidak memiliki faktor kekebalan alami yang dapat melindungi bayi Anda dari beberapa penyakit seperti yang dimiliki oleh ASI. ASI juga bisa mempererat hubungan antara ibu dan bayi. Kasih sayang tercermin saat Anda sedang menyusuinya, seolah hidupnya Andalah satu-satunya yang menjadi penyokong.

Pertanyaan terakhir, akankah susu  formula mempengaruhi suplai ASI Anda?

Sebenarnya pasokan ASI Anda tergantung pada permintaan bayi Anda, jadi semakin jarang Anda menyusui maka semakin sedikit ASI yang dihasilkan ASI. Anda juga bisa memompa ASI saat Anda memberikan susu formula tambahan bayi untuk dibekukan dan digunakan kemudian. Ini akan membantu menjaga persediaan ASI Anda.