makanan bayi 8 bulan
Source: Candy.com

Baruterus.com – Manusia terkadang bisa disamakan dengan mesin, atau mesin menyerupai manusia. Tubuh yang diberikan oleh tuhan punya kinerja yang didorong oleh energi. Perbedaan antara mahluk dan mesin terletak pada pertumbuhan. Manusia semakin tua makin berkembang, sedangkan mesin, seiring bertambah usia, depresiasi meninggi. Tumbuh kembang ditentukan dari pemenuhan gizi, karenanya pemilihan makanan bayi 8 bulan sangat penting.

Pertama kali menyambut dunia, bayi hanya minum air susu ibu sudah merasa cukup, sungguh sederhana hidup si kecil. Menginjak usia 6 bulan, perut bayi kian besar dan banyak orang tua mulai memutuskan memberi makan penyapih. Bila mengikuti perkembangan standard, maka di usia 8 bulan adalah masa – masa mengenalkan banyak hidangan sehat yang bisa memenuhi gizinya. Sebagai tempat bayi bergantung, pemilihan yang tepat menyetir masa depan buah hati.

Bayi yang terkena banyak masalah kesehatan di usia dewasa tidak melulu karena keturunan. Segala tindak tanduk orang tua, bagaimana mereka memperlakukan si kecil akan membekas. Begitu besar pengaruh didikan orang tua tentu menuntut ilmu pengetahuan yang luas. Menu makanan sehat dihidangkan dan terkadang terpaku pada beberapa bahan saja. Parahnya lagi, orang tua bahkan tidak tahu makanan bayi 8 bulan terlarang. Spekulasi polos terhadap bahan makanan bisa membahayakan buah hati.  

Susah makan sudah berita basi di kalangan bayi. Tak jarang, orang tua mengambil jalan pintas dengan menawarkan kudapan manis bila buah hati mau menghabiskan makanananya. Usut punya usut ternyata cara satu ini bisa membawa dampak yang cukup berbahaya.

Kesehatan menunjukkan beberapa dampak buruk yang dibawa makanan manis terutama permen. Bayi yang terbiasa makan manis cenderung memiliki gigi yang buruk. Bayangkan saja, dari kecil sudah mulai ketagihan manisan, bakteri dalam mulut jelas pesta pora karena mendapat angin surga. Orang tua mungkin hanya bisa mendesah pasrah saja kalau nasi sudah menjadi bubur.

Psikologis punya pendapat berbeda mengenai permen. Efek terlalu banyak diberi asupan makanan manis terutama permen tidak hanya berhenti pada gigi. Penelitian menunjukkan bayi yang tumbuh dengan candu pada permen punya potensi menjadi CEO atau menjadi criminal. Kalau jadi CEO tentu bersyukur luar biasa, lain cerita dengan criminal. Manapun itu, ada baiknya menghindarkan permen di usia dini.

Mendengar fakta permen buruk dari segi psikologis dan kesehatan bisa bikin merinding. Sebetulnya ada lagi alasan sedikit konyol namun serius untuk menjauhi permen. Dari semua struktur makanan, permen dan kudapan manis lain seperti marshmallow punya tekstur yang keras. Potensi bayi tersedak ketika konsumsi makanan manis lebih besar dibanding jenis makanan lain. Tidak menyenangkan dapat musibah gara gara permen bukan ?

Bicara mengenai tersedak, masih banyak lagi makanan yang patut disalahkan kalau sekedar nyangkut di tenggorokan. Orang tua umumnya menunda pengenalan kacang di usia 8 bulan karena takut alergi. Salah. Menunda pengenalan kacangnya sih, sudah tepat, alasannya yang keliru.

Kacang mengandung gizi melimpah yang baik untuk perkembangan. Bayi justru berhasil melawan potensi alergi kacang karena terbiasa makan. Hal yang patut dikhawatirkan adalah tekstur kacang itu sendiri. Makanan keras nan kecil macam kacang bisa bikin bayi tersedak hingga susah bernafas. Selai kacang jauh lebih tepat untuk kesehatan bayi 8 bulan dibanding kacang utuh lengkap dengan kulitnya.

Gigi umumnya sudah muncul di usia 8 bulan. Orang tua pasti bangga setengah mati kalau gigi pertama sudah muncul. Paling tidak, sudah ada tiga sampai empat gigi tertata acak di mulut bayi. Benarkah hanya sampai disitu saja ?

Kadangkala orang tua terlalu percaya diri dengan kemampuan gigi bayi yang sebetulnya masih belum seberapa. Pemberian sayur mayur dan beragam bahan makanan lainnya tidak salah, toh memang usia 8 bulan butuh pengenalan beragam cita rasa dan tekstur. Satu hal yang perlu orang tua ingat dalam memberikan sayuran seperti bayi adalah tingkat empuk tidaknya sayur tersebut.

Wortel, brokoli, dan jagung adalah 3 sayuran bermanfaat yang banyak beredar di Indonesia. Saking terjangkaunya, di kulkas pasti tersedia salah satu dari sayuran tersebut. Pertanyaan yang patut diajukan saat ini, seberapa keras tekstur pada bayi.

Menilai suatu hal seharusnya punya dasar yang kuat, sama pula dengan sayuran. Cara mengetahui apakah sayuran belum cukup empuk ada dua yakni tangan dan garpu. Himpit, misalkan wortel, di kedua jari dan tekan, kalau masih ada tenaga untuk menekan berarti sayuran perlu diolah. Menggunakan garpu, dengan jalan menekan sayuran tersebut dan lihat apakah mudah membuat lubang. Kalau sayuran masih belum lulus 2 uji tes tersebut segera kembali olah demi keselamatan malaikat kecil bunda ayah.

Terakhir, makanan yang tampak sehat untuk bayi padahal belum tepat. Madu sebagai contoh. Selama berabad – abad lamanya, madu diagung – agungkan sebagai sumber kesehatan. Ya memang, madu bisa bikin badan lebih segar nan kuat, tapi lain cerita untuk bayi.

Bakteri baik dalam tubuh belum siap ‘kerja’ di usia yang hanya 8 bulan. Akibat dari ketidaksiapan pencernaan, kandungan madu yang baik malah bisa mencelakakan perut bayi. Muntah dan mual mungkin masih bersyukur, bagaimana kalau sampai berakhir di ruang gawat darurat ?

Jangan hanya madu yang disalahkan, ikan juga punya potensi yang sama. Bicaralah dengan dokter anak ayah bunda untuk menemukan makanan bayi 8 bulan terlarang lainnya.