umur berapa bayi bisa duduk

Baruterus.com – Ada banyak tahap perkembangan bayi yang dinanti was was oleh semua orang tua. Langkah setelah bayi berhasil mengucapkan kata pertama dan merangkak, muncul fase kedua yakni umur berapa bayi bisa duduk. Kedengarannya cukup sepele. Kendati demikian, kala pertama bayi berhasil duduk mencerminkan banyak hal. Pertama, tulang bayi sudah semakin kuat yang berarti orang tua telah melakukan hal yang benar. Bayangkan saja, tanpa usaha orang tua menyediakan asupan kalsium dan vitamin D tentu tahap satu ini tidak bisa dicapai semudah membalik tangan. Bagi ayah bunda yang penasaran apa saja yang perlu diketahui seputar bayi duduk, simak penjelasan berikut.

Usia 4 sampai dengan 7 bulan merupakan masa paling umum di mana malaikat kecil anda mulai belajar menopang badannya secara mandiri. Bayi mulai belajar duduk ketika dirinya sudah bisa menggulingkan badan sampai mampu merangkak sendiri. Berguling atau merangkak adalah indikasi apabila tulang bayi sudah bertambah kuat. Pada usia 4 bulan, otot leher sudah cukup kuat untuk menopang kepala, ayah bunda bisa menyadari hal ini jika bayi sudah mulai tertatih tatih mencoba mengangkat kepalanya sendiri, mungkin akan banyak terjadi ketika bayi berbaring diatas ayah bunda  atau ketika ayah bunda  menggendong bayi. Si kecil biasanya akan tertarik untuk mengintip atau sekedar menatap ayah bunda  dengan mengangkat kepala.

Langkah selanjutnya adalah bayi akan mencoba untuk mengangkat badan. Ayah bunda  akan sering melihat si kecil menyeret badan agar nyaris seperti posisi duduk. Disinilah peran ayah bunda  masuk, usahakan jangan buru buru membantu bayi ketika malaikat kecil ayah bunda  tengah berusaha mengangkat badan, jika hal ini dilakukan bayi akan merasa ia tidak perlu berusaha, toh bunda atau ayah akan datang menolongku, ujung ujungnya tindakan ini malah menghambat perkembangan bayi. Tahap awal memang bayi tidak akan terlihat seperti duduk malah cenderung seperti bayi sedang menaruh beban badan ke perut. Wajar saja, bayi memulai langkah awal duduk dengan menyeret badan ke belakang hingga nyaris membentuk posisi duduk. Perlahan tapi pasti punggung bayi akan lurus dengan sendirinya bahkan jika ayah bunda  tak pernah membantunya sekalipun.

ketika bayi duduk pertama kali, hal ini akan memberi ‘payah bunda ngan’ baru bagi bayi. Seolah olah dunia yang dulu ia kenal tidak sama lagi, seperti membuka cakrawala baru di pikiran bayi. Hal inilah yang mendorong bayi untuk segera belajar merangkak, hingga berjalan dengan tegap. Dalam pikiran bayi mengalir naluri manusia yang biasa kita kenal dengan rasa ingin tahu dan penasaran. Usia bayi bisa duduk sendiri tidak hanya ada di benak orang tua namun juga bayi secara tidak langsung penasaran akankah datang hari dimana aku duduk bersama mereka seperti orang yang sudah besar ? seperti anak yang kuat ?

Salah satu hal yang ayah bunda  bisa lakukan adalah membeli banyak mainan gantung dengan warna warna menarik dan mencolok seperti warna merah, kuning terang, dan biru cerah. Warna warna tersebut adalah warna yang bisa dilihat dan ditangkap oleh bayi dengan cepat pada rentan usia 1 sampai  4 bulan. Mainan yang mengeluarkan suara menarik perhatian seperti lagu anak anak juga sangat bagus. Tujuan dari mainan mainan tersebut adalah menarik perhatian bayi agar mau melihat ke atas, alias mengangkat kepalanya. Mengangkat kepala bagi bayi membutuhkan tenaga seluruh badan sehingga tentu akan membuat bayi seperti berolah raga kecil.

Penting diingat, Baik masa belajar maupun ketika bayi sudah bisa duduk, ada kalanya bayi akan senang pamer. Terutama jika bunda dan ayah sangat aktif mendorong bayi untuk terus meningkatkan kemampuan. Tindakan pamer ini bukan hal yang buruk, malah cenderung baik karena meningkatkan kemauan bayi untuk tetap tumbuh dan bisa membedakan mana hal yang disenangi orang tua dan mana tindakan tindakan yang tidak disenangi ayah bunda. Masalahnya, meski sudah bisa duduk sekalipun, badan bayi masih dalam fase ‘kontruksi’ sehingga pada saat bayi belajar duduk sangat sering badan bayi akan terhempas ke belakang.

Jika bayi menangis terbentur sesuatu pada saat terhempas ke belakang tentu tidak terdengar bagus, bukan ? tidak hanya tangisan bayi menyayat hati namun juga akibat dari benturan bisa bermacam macam, kondisi ini tentu menentukan arah hidup bayi kedepannya. Disinilah peran bantal bantal tersebut. Dengan menata bantal layaknya benteng di sekeliling bayi bisa menjaga bayi tetap aman selama proses belajar duduk. Tidak perlu membeli bantal dengan harga selangit, cukup pilih beberapa bantal ukuran sedang sampai besar yang bisa merambah ruang gerak bayi. Ayah bunda dipersilahkan nafas sedikit lebih tenang meskipun tingkat waspada masih perlu dipertahankan.

Usaha baik dalam bentuk pratikal maupun pencarian ilmu, ujung – ujungnya kemajuan sangat ditentukan oleh malaikat kecil ayah bunda. Tidak ada yang mengatakan semua bayi memiliki jangka perkembangan yang sama. Beberapa bayi bisa saja mulai lebih cepat maupun lebih lambat terlepas dari bantuan yang diberikan orang tua. Selama bayi tidak melebihi batas normal yakni 7 bulan serta tidak menunjukkan gejala keterlambatan di fase sebelumnya, ayah bunda tidak perlu berpaku pada umur berapa bayi bisa duduk, dan cukup dukung bayi ayah bunda hingga mampu.