Menyimpan asi
Source: pixabay.com

Baruterus.com – Air susu ibu atau ASI merupakan sumber nutrisi yang terbaik untuk bayi. Bermacam kandungan di dalam ASI berguna untuk bayi, dan manfaat ASI eksklusif  untuk bayi sangat banyak. ASI diberikan hingga bayi berusia 6 bulan. Selama itu, tidak ada makanan bayi atau asupan lainnya yang diberikan kecuali ASI.

Tidak sedikit ibu yang harus kembali pada rutinitas kerjanya. Namun, meskipun begitu tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI pada si kecil. Bagi ibu yang sibuk bekerja bisa tetap memberikan ASI eksklusif dengan cara ASI perah. Agar manfaat ASI tetap didapatkan oleh si kecil, Anda bisa menyimpan dengan cara menyimpan ASI yang baik dan benar. ASI perah merupakan satu satunya cara efektif yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui yang sibuk bekerja di luar rumah.

ASI perah itu sendiri merupakan ASI yang dikeluarkan dengan cara diperah, lalu disimpan pada tempat tertentu dan diberikan sesuai dengan kebutuhan si kecil. ASI perah bisa juga diberikan pada bayi yang lahir prematur atau Ibu yang tidak bisa menyusui karena kondisi kesehatan tertentu. Termasuk Ibu yang sibuk akan rutinitas sehari-harinya sehingga sulit mengatur waktu untuk menyusui bayinya.

Memerah ASI dengan baik dan benar akan mempertahankan kualitas ASI itu sendiri. Oleh sebab itu, jika anda harus terpaksa memberikan ASI perah pada si kecil karena rutinitas yang sibuk, usahakan untuk memerah ASI sesuai dengan anjuran dan cara menyimpan yang sudah ditentukan agar bayi anda tetap mendapatkan manfaat dari ASI.

Sebelum memerah ASI, pastikan Anda berada dalam keadaan bersih. Pencernaan dan kesehatan bayi masih belum sempurna, begitu pun dengan kekebalan tubuhnya. Bayi akan tetap sehat apabila kebersihan lingkungannya tetap diperhatikan, begitu pun degan kebersihan ASI-nya. Sebelum memerah ASI, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan air bersih agar bakteri tidak masuk ke dalam ASI yang anda perah.

Alasan paling utama memperhatikan tempat penyimpanan ASI adalah untuk memastikan bahwa kualitas dari Ibu ASI yang disimpan tidak mengalami penurunan dan dapat mengganggu kesehatan sang bayi.

Tips yang harus para Ibu tahu dalam memilih tempat penyimpanan ASI adalah memperhatikan faktor kebersihan botol. Ada berbagai pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, seperti botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum. Biasanya yang dipilih adalah botol kaca yang mana menggunakan tutup karet.

Cara memilih botol yang tepat adalah dengan memastikan bahwa botol tersebut tidak tercemar atau mengandung zat berbahaya terutama karsinogen. Zat karsinogen pada umumnya terdapat pada botol plastik dimana akan berisiko membuat sang bayi terganggu kesehatannya. Jika Anda memilih menyimpan ASI dalam wadah plastik, maka usahakan untuk memilih bahan plastik yang bebas bisphenol A. Perhatikan juga cara mencuci wadah yang digunakan untuk menyimpan ASI perah ini. Cuci dengan menggunakan sabun dan air hangat kemudian keringkan. Pastikan juga memilih botol yang mana mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali.

Anda dapat memilih wadah yang memiliki volume sesuai dengan kebutuhan bayi sekali minum, misalnya saja 125 ml. Siapkan juga label yang berisi tanggal ASI diperah. Pemberian label ini akan mempermudah Anda dalam menyimpan ASI berdasarkan dengan kebutuhan si kecil.

Penting untuk terlebih dahulu melakukan sterilisasi botol atau kemasan penampung ASI perah yang akan didinginkan atau dibekukan. Lakukan sterilisasi dengan merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit. Selain itu, dapat digunakan alat sterilisasi elektrik. Namun, cek mengenai ketahanan kemasan pada label. Hati-hati saat melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca, karena kemungkinan pecah.

Ide atau tips menyimpan ASI berikutnya yang harus diperhatikan dalam memilih tempat penyimpanan ASI adalah mengenai suhu. Ibu dapat menyesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan. Maksudnya adalah Ibu perlu untuk memastikan bahwa bila kebutuhan Ibu untuk menyimpan ASI pada waktu yang lama, Ibu dapat memilih ide untuk menyimpannya pada kulkas atau lemari pendingin.