tumbuh kembang anak
Source: SheKnows

Baruterus.com – Berbicara tentang konsep tumbuh kembang anak tentunya tidak akan ada habisnya, benarkan bunda? Selalu saja ada topik bahasan menarik yang bisa bunda gali, salah satunya tentang cara untuk mengendalikan emosi pada anak-anak bunda. Pengendalian emosi ini mutlak ditanamkan, karena tidak bisa dipungkiri anak-anak pada usia tertentu masih belum paham terhadap konsep ini dan harus diajarkan sejak dini bagaimana cara mengendalikannya. (baca juga: kalsium bagi perkembangan tulang dan tinggi badan anak)

Kesulitan untuk mengendalikan emosi sebenarnya tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, tapi juga pada orang dewasa. Sehingga sebagai orang tua bunda harus bekerja ekstra keras untuk membantu anak bunda dalam mengendalikan emosi ini. Hal ini perlu dilakukan untuk melatih anak-anak bunda agar bisa mengekspresikan perasaannya dengan tepat.

Dengan bunda meluangkan waktu untuk melatih mengendalikan emosi pada masa tumbuh kembang ini, maka akan memberikan manfaat dan keuntungan yang cukup banyak. Misalnya, anak akan cenderung tumbuh sikap yang baik, lebih cenderung berinteraksi dengan orang lain secara tepat, dan cenderung akan bersikap lebih kalem, tidak akan berteriak-teriak atau histeris saat marah seperti anak pada umumnya.

Berikut beberapa yang dapat bunda terapkan untuk melatih pengendalian emosi anak bunda menurut North Shore Pediatric Therapy:

  • Bicaralah tentang emosi atau perasaannya

Seiring dengan tumbuh kembangnya, anak bunda pasti lebih suka untuk melihat buku bergambar. Sehingga bunda bisa melatihkan emosi dengan cara membelikan buku yang di dalamnya terdapat berbagai macam gambar tentang ekspresi dari emosi. Bunda bisa mengajaknya untuk mempraktikkan untuk menunjukkan setiap emosi yang bisa ia rasakan. Jelaskan setiap jenis perilaku dan ekspresi yang mungkin bisa terjadi dari setiap emosi yang berbeda. Selain itu, bunda juga bisa memberitahukan dengan bahasa yang mudah dimengerti olehnya tentang mengapa ia merasakan emosi itu dan bagaimana menunjukkan serta mengendalikannya.

  • Ajarkan anak bunda untuk mampu mengenali perasaan orang lain

Dengan cara yang pertama tadi, bunda juga bisa sekaligus melatihkan anak bunda untuk tahu cara membaca emosi orang lain. Karena dengan ia bisa membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh orang lain, anak bunda akan dapat mengenali emosi dan akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Misalnya bunda bisa mendiskripsikan dan menunjukkan bagaimana ekspresi orang lain jika marah, sedih, atau bahagia dan bunda juga bisa menjelaskan bagaimana dia harus bersikap jika menemukan ekspresi seperti itu. Hal ini penting untuk membuatnya tumbuh menjadi anak yang bisa berinteraksi dengan orang lain.

  • Bunda harus tahu cara mengendalikan emosi anak

Setiap anak tumbuh dengan unik, sehingga saat anak lepas kendali pun bunda juga harus dapat tahu penyebabnya dan cara menangganinya. Bunda harus paham bagaimana membuatnya meredakan emosi dan menenangkannya. Misalnya saja anak bunda sedang marah dan tangisannya tak terkendali, disini tugas bunda untuk mengetahui bagaimana cara untuk membuatnya berhenti menangis dan kembali ceria. Beberapa saran strategi untuk meredakan emosinya yang mungkin berguna bagi anak bunda adalah mendengarkan musik, mewarnai / menggambar, pergi ke daerah yang sepi, meremas bola atau boneka binatang, meniup gelembung, minum segelas air dingin, dll.

  • Membuatkan cerita untuk anak bunda

Setelah bunda bisa mengetahui pemicu yang dapat menyebabkan anak bunda kehilangan kontrol dan strategi untuk menanganinya, bunda bisa membuat cerita sederhana dari sana. Dalam cerita itu juga usahakan untuk menyelipkan bagaimana cara untuk mengontrol emosinya dan apa manfaatnya. Bacakan cerita ini setiap hari, agar anak bunda bisa mencontoh dari karakter tokoh dalam cerita itu.

  • Berikan hadiah pujian saat anak bunda bisa mengendalikan emosi

Jika anak bunda bisa menghadapi situasi yang menyebalkan, berikan pujian padanya. Dan jelaskan betapa hebatnya apa yang baru saja ia lakukan.

  • Bermainlah peran dengannya

Permainan peran dapat digunakan untuk menunjukkan berbagai situasi yang mungkin dapat menganggunya dan cara menghadapi situasi itu. Berikan juga kesempatan pada anak bunda untuk menyelesaikan setiap situasi, dan berikan umpan balik juga sudah selesai.

  • Berikan contoh

Anak-anak dengan tumbuh kembang yang baik cenderung belajar dari orang lain dengan cepat dan cenderung meniru perilakunya, tanpa melihat apakah itu baik atau buruk. Sehingga bunda sebagai orang tua penting menjadi teladan yang baik dan praktikkan apa saja yang sudah ada bicarakan padanya tentang pengendalian emosi.