radang tenggorokan pada anak
Source: The Health Site

Baruterus.com –  Ketika radang tenggorokan pada anak menyerang, bunda pasti khawatir. Padahal bunda baru mempersiapkan anak untuk puasa setengah hari supaya si kecil jadi terbiasa puasa di bulan Ramadhan. Bahkan bekal untuk kuat berpuasa ketika dia sudah memasuki baligh. Jadi bila sudah sakit, apakah puasa bisa dilanjutkan? Yuk mari simak info berikut ini.

Daya tahan tubuh yang menurun memang rentan diserang penyakit. Makanya radang tenggorokan pun bisa saja terjadi. Sebenarnya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu seminggu. Kecuali anak tidak juga sembuh dalam waktu seminggu, disertai demam tinggi di atas 38 derajat Celcius, sakit menelan, mengeces atau suara hilang, bunda bisa membawa si kecil ke dokter.

Nah, kalau kondisi belum seberat itu, bunda bisa meminta anak melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Bernafaslah lewat hidung dan bukan mulut

Radang tenggorokan apalagi disertai pilek memang membuat kita tanpa sadar bernafas lewat mulut. Kenyataannya, ketika anak bernafas lewat mulut, tenggorokan akan terasa semakin kering dan sakit. Jadi pastikan si kecil selalu bernafas lewat hidung ya.

  1. Pakai masker dan kurangi bicara

Banyaknya berbicara akan membuat tenggorokan kita semakin kering. Hal ini terjadi karena ketika kita berbicara, udara dan partikel-partikel lainnya akan masuk ke tenggorokan. Jadi usahakan berbicara seminim mungkin ketika lagi radang tenggorokan.

Selain itu anak bisa menggunakan masker untuk menghindari debu, kotoran, bakteri ke mulut dan membuat radang tenggorokan semakin parah. Sebisa mungkin, kenakanlah masker setiap hari.

  1. Menghindari udara atau ruangan yang kering

Cuaca atau ruangan kering akan membuat produksi air liur berkurang, sehingga tenggorokan akan terasa lebih kering. Radang si kecil pun bisa semakin parah. Kalau memungkinkan, bunda bisa memasang pelembab udara di ruangan dan menghindari kipas angin. Bila bunda menggunakan pendingin ruangan, aturlah supaya suhunya tidak terlalu dingin dan anginnya tidak menghembus langsung ke arah tubuh Anda terutama bagian wajah.

  1. Berkumur dengan air garam

Bunda mungkin sering mendengar kebiasaan pulang ke rumah, orang-orang melakukan kumur-kumur dengan air garam. Nah, ternyata air garam ini terbukti mengurangi iritasi dan peradangan di tenggorokan. Anak bisa diajak kumur pada saat sahur, buka puasa dan sebelum tidur.

Bunda juga perlu mengingatkan si kecil untuk tidak menelan air garam tersebut. Si kecil cukup memasukkan ke mulut, menengadah selama beberapa detik dan berkumur. Yang penting cairannya menyentuh tenggorokan, lalu buang airnya. Bila rasa air garam terlalu kuat, campurkan dengan satu sendok teh madu.

  1. Sahur dan berbukalah dengan makanan yang mudah ditelan

Bunda bisa menyiapkan makanan yang mudah ditelan untuk si kecil seperti sup, nasi hangat, tumis sayur dan buah-buahan. Hindari makanan yang akan memperparah sakit tenggorokan seperti gorengan, snack, santan dan pedas. Jangan lua untuk konsumsi air yang banyak setelah buka puasa hingga sahur.

  1. Istirahat

Istirahat yang cukup adalah cara pemulihan badan terbaik. Bahkan dokter menganjurkan istirahat untuk memungkinkan badan kuat melawan infeksi. Pastikan si kecil tidur lebih dari 8 jam sehari dan hindari lembur.

  1. Menghirup uap panas

Kalau tenggorokan masih terasa kering, si kecil bisa menghirup uap dari air panas. Agar uap tidak cepat hilang, si kecil bisa ditutupi kepalanya dan mangkuk dengan kain atau handuk. Letakkan wajah sedekat mungkin ke mangkok dan bernafaslah seperti biasa. Dijamin tenggorokan akan terasa nyaman.

  1. Tidak berpuasa

Bila kondisi si kecil seperti tidak memungkinkan untuk berpuasa, jangan memaksakan si kecil berpuasa. Apalagi berat badan si kecil semakin menurun dan pucat wajahnya.

Begitulah tips mengatasi radang tenggorokan pada anak saat puasa. Semga bermanfaat informasinya.