tanda-tanda ovulasi
Source: Daily Guidance Africa

Baruterus.com – Keinginan memiliki anak di antara pasangan sangat wajar muncul. Bahkan, beberapa pasangan tanah air justru memutuskan menikah karena ingin segera memiliki momongan, baik keinginan sendiri atau dorongan dari eksternal, orang tua misalnya. Manapun itu, tanda-tanda ovulasi perlu diperhatikan demi realisasi mimpi yang telah terpendam lama.

Memperoleh buah hati tidak bisa dilakukan sendiri. Bahkan, metode bayi tabung sekalipun masih membutuhkan donor sperma dari kaum adam dan indung telur milik kaum hawa. Intinya, program kehamilan seperti apapun tidak akan berhasil kalau sel telur saja ogah dibuahi. Karena faktor inilah, gejala bunda ovulasi sangat penting diperhatikan.

Penelitian di universitas Montreal pernah berfokus pada hubungan kalori dan seks. Ternyata berhubungan badan selama 25 menit bisa membakar 100 kalori pada pria, dan 69 kalori bagi wanita. Wajar saja, rasa capek seperti habis lari dikejar anjing bisa sangat terasa usai berhubungan intim. Tentu, bunda ingin setiap sesi bercinta membuahkan hasil, bukan sekedar menyalurkan kebutuhan biologis saja.

Gejala ovulasi bisa dibilang gampang-gampang susah untuk diketahui. Tidak banyak perempuan mampu memperkirakan waktu ovulasi. Bisa jadi, memang pemilik tubuh yang kurang perhatian dengan tanda-tanda yang sudah diberikan sekeliling, namun bisa jadi karena semua perubahan tubuh yang dirasakan dianggap hal biasa. Padahal, secara alami, tubuh selalu menyalakan ‘alarm’ seputar momen-momen tertentu termasuk ovulasi.

Ovulasi atau matangnya sel telur memang punya 1 tujuan penting yakni meneruskan keturunan. Setiap sel telur dalam tubuh harap-harap cemas menanti jodoh yang bernama sperma. Berhubung sperma hanya bisa bertemu sel telur kalau lelaki melakukan penetrasi dan melepaskan benih cintanya dalam tubuh bunda, tentu langkah pertama adalah hubungan badan itu sendiri. Jangan salah, tidak setiap saat pasangan yang paling mencintai sekalipun, aktif melakukan seks tiap waktu.

Libido, suatu istilah untuk menggambarkan tingkat kebutuhan biologis seseorang. Bahasa halus libido, yakni ‘kepengen’  ternyata mudah muncul ketika perempuan sedang dalam masa ovulasi. Rasanya, tubuh perempuan secara alami mengundang lawan jenis untuk mendapat keturunan selanjutnya. Insting dua insan bisa terjadi tanpa perlu berpikir terlalu panjang.

Mari bicara jujur, payudara sering menjadi sumber ketertarikan untuk melakukan hubungan badan. Aroma yang dikeluarkan bagian dada pria ini memang secara naluri membangkitkan rasa senang dan birahi, sedangkan bagi perempuan payudara bisa mengundang nafsu birahi. Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana ovulasi cukup berpengaruh pada libido, dan ternyata fakta tersebut berkaitan pula dengan payudara.

Semakin sensitif payudara seorang perempuan, maka kemungkinan kebutuhan biologis memuncak ke ubun-ubun semakin besar. Biasanya, butuh waktu untuk benar-benar memanfaatkan fungsi payudara dalam berbagi kasih, karena memang rasa ingin berhubungan badan tidak selalu muncul pada kaum hawa. Lain cerita di masa ovulasi, dimana tingkat sensitifitas payudara meningkat secara signifikan. Pria mungkin tidak tahu, tapi kalau pemilik tubuh mungkin bisa sadar kalau perhatian.

Salah satu alat bantu pernetrasi pada hubungan badan terletak pada cairan pelumas. Semakin ‘licin’ kemaluan perempuan maka semakin mudah pula bagi pasangan untuk mengirimkan sperma pada indung telur. Usut punya usut, pada saat sel telur matang (ovulasi), cairan pelumas akan jauh lebih lengket dan tebal sehingga sperma akan lebih mudah ‘meluncur’ menuju jodoh utamanya, yakni sel telur matang siap dibuahi.

Bisa bayangkan kalau bunda penasaran apakah sedang ovulasi atau tidak, lantas meminta bantuan pasangan agar bisa mengecek cairan pelumas? Tentu akan menimbulkan tanda tanya besar. Tenang, masih ada cara mudah dan cukup privasi untuk mengetahui apakah cairan pelumas menunjukkan adanya ovulasi. Masukkan satu sampai dua jari (tergantung ukuran celah vagina) dan tangkap setidaknya dua cairan sisa, lalu perhatikan bentuknya.

Ngomong-ngomong soal penetrasi, ovulasi juga menjadi saat terbaik untuk melakukan hubungan badan. Dilema yang bisa saja dialami pasangan adalah kesulitan proses penetrasi, mungkin karena kemaluan menutup rapat jadi penyebabnya. Namanya juga tubuh, susah juga kalau mau memaksa ‘surgawi’ bunda terbuka dan tertutup kecuali sudah melakukan latihan insentif.

Ada masa dimana tubuh manusia menunjukkan kemampuan yang cukup luar biasa tanpa disadari. Kemaluan bunda bisa jadi tergolong malu-malu, dimana maunya menutup saja. Tenang, pada saat tubuh masuk masa ovulasi, ‘pintu gerbang’ otomatis terbuka lebar bagi pasangan yang siap menyalurkan cairan keturunannya. Bunda yang perhatian dengan kehidupan seks, umumnya lebih cepat sadar mengenai faktor fleksibilitas kemaluan.

Aktivitas di kamar tidur tidak selalu patokan guna mengetahui tanda ovulasi. Tubuh tetap punya tanda diluar berhubungan badan. Salah satunya terletak pada hidung. Ya, perempuan dikenal lebih peka dari segi rasa dan menemukan pasangan yang tepat karena indera penciuman cenderung lebih peka dibanding kaum pria. Kala masa ovulasi dimulai, bisa jadi perempuan mendapati indera penciuman semakin meningkat.

Terakhir namun bukan berarti paling remeh adalah bercak. Berbeda dengan darah mens, perempuan bisa melihat adanya bercak ketika mengenakan panty liner. Umumnya bercak yang menunjukkan adanya ovulasi berwarna coklat. Justru, semakin pekat berarti bahwa potensi bunda hamil sudah cukup tinggi. Bunda bisa merasa bangga dan memulai perjuangan dengan ayah.

Perlu diingat, tidak semua perempuan mengalami tanda yang sama ketika menyangkut ovulasi. Beberapa tanda-tanda ovulasi mungkin berbeda atau malah tidak sama sekali, nah solusinya adalah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kepercayaan ibunda guna menemukan jawaban dengan akurasi tinggi.