tahap perkembangan anak

Baruterus.com – Tahap perkembangan anak memang memberikan banyak warna. Mulai dari yang terlihat sampai dengan tak terlihat. Madsud dari yang terlihat tentu saja perkembangan secara fisik seperti badan yang membesar, mampu berjalan, dan berbicara. Pernahkah anda merasa penasaran bagaimana dengan keadaan yang tidak terlihat ? Arti dari keadaan tidak terlihat adalah perkembangan secara emosional. Orang dewasa sekalipun pasti paham betapa emosi jauh lebih kompleks dibandingkan fisik. Emosi berbeda satu individu dengan yang lain menyebabkan ilmu psikologi menjadi jurusan yang cukup dinamis. Manusia terus berkembang entah karena pengaruh lingkungan atau dari diri sendiri. Ternyata, emosi matang yang kompleks tersebut didasari atau dimulai dari emosi yang cukup sederhana pada masa kanak – kanaknya. Seperti apakah?

Usia 0 – 12 bulan
Ketika bayi baru lahir, tidak banyak emosi yang bayi peroleh karena memang tubuhnya sendiri sedang dalam tahap perkembangan. Mata bayi belum mampu melihat dengan jelas, hanya orang yang berada dekat dengannya bisa masuk dalam jangkauan pengelihatan si kecil, menyebabkan si kecil belum bisa memahami ekspreksi senang, dan sedih. Kendati demikian, diam – diam si kecil berusaha belajar bereaksi dengan menangkap reaksi orang yang masuk dalam jangkauan pengelihatannya. Tertawa merupakan hal pertama yang ia pahami sebagai tanda senang serta membuat perasaan menjadi lebih tenang. Bayi akan sebisa mungkin menenangkan diri sendiri dari rasa takut. Perasaan cemas dan khawatir dikarenakan pengelihatan dan pendengaran bayi belum bekerja optimal. Ibarat berada dalam kotak gelap tanpa akhir tanpa ada siapapun untuk meyakinkan bahwa semuanya baik – baik saja. Tangisan menjadi satu – satunya jalan bagi bayi memberi sinyal pada orang dewasa bahwa dia tidak bisa mengatasi segalanya sendirian, rasa aman sangat dia butuhkan, mungkin ini penyebab bayi sering bangun di waktu – waktu tidak pasti. Tidak ada yang bisa orang tua lakukan secara pasti guna menenangkan si kecil, hanya kehadiran yang bisa membantu.

 

Usia 12 bulan – 2 tahun

Pada ulang tahun anak pertama, emosi anak sudah mulai terbuka. Sebelum mencapai usia tahun pertama, hanya ada emosi sedih dan senang, akan tetapi di usia sampai dengan 2 tahun, emosi kompleks seperti pemicu rasa marah, cinta, dan penasaran akan bermunculan perlahan. Bila dulu anak tidak mengerti apa arti perasaan tidak nyaman, tahap perkembangan emosi anak 2 tahun sudah melesat jauh. Sekarang anak jadi tahu apa yang tidak ia sukai, dan kegiatan seperti apa yang anak inginkan. Usia 2 tahun merupakan momen yang tepat bagi orang tua mengajarkan mengenai kebebasan bersuara. Ayah dan bunda harus mulai mendengarkan apa yang anak rasakan, karena walau sudah tahu anak merasa tidak nyaman, terkadang si kecil belum paham betul apa yang sedang ia rasakan. Bercerita pada orang tua bisa menjadi salah satu jalan bagi si kecil untuk memahami apa yang sedang terjadi. Kosa kata anak juga bertambah banyak setiap kali berdekatan dengan orang tua guna mengekspreksikan perasaannya.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, anka sudah mulai mengenal rasa penasaran. Rasa ingin tahu bisa dibilang maklum, selama setahun anak tidak bisa melihat dan mendengar jelas. Dunia bagi anak sebelum usia 1 tahun memang bak kotak gelap dan hanya ada suara menenangkan pada saat – saat tertentu saja saat dipicu rasa sedih (tangisan). Berhasil melihat dunia yang baru benar – benar membuat kaki anak terasa ‘gatal’ ingin berpetualang. Sayangnya, anak tidak bisa langsung mencicipi indahnya dunia dengan kondisi fisiknya. Lidah masih kelu, kaki, serta anggota tubuh lain masih cukup lemah untuk dibawa berkeliling. Anak bisa jadi merasa kesal dan sedih apabila hasrat berpetualang tidak terpuaskan. Orang tua sangat diharapkan membantu anak memuaskan rasa ingin tahu dengan menemani anak bermain di mana saja.

 

Usia 2 tahun – 5 tahun

Usia dibawah 1 tahun hingga 2 tahun memang terdengar egois, seolah anak hanya mementingkan perasaannya sendiri, dan sebenarnya anak tidak bisa disalahkan juga. Seperti baru pertama kali ke taman bermain, anak hanya ingin memuaskan kebutuhan manusia dasar yakni menemukan siapa dirinya dan tempat seperti apa dia hidup sekarang. Terlalu lama di taman bermain, tentu menimbulkan rasa ingin tahu lebih lanjut sehingga seseorang mulai memperhatikan sekeliling, kurang lebih begitulah gambaran tahap perkembangan anak dari usia 1 sampai 5 tahun. Kecerdasan emosional anak sudah mulai terbuka saat usianya sudah mencapai 2 tahun keatas. Anak mulai mampu membedakan ekspreksi senang dan sedih. Rasa simpatik anak akan mulai terbangun, jangan heran bila anak bisa mendekati orang tua saat sedang bertengkar, atau menanyakan apa yang sedang terjadi dengan wajah khawatir. Meski anak sudah mulai bisa membedakan perasaan orang – orang di sekelilingnya, pada satu titik anak akan sadar kalau dirinya tidak bisa berbuat banyak. Anak mungkin bertingkah aneh seperti mengajak bermain, atau memberikan makanan kesukaannya ketika anda bermuka masam, bisa jadi itulah bentuk kasih sayang anak untuk meredakan perasaan sedih anda. Tiap kali anak tidak tahu apa yang harus dia perbuat untuk menyenangkan hati orang yang dikasihinya terkadang hal ini menimbulkan perasaan sedih dan kesal terhadap dirinya sendiri.  Sebagai orang tua pada tahap perkembangan anak satu ini harus berhati – hati untuk tidak menimbulkan aura negatif ketika ada anak di sekitar.