perkembangan bayi 5 bulan
Source: Babycenter.com

Baruterus.com – Tengkurap, menggumam, berdecak, serta menirukan bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya adalah salah satu dari beberapa hal yang bisa Ibu amati dari perkembangan bayi 5 bulan. Pada usia lima bulan, bayi mulai melatih kemampuan motorik dan berbahasanya. Bayi akan menatap lekat-lekat saat Ibu berbicara padanya dan menirukan kata-kata atau suara yang ia dengar. Pada usia 5 bulan, bayi sudah bisa membuat suara yang berbeda-beda, seperti  ketika ia lapar, buang air, atau ketika ia merasa tidak nyaman. Secara motorik perkembangan bayi usia 5 bulan dapat Ibu lihat dari rentangan tangannya ketika minta digendong dan mencoba memegang benda di sekitar. Bayi pun sudah bisa tersenyum dan tertawa saat Ibu membuat ekspresi wajah atau suara yang lucu.

Pada usia 5 bulan, indera penglihatan, pendengaran, dan pengecapan bayi berkembang pesat. Hal yang bisa Ibu amati pada perkembangan bayi 5 bulan ini adalah bayi sering memasukkan benda ke dalam mulutnya. Hal ini disebabkan karena pada mulut dan lidah memiliki ujung-ujung saraf yang lebih banyak dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya, sehingga ia ingin mengetahui rasa dari segala sesuatunya. Pastikan mainan bayi dan benda-benda di sekitarnya selalu bersih agar bayi selalu sehat. Jauhkan pula benda-benda kecil yang mungkin bisa tertelan oleh bayi. Selain itu, bayi mulai dapat mengenali benda-benda kecil dan benda yang bergerak.

Ibu perlu memberikan stimulasi yang berkelanjutan pada bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. Stimulasi yang tepat akan membantu memperkuat hubungan antar sel-sel otak sehingga bayi berpotensi memiliki kecerdasan tinggi. Stimulasi untuk mendukung perkembangan bayi 5 bulan antara lain sebagai berikut:

  • Ajaklah bayi 5 bulan bicara. Tatap bayi Ibu dan buat mimik wajah yang sesuai sehingga ia belajar mengenali hubungan antara kata dan perasaan.
  • Perdengarkan berbagai jenis musik pada bayi usia 5 bulan. Bayi suka mendengar suara musik. Bayi Ibu mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan berusaha menirukan musik yang ia dengar.
  • Sesekali ajak bayi Ibu jalan-jalan ke taman agar ia melihat berbagai warna serta mulai memperhatikan benda-benda bergerak (misal kupu-kupu terbang atau orang lalu-lalang) di lingkungan sekitar. Berikan mereka kesempatan untuk mengenali dan mengamati apa yang mereka lihat.
  • Tunjukkan foto orang-orang terdekat agar bayi merasa nyaman saat bertemu orang-orang tersebut. Tunjukkan foto-foto tersebut pada bayi sambil menyebutkan atau menceritakan siapa yang ada di dalam masing-masing foto.
  • Mengajak bayi berenang dalam kolam kecil bisa menjadi stimulasi aktivitas motorik yang menyenangkan, tentunya dengan alat pengaman dan pengawasan penuh dari Ibu.
  • Dudukkan bayi pada pangkuan Ibu atau dengan memberi sandaran.
  • Letakkan mainan di luar jangkauan bayi Ibu ketika ia dalam posisi tengkurap, dan perhatikan usahanya untuk meraih benda tersebut. Jika ia gagal, geser mainan tersebut lebih dekat ke arahnya sehingga ia tidak menyerah melakukannya.
  • Letakkan mainan di salah satu tangan bayi Ibu, kemudian pindahkan ke tangan satunya. Lakukan sambil menyebutkan nama benda tersebut. Dengan cara ini, bayi Ibu akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, juga belajar mengenal berbagai kosakata baru.

Yang perlu diingat adalah, tiap bayi itu unik dan berbeda satu sama lainnya. Ibu boleh saja berusaha menstimulasi perkembangan bayi Ibu, tapi setiap bayi memiliki masanya sendiri. Jika bayi Ibu tidak menunjukkan ciri-ciri perkembangan tertentu di usianya sekarang, boleh jadi ia akan melakukannya nanti. Pantau terus perkembangan buah hati dan tetap berkonsultasi dengan dokter ahli ya, Bu.