Stimulasi bunda untuk bayi 14 bulan
Source: New Health Advisor

Baruterus.com – Bayi usia 14 bulan membutuhkan asupan makanan dengan kandungan nutrisi lebih tinggi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Hal ini dikarenakan perkembangan bayi 14 bulan cukup pesat. Di usia ini perkembangan motorik dan bahasanya luar biasa. Motoriknya bisa membuat Ibu kewalahan menjaganya. Jenis makanannya sudah bisa sama dengan makanan keluarga, hanya dibedakan dalam rasa.

Ibu harus memilih makanan sehat bernutrisi tepat yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangan bayi 14 bulan. Selain itu bayi 14 bulan juga butuh stimulus untuk meningkatkan tumbuh kembangnya. Stimulus diberikan sesuai usia dan tahapan perkembangan. Stimulus tepat dan berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan bayi.

Menginjak usia 1 tahun selain mulai berjalan, bayi juga mulai mengenal kata. Bayi usia 1 tahun mulai mengucapkan kata dengan intonasi yang berbeda  untuk menunjukkan apa yang dia maksud. Perkembangan bayi 14 bulan dalam hal bahasa ditandai dengan kemampuan mengucapkan beberapa kosakata. Dia menyerap bahasa dari sekelilingnya dan menabung perbendaharaan kata. Dia juga akan belajar komunikasi interaksi dengan orangtua, pengasuh, dan orang-orang terdekatnya. Ibu perlu memberikan stimulasi agar nantinya mampu mengenali dan menggali potensi anak sejak dini.

Beberapa cara menstimulasi bicara bayi 14 bulan, yaitu :

  1. Bicara dalam bahasa yang baik dan benar.Bayi belajar dengan  cara  meniru sehingga dia perlu tahu bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, lakukan seperti Ibu biasa bicara, jangan  meniru gaya bicara anak kecil.
  2. Koreksi ucapannya yang keliru. Bila bayi Ibu mengatakan, “cucu” untuk menyebut “susu”, memang terdengar lucu, tapi Ibu harus segera merespon ucapannya dengan mengoreksi kata tersebut atau kata lain dengan pengucapan lafal yang sebenarnya.  Ibu bisa melakukan penekanan dan pemanjangan ucapan untuk kata yang ingin dikoreksi. Mengoreksi ucapan bayi namun tidak menyalahkannya. Kalau perlu ejalah suku kata tersebut agar lebih jelas. Ulangi pengucapan kata yang   benar sampai beberapa kali, sehingga akan mudah ditiru oleh bayi Ibu.
  3. Beri kesempatan berbicara.Anak yang baru belajar merangkai kalimat, butuh waktu lama untuk menyelesaikan perkataannya, ditambah ucapannya yang belum jelas. Jangan memotong perkataannya karena akan mengecilkan hatinya, nanti dia enggan bicara lagi. Bila Ibu tidak paham dengan perkataannya minta dia ulangi. Tunjukkan kalau Ibu mendengarkannya.
  4. Ajak anak ngobrol tentang apa saja. Misalnya, kegiatan sehari-hari atau kegiatan  yang sedang Ibu berdua lakukan, serta makanan apa yang ia makan dan  bagaimana menyiapkannya. Usahakan bicara dalam kalimat yang pendek. Kalau reaksi anak hanya diam saja, bukan berarti dia tidak mendengarkan. Dia menyimpan kata-kata yang Ibu ucapkan dalam ‘bank kata’ yang ada di otaknya.
  5. Ajukan pertanyaanyang berupa pilihan. Misalnya, Ibu bertanya apakah dia mau jeruk atau apel. Kalau bayi Ibu tidak mau menjawab namun hanya menunjuk pada benda yang diinginkannya, jangan langsung memberi ya, Bu. Katakan padanya nama benda itu, ucapkan berulang dan rangsang agar bayi Ibu mau mengucapkannya juga.
  6. Ajak bayi Ibu bernyanyi. Pililah lagu anak-anak yang iramanya riang, syairnya pendek dan kalimat berulang agar mudah diingat. Lirik lagu dengan bahasa yang sederhana akan lebih mudah ditiru oleh sang buah hati Ibu.
  7. Bacakan buku cerita yang bisa menambah perbendaharaan katanya. Buku yang cocok untuk bayi usia 14 bulan adalah buku dengan gambar  besar dan narasi kata yang tidak banyak, hanya fokus pada kata-kata dasar, termasuk bentuk, warna dan suara. Selingi cerita dengan bertanya pada anak mengenai cerita yang Ibu bacakan.

Lakukan stimulasi ini setiap hari agar kemampuan bicara bayi Ibu terus meningkat. Jika bayi usia 14 belum merespon ketika namanya dipanggil dan sama sekali belum pernah babbling (mengoceh), segeralah bawa ke dokter anak dan lakukan terapi tumbuh kembang dengan bantuan tenaga medis.