makanan pendamping ASI
Source: bbc good food

Baruterus.com – Alpukat seringkali menjadi buah favorit bagi Bunda untuk membuat MPASI alias Makanan Pendamping ASI.  Olahan-olahan seperti bubur bayi 6 bulan, puree, maupun jus kasar adalah olahan normal yang sering Bunda berikan pada si kecil. Tapi sayangnya, seringkali pula si kecil menolak olahan tersebut dan malah tidak mau memakannya. Padahal, Alpukat merupakan buah kaya gizi yang tentunya dapat membantu tumbuh kembang si kecil.

Nah, di bulan Ramadan ini tidak ada salahnya kalau Bunda mengkreasikan buah Alpukat menjadi varian-varian lain. Selain dapat disajikan saat takjil, kreasi olahan alpukat berikut ini akan menggugah selera makan si kecil dan membuatnya tergoda untuk mencicipi buah hijau yang satu ini.

Sajian Alpukat dengan Es Krim Susu

Siapa yang tidak tergoda dengan es krim? Tentunya bagi si keil, makanan manis yang dingin ini adalah makanan yang lebih disukai ketimbang bubur bayi yang teksturnya diambang kental dan encer. Nah, kali ini Bunda dapat mencampurkan es krim susu dengan buah Alpukat. Bagaimana caranya?

Bunda dapat membuat es krim susu sendiri dengan bahan yang tersedia di rumah, maupun membeli es krim susu yang dijual di took-toko. Untuk jenis es krim, hindari merek-merek yang terlalu manis karena Bunda belum dapat mengetahui dengan pasti jenis pemanis apakah yang digunakan oleh pabrik. Selanjutnya, potong buah Alpukat menjadi dua bagian. Kalau Bunda ingin menyajikan sajian ini untuk anggota keluarga dewasa, Bunda cukup mengambil bijinya, dan menempatkan skop es krim ke dalam cekung biji tersebut. Kalau buat si kecil, Bunda dapat memotongnya lagi seperti dadu, atau iris memanjang. Tata sedemikian rupa sehingga Alpukat berada di bawah es krim. Letakkan beberapa sendok es krim di atasnya, dan sajian Alpukat Es Krim susu dapat disajikan.

Buat di kecil yang usianya masih di bawah 12 bulan, hindari memberi sajian ini karena biasanya pernafasan si kecil masih terlalu sensitif dengan makanan yang bersifat dingin. Selain itu, hindari juga pemberian es krim yang terlalu banyak karena kandungan gizi Alpukat tidak dapat diserap tubuh secara maksimal.

Bola-bola Coklat Alpukat

Sajian coklat memang selalu jadi favorit keluarga saat bulan puasa. Sebut saja yang sedang menjadi tren saat ini, yaitu es kepal milo. Usut punya usut, es kepal yang sedang hits itu ternyata mengandung banyak kalori di dalamnya. Bunda yakin mau mencobakan hal tersebut buat si kecil? Bagaimana kalau Bunda mengolah sendiri dengan varian lain yang lebih aman di rumah?

Olahan bola-bola coklat alpukat dapat menjadi solusinya. Selain menghilangkan rasa bosan si kecil terhadap bubur bayi MPASI maupun bubur bayi instan yang biasa Bunda buatkan, sajian ini ternyata cocok untuk takjil karena rasa manisnya yang menyatu dengan gizi buah. Cara membuatnyapun cepat dan mudah.

Tentunya, dua bahan utama yang harus ada adalah buah Alpukat dan coklat blok yang nantinya dilelehkan. Kalau Bunda memiliki Alpukat yang manis, maka Bunda tidak perlu mencampurkan gula ke dalam coklat leleh. Tetapi, kalau Bunda memiliki Alpukat yang rasanya cenderung hambar, Bunda dapat menambahkan beberapa sendok makan gula ke dalam coklat yang dilelehkan. Nah, sembari melelehkan coklat, Bunda dapat memotong-motong Alpukat dan menghancurkannya dengan menggunakan sendok sampai bertekstur lembut. Bekukan selama kurang lebih 15 menit agar hasilnya lebih padat. Kalau sudah, keluarkan kembali Alpukat. Ambil beberapa sendok dan bentuk menjadi bulatan-bulatan. Segera setelah bulatan terbentuk, celupkan ke dalam coklat leleh ya, Bun.

 

Dua contoh di atas merupakan sajian olahan dari buah Alpukat yang dapat menjadi alternatif buat makanan si kecil, maupun buat takjil selama bulan puasa ini. Tentunya, olahan yang lebih menarik dapat Bunda temukan lebih jauh. Intinya, Alpukat tidak hanya dapat menjadi sajian bubur bayi 6 bulan saja, tapi dapat jadi camilan enak yang kaya gizi buat si kecil.