cara-mendidik-anak

Baruterus.com – Apakah Anda sudah menjadi orangtua yang baik bagi anak Anda? Jawaban setiap orangtua pasti Ya, saya sudah menjadi orangtua yang baik bagi anak saya. Tentu sebagian besar dari Anda para orangtua selalu berpikir bahwa Anda sudah menjadi orangtua yang baik dan sudah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun apakah kenyataannya seperti itu? Belum tentu. Apa yang sudah Anda berikan dan ajarkan kepada anak dan apakah semua itu baik? terkadang kita sebagai orangtua tidak pernah menyadari bahwa apa yang kita berikan dan ajarkan terkadang salah. Berikut artikel mengenai 5 Kebiasaan salah orangtua dalam mendidik anak.

Semua orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan tidak mungkin orangtua sengaja melakukan kesalahan dalam mendidik anak. Namun disadari ataupun tidak, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya tidak baik dalam mendidik anak. Dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat maupun lingkungan sekolah kita perlu membiasakan kebiasaaan dan ajaran yang baik bagi anak. Karena yang namanya kebiasaan, pasti dilakukan secara terus menerus. Jadi, tanpa disadari kebiasaan yang orangtua lakukan akan di ingat dan dilakukan pula oleh anak.

Kebiasaan Salah Orangtua Dalam Mendidik Anak.

            Coba ingat dan cermati, kebiasaan apakah yang menurut Anda salah namun tidak sengaja Anda terapkan dalam pola hidup Anda dan keluarga. Banyak orangtua yang merasa bahwa ia tak melakukan kesalahan dalam mendidik anak mereka. Namun nyatanya, banyak kesalahan orangtua dalam mendidik anak dan tak disadari akan berpengaruh terhadap kebiasaan sang anak bahkan karakternya. Berikut ini 5 kebiasaan salah orangtua dalam mendidik anak.

  • Pengawasan yang Kurang.

Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan oleh orangtua dalam mendidik anak adalah dengan membiarkan anak bergaul tanpa pengawasan. Sebagai orangtua kita seharusnya perlu waspada terhadap lingkungan sekitar dimana anak bergaul. Lakukan pengawasan yang cukup bagi anak ketika ia bergaul. Jangan sampai karena tuntutan pekerjaan, Anda mengesampingkan perhatian dan pengawasan terhadap anak Anda. Jika memang pekerjaan dirasa penting, akan lebih baik jika Anda menitipkan anak ke tempat penitipan anak atau saudara yang bisa mengawasi anak.

  • Gagal Jadi Pendengar yang Baik.

Salah satu cara dalam mendidik dan mengetahui bagaimana perkembangan sang anak adalah dengan menjadi pendengar yang baik bagi anak. Usahakan di setiap aktifitas anak dan ketika anak mempunyai masalah, jadilah teman bagi anak Anda dan jadi tempat berbagi. Sayangnya, tidak semua orangtua tahu bagaimana menyikapi anak bahkan tak pernah bisa mendengarkan apa yang anak maksud.

  • Kurang komunikasi.

Nah, kebiasaan ini adalah yang paling sering dilakukan oleh orangtua. Sesibuk apapun Anda tetaplah menjadi orangtua yang baik bagi anak. sempatkan untuk bertemu dan berkomunikasi. Dengan berkomunikasi maka Anda bisa lebih dekat dengan anak dan anak tidak akan menceri perhatian diluar keluarga.

  • Bertengkar didepan anak.

Perilaku dan kebiasaan orangtua yang dapat merusak karakter dan mental anak adalah bertengkar. Terkadang orangtua tak menyadari bahwa bukan hanya suami dan istri yang terlibat pertengkaran, namun anak pun ikut menyaksikannya. Apa akibatnya? Anak akan tumbuh dengan pribadi yang tidak sensitif atau bahkan muncul perasaan-perasaan tidak nyaman dan rasa ketakutan.

  • Mengukur dengan materi

Kebiasaan salah orangtua yang terakhir adalah dengan mengukur segalanya dengan materi. Dengan melakukan hal demikian, sama saja Anda mengajarkan anak Anda untuk menilai apapun dengan uang. Anak akan lebih cenderung mengutamakan materi diatas seglanya. Bahkan anak bisa saja tidak menghargai kerja keras dan proses karena yang dilihat hanyalah hasilnya saja.

Demikianlah beberapa kebiasaan salah orangtua dalam mendidik anak yang disadari atau tidak dapat memberikan pengaruh buruk bagi anak. Usahakan untuk selalu mengevaluasi diri apakah didikan yang selama ini dilakukan sudah baik atau jadi kebiasaan yang kurang baik. Terimakasih.