Saat hamil adalah saat-saat yang paling menyenangkan untuk seorang perempuan, karena ada banyak sensai dan pengalaman baru yang mereka dapatkan. Baik itu untuk ibu yang baru pertama kali hamil atau yang sudah memiliki pengalaman hamil sebanyak dua bahkan lebih. Dan salah satu sensasi yang paling menegangkan adalah posisi tidur ibu hamil di trisemester dua juga tiga. Ditambah lagi dengan bulan puasa yang terkadang membuat hawanya ingin selalu tidur untuk siapapun yang menjalankan, tidak terkecuali dengan ibu hamil.

Pada trisemester dua perut ibu hamil akan tampak semakin besar seiring dengan pertambahan usia kandungan, dan hal tersebut membuat kenyamanan ibu menjadi lebih sulit. Hampir perempuan yang hamil akan langsung merasa cemas dengan posisi tidur ibu hamil yang seharusnya. Tetapi sebenarnya hal tersebut tidak perlu dicemaskan, karena pada hakikatnya tubuh ibu sudah diciptakan dengan begitu unik sehingga memberikan perlindungan pada janin.

Dan tambahan lagi, untuk sang janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil pastinya tidak akan pernah merasakan tidak nyaman karena keberadaannya mengapung dalam cairan ketuban, jadi mempunyai ruang sendiri untuk bergerak bebas. Meski demikian, Anda juga harus hati-hati dalam memilih posisi tidur, seperti tips dibawah ini:

 

1. Tidur Dengan Posisi Tengkurap
Untuk trisemester pertama posisi ini mungkin cukup aman untuk ibu hamil. Meski demikian, hal tersebut tidak akan berlangsung lama, karena pembesaran pada payudara Anda akan merangsang payudara jadi lebih sensitive sehingga menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap.

Dan saat sudah mulai membesar (awal 14 minggu), tidur dengan posisi tengkurap ini Anda akan merasa tidak nyaman. Karena Anda harus menyokong paha dengan bantal atau selimut tebal untuk dapat tidur tengkurap akibat dari perut yang mulai membesar.

 

2. Tidur Dengan Posisi Terlentang  

Untuk usia kehamilan 16 minggu, posisi aman untuk ibu hamil, dengan tidur posisi terlentang ini Anda akan meletakkan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tetapi tidur dengan posisi ini ada beberapa risikonya, diantaranya adalah meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, gangguan pada pencernaan, mengganggu jalan pernapasan serta sirkulasinya. Tidak hanya itu saja, posisi tidur ini juga dapat mempengaruhi tekanan darah pada trisemester dua dan tiga. Bahkan terdapat kasus pada beberapa wanita, dapat menyebabkan penurunan darah yang membuat kepala terasa pusing, parahnya akan meningkatkan tekanan darah. Jadi bila Anda memiliki kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi , tidur pada posisi terlentang tidak disarankan oleh dokter dan kandungan manapun.

3. Tidur Dengan Posisi Miring

Untuk sebagian dokter dan ahli kandungan menyarankan ibu hamil untuk tidur dengan posisi miring. Namun sampai saat ini belum ada penelitian lebih lanjut lagi mengenai posisi tidur yang aman untuk wanita hamil. Sebaliknya seperti diawal tadi, sangat disarnkan setelah kehamilan   16 minggu, ada baiknya Anda tidur dengan posisi miring ke sebelah kiri, dengan tidur posisi ini Anda akan mendapatkan keuntungan, diantaranya untuk bayi Anda akan mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke  plasenta. Itu karena adanya vena besar (vena cava inferior ) dibagian belakang sebelah kanan svina yang mengembalikan aliran darah ke tubuh bagian bawah ke jantung Anda. Yang ternyata juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh Anda, sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki juga tangan.

Namun bila Anda sudah tidak nyaman tidur dengan posisi miring kiri, Anda juga dapat merubah posisi miring ke kanan. Buatlah posisi tidur ibu hamil yakni Anda selama bulan puasa senyaman mungkin. Bila Anda sedang dalam perjalan mudik dengan kendaraan pribadi seperti mobil, aturlah bangku pada mobil senyaman mungkin. Jangan lupa bawa bantal untuk membantu Anda tidur selama perjalanan agar tidak pegal saat bangun.

Semoga artikel ini bermanfaat…