persiapan melahirkan

Baruterus.com – Perjuangan bunda tiada tara sudah bukan pernyataan yang bisa dibantah. Rasa bersalin kerap diibaratkan patah tulang di sekujur tubuh. Tidak heran, persiapan melahirkan dicari banyak bunda guna mendapatkan pengalaman bersalin yang ‘tenang’. Sungguh langkah yang bijak memang jika bunda sudah tahu lebih dulu apa yang harus dilakukan guna masa depan buah hati yang lebih cerah.

Baik orang tua yang sudah beranak dua sampai dengan orang tua anak pertama, semua butuh pengetahuan setara. Namanya masa mengandung saja, sudah berbeda pada tiap perempuan apalagi bersalin. Supaya, tidak bingung dan makin mantap simak daftar persiapan bersalin berikut ini :

  1. Tutup mata , telinga, dan mulut

    Hear no evil, speak no evil, see no evil.
    Peribahasa barat diatas berarti “Tidak mendengar kejahatan, tidak bicara jahat, tidak melihat kejahatan”.  Menurut psikologis, mendengar hal buruk saja sudah berpengaruh pada kepercayaan seseorang. Menjadi saksi (lihat) berarti yakin, dan mengatakan hal buruk seolah menanamkan aura baik positif dan negatif dalam hati.

    Era globalisasi membuat segala jenis informasi bertebaran dengan bebas, masuk telinga kanan kadang merasuk ke otak, atau setidaknya tidak sengaja melihat. Berita mengenai persalinan yang tidak lancar, serta testimoni bunda yang tidak beruntung bisa menimbulkan rasa takut yang tidak perlu dalam diri ibunda.

    Negativitas memang diperlukan guna melihat sisi gelap dalam hidup, tapi dalam kasus kehamilan, kepercayaan diri bunda jauh lebih penting. Bunda tidak perlu melihat berita atau kabar negatif seputar kehamilan dan mulai berkonsentrasi pada diri sendiri saja. Penggemar media sosial cenderung menemukan berita tidak mengenakkan, jadi kalau memang perlu tutup akun bunda sampai hari persalinan.

  2. Mandi air hangat
    Olahragawan tentu sudah paham enaknya mandi air panas usai latihan keras. Nah, efek enak dari air panas sebetulnya disebabkan badan rileks dan permukaan kulit (pori – pori) bernafas dengan leluasa. Perasaan seolah dipeluk orang tersayang memang bisa bikin siapa saja senang, bahkan janin dalam kandungan.

    Bicara mengenai air panas, dan pelukan, tidak ada yang mampu bersaing dengan berendam. Kalau kamar mandi bunda memang punya bath tub, inilah saat paling tepat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Ketika estimasi masa bersalin semakin dekat, cobalah menyediakan waktu meski hanya lima belas menit untuk berendam.

    Tidak semua orang di Indonesia punya bath tub, tenang saja, shower selalu bisa menyediakan air panas. Baik shower dan bath tub keduanya sama – sama punya kelebihan, kendati demikian ada 1 faktor penting yang tak boleh terlewatkan yakni aroma. Indera penciuman punya akses unik dalam tubuh dimana seseorang bisa merasa lebih nyaman.

    Bath bomb tengah populer di kalangan anak muda. Campuran soda dan sabun ini menawan hati banyak orang dengan ledakan aroma dan efek lembut yang diperoleh. Kalaupun bunda memakai shower, pilih shower gel beraroma buah, lavender, atau aroma lain yang bunda rasa membuat hati lebih tentram teruma kala melahirkan. Jangan lupa konsultasi dengan dokter guna memastikan ketuban tidak pecah mendadak kala menikmati tetesan air panas.

  3. Bawa barang
    Manusia punya ikatan emosional dengan suatu barang yang cukup sulit dijelaskan. Beberapa penelitian menunjukkan emosi seseorang bisa dikontrol lebih mudah dengan kehadiran sesuatu yang berharga secara afektif. Hal ini menjelaskan kenapa anak kecil tidak mau lepas dari boneka atau mainannya.

    Percaya tidak percaya, hormone kehamilan yang seolah mengontrol rasa ngidam ini juga mampu membangkitkan emosi pada suatu benda maupun manusia. Kalau memang kehangatan tangan suami sudah cukup membakar semangat maka dorongan tambahan tidak dibutuhkan. Bila ada sumber lain segera cari.

    Namanya bahagia tidak perlu mahal. Semisal saja, bunda punya kaus kaki pemberian orang tua yang entah kenapa memberi perasaan gembira. Tidak ada yang melarang bunda membawa benda ke dalam ruang persalinan selama masih batas wajar. Apapun yang bisa membantu persalinan termasuk kategori sah.

  4. Minta dukungan
    Persalinan tidak bisa dilakukan sendirian, selalu butuh bantuan orang lain. Komunikasi dengan suami mengenai apapun yang sedang dirasakan akan sangat membantu bunda mendapat kepercayaan diri. Di lain pihak, suami juga harus sadar bahwa dirinya masuk dalam ‘medan perang’ persalinan sehingga harus siap menanggapi bunda.

    Manusia termasuk mahluk sosial. Interaksi menjadi segala – galanya menurut kedua belah pihak. Dalam persiapan melahirkan sekalipun, kesanggupan seseorang dipengaruhi oleh keberadaan dukungan dari berbagai pihak. Bunda bisa mengundang mertua, sampai dengan kenalan dari komunitas kehamilan untuk saling berbagi dukungan di hari persalinan. Penting diingat bunda sebaiknya tidak berjuang sendirian.

  5. Sadari rasa takut

Dalam hidup ini, semua orang punya rasa takut. Perasaan was was terhadap sesuatu bukan lagi hal yang patut dipertanyakan. Justru, rasa waspada merupakan bentuk pertahanan diri manusia. Tanpa adanya rasa takut, tentu manusia akan terus mengulang kesalahan yang sama atau bahkan tidak mencoba mempersiapkan diri sama sekali.

Kadangkala, bunda akan merasa sangat takut hingga menjadi rasa marah. Amukan yang diterima ibu hamil memang bisa bikin kaget siapa saja yang mendengar. Parahnya lagi, suami kena pertama sehingga bisa menyebabkan cek cok dan drama. Kedua belah pihak, baik ayah maupun ibu harus sadar bahwa rasa takut menjadi orang tua bisa muncul kala persalinan semakin dekat. Persiapan melahirkan yang terakhir adalah menyadari bahwa tidak apa – apa merasakan takut sebelum melahirkan.