menu makanan bayi 6 bulan

Baruterus.com – Ramadan mau datang! Wah, pasti tidak sabar menunggu tabuh bedug di kala maghrib berbuka puasa. Menjalankan Sunnah Rasulullah sallā llāhu ʿalay-hi wa-sallam dengan makan 3 biji kurma untuk membatalkan puasa seolah membantu kembalinya energi. Bagaimana dengan si kecil ? Hanya karena bayi tidak puasa, haruskah dirinya diasingkan tanpa menikmati hidangan yang sama? Ayo susun menu makanan bayi 6 bulan.

Kebersamaan keluarga sangat baik untuk psikologis anak. Tanpa adanya kebersamaan, rasa terasing akan sangat menganggu kejiwaan anak di masa depan. Melibatkan anak di meja saat berpuasa dengan memberi kedudukan sama rata yakni hidangan berbahan mirip membuat bayi merasa terlibat. Memperkenalkan kurma pada bayi tidak hanya menambah keeratan namun juga manfaat kesehatan.

Biasanya usia 6 bulan gigi belum muncul, akan tetapi manfaat gigi itu sendiri cukup penting. Bagaimana tidak ? kalau tidak dipersiapkan, bisa – bisa gusi tidak siap menyambut kedatangan erupsi gigi atau tumbuh gigi pertama. Gusi harus terbiasa dengan segala serangan di masa mendatang.

Manfaat kurma untuk bayi yang pertama terletak pada gigi. Dengan sering mengkonsumsi kurma dengan tekstur yang cukup lengket, melatih gigi dan gusi si kecil sehingga lebih kuat di masa depannya. Rasa manis pada kurma merangsang bayi untuk tetap berusaha menghabiskan kurmanya. Cobalah memberi potongan kurma begitu si kecil terbiasa dengan rasa maupun teksturnya.

Pencernaan bayi cukup sensitif. Bahkan rumah sakit maupun klinik kebanjiran permintaan untuk mengatasi sakit perut pada bayi setiap harinya. Kalau bisa digambarkan lebay, dokter bisa – bisa tutup mata insting sudah bisa jalan tiap ada pasien bayi dengan masalah perut. Lucu walau ironis di saat bersamaan dimana anak tanah air malah kesulitan pada pencernaan.

Salah satu penyebab gangguan pencernaan adalah kehadiran bakteri jahat di dalam perut. Kalau tidak cepat dilawan, bakteri makin ‘ngelunjak’, berpesta pora, menjadikan penderitaan bayi semakin parah. Kehadiran kurma ternyata mampu ‘menenangkan’ bakteri – bakteri jahat sehingga gangguan pencernaan bisa menjauh dari si kecil.

Gangguan kesehatan paling umum kedua adalah demam terlebih di musim hujan. Fisik si kecil masih sangat lemah, segala perubahan cuaca mendadak membuat tubuh mungilnya kurang bisa beradaptapsi dengan cepat. Kenaikan suhu bisa bikin orang tua pusing tujuh keliling apalagi kalau sudah disertai tangis. Demam yang seolah penyakit enteng di kalangan dewasa malah tingkat tinggi pada bayi.

Nutrisi dalam satu biji kurma kecil sangatlah banyak. Bangsa arab banyak menggunakan kurma ketika anak – anaknya sakit. Di tanah air sendiri fungsi kurma kala demam tidak banyak diketahui, padahal jika dipraktekkan bisa mengurangi penderitaan bayi tanpa harus panik, lari tergopoh – gopoh minta bantuan dokter.

Cara membuat obat kurma di kala bayi demam tergolong mudah dan tidak merepotkan, hanya butuh sedikit kesabaran. Teknik infus pada makanan adalah teknik paling tepat guna memanfaatkan kurma sebagai pereda demam. Infus yang dimadsud disini adalah merendam bahan makanan dalam suatu cairan untuk beberapa saat hingga rasa keduanya bersatu.

Siapkan susu hangat, dan kurma yang sudah dipotong – potong. Masukkan potongan tersebut dalam susu dan tunggu. Perlahan tapi pasti susu berubah warna menjadi keruh, pertanda kurma sudah mulai meresap dalam susu. Hidangkan pada si kecil terutama ketika bayi baru saja sembuh dari demam atau sedang demam sekalipun. Kesegaran yang diberikan kurma sangat membantu bayi berjuang melawan kuman.

Bila minum susu saja, mungkin tidak terlalu masalah karena toh teksturnya sama dengan air susu ibu. Pertanyaan selanjutnya apa yang bisa dilakukan agar bayi mau makan kurma tanpa harus merubahnya menjadi bagian susu ?

Alpukat misalnya. Buah satu ini cukup populer di kalangan bayi, ditambah dengan tekstur krim menggoyahkan ‘iman’ bayi untuk demo tolak makanan selain susu. Menambahkan kurma ke dalam kurma bisa membuat bayi tidak sadar ada benda asing di dalamnya.

Biji kurma tentu saja harus dihilangkan. Mengingat bayi 6 bulan belum memiliki gigi kuat, turunkan standar kurma menjadi lebih empuk. Kurma bisa terlalu keras untuk dimakan, sehingga mengolah kurma sebelum dihidangkan adalah langkah bagus. Seperti halnya buah lain, merebus bisa menjadi solusi, meskipun kukus jauh lebih baik.

Rebus buah kurma memang bikin empuk, tapi bisa menghilangkan nutrisi di dalamnya. Kukus lebih halus namun tetap efektif. Sediakan saja waktu secukupnya sambil perlahan mengecek kondisi kurma. Pastikan kurma benar – benar empuk sampai mudah ditelan tanpa usaha sama sekali.

Sekali kurma lebih empuk dan layak makan, baru coba hidangkan. Potong kurma menjadi kecil – kecil super mini kalau bisa sampai tidak terlihat jelas kalau kurma. Sebarkan dalam alpukat yang sudah ditumbuk, barulah hidangkan. Sadar atau tidak bayi akan mencoba kurma tanpa merasa dipaksa.

Memilih kurma seperti memilih jodoh. Jangan sampai salah kalau tidak romantisme alias bagian bagus sulit diperoleh. Ada banyak jenis kurma, meski kalau dilihat sekilas bentuknya sama. Kurma yang belum matang cenderung menimbulkan alergi. Bila ayah atau bunda membeli kurma bukan di tanah air alias tanah arab, tanyakan manakah unripe dates karena jenis satu ini berbahaya bagi bayi.

Seiring dengan berjalannya waktu, mengajak anak makan di meja yang sama, membiasakan lidah anak dengan kurma selama Ramadan bisa menimbulkan kebiasaan baik. Kebaikan dimulai dari menu makanan bayi 6 bulan, menarik bukan ?