bubur bayi 6 bulan
Ibu Dan Mama

Baruterus.com – Keinginan selalu memberikan yang terbaik untuk buah sudah menjadi naluri orang tua manapun. Tumbuh kembang bayi baik secara fisik maupun psikologis terletak pada bubur bayi 6 bulan. Mengapa? 6 bulan merupakan usia yang disarankan mulai memberikan makanan padat yang telah diolah menjadi bubur. Kebaikan dalam bubur bisa diperoleh dan dimanfaatkan guna keperluan pertumbuhan tubuh.

Tidak semua hal baik memberikan manfaat pada bayi. Ada beberapa bubur bayi 6 bulan memicu alergi misalnya. Beberapa bahan makanan yang dirasa menyehatkan ternyata menyimpan bahaya dibalik bentuknya yang tak berdaya. Sebagai orang tua, tidak hanya cara perkenalan bubur bayi 6 bulan saja yang dipikirkan, melainkan pemilihan menu itu sendiri.

Dunia kedokteran sudah semakin maju, deteksi bahaya pada makanan bisa diketahui lebih cepat. Bila ayah bunda tidak ingin mengambil resiko, tes darah untuk mengetahui potensi alergi bisa dilakukan. Nanti, dokter akan mengambil sampel darah dan menguji coba sesuai prosedur guna menemukan beberapa zat yang bisa diterima oleh tubuh. Tentu saja, pilihan tes darah sedikit memakan biaya maupun waktu meski efektifitas cukup tinggi.

Pada perkenalan bubur bayi pertama kali, tidak disarankan untuk memaksa bayi menghabiskan buburnya dalam satu waktu. Bagi bayi, mencoba makanan pertama kali tidak jauh berbeda dengan orang dewasa diminta melakukan hal jauh di luar kebiasaan. Rasa takut, khawatir, cemas, akan subtansi baru, asing, dengan tekstur dan rutinitas lain biasa muncul dalam diri manusia, bahkan bisa dibilang naluriah.

Hanya karena bayi masuk tahap konsumsi makanan padat, bukan berarti bayi dilarang keras meminum air susu ibu lagi. Sebenarnya, secara kesehatan selama bayi belum mencapai usia dua puluh empat bulan, atau 2 tahun, air susu ibu masih bermanfaat baginya. Berikan waktu menyusui yang normal seperti jaman sebelum usia 6 bulan, toh, perut bayi sudah makin membesar sehingga pemberian air susu ibu seharusnya tidak cukup memuaskan nafsu lapar.

Gusi bayi masih sangat lemah sehingga pemilihan alat makan membutuhkan waspada. Sendok plastik jauh lebih rentan akan tetapi lebih empuk dibanding sendok logam. Ukuran sendok juga harus diperhitungkan, jangan sampai terlalu besar, dan tidak terlalu kecil. Sendok terlalu besar tidak akan muat masuk dalam mulut dan bisa melukai gusi, sedangkan sendok terlalu kecil akan punya ruang terlalu lebar sehingga penempatan makanan menjadi kurang praktikal.

Acara makan bubur pertama kali bukan sesuatu yang dinanti bayi. Sifat pemberontak bayi masih melekat kuat seperti halnya semua manusia dari segala umur. Bunda atau ayah bisa mencoba meletakkan beberapa bubur di ujung sendok dan sodorkan ke mulut bayi. Kemungkinan besar bayi tidak akan ‘mencaplok’ bubur tersebut melainkan mencium – cium saja. Biarkan bayi terbiasa paling tidak dengan bau bubur dan coba lagi besok.

Hari kedua, bayi yang sudah mengenal bau makanan akan merasa lebih berani untuk merasakan hal baru dengan lidahnya. Ayah bunda bisa mendapati bayi mulai menyantap bubur meskipun butuh waktu lama mengkunyah makanan. Pada banyak kasus, bayi hanya mau memakan satu sampai dua sendok makan saja sebagai permulaan. Orang tua tidak perlu melabel bayi sulit makan karena toh, kondisi satu ini cukup normal.

Tidak semua bayi bisa terbiasa dengan rasa, meskipun sudah melahap sendok sekalipun, kemungkinan bayi akan memuntahkannya kembali tetap ada. Sebelum usia 6 bulan, hanya tekstur, bau, dan rasa susu ibu saja yang dikenal olehnya. Mengatasi masalah satu ini cukup mudah, pada saat pengolahan bubur bayi, sebaiknya bunda menambahkan air susu ibu ke dalamnya barang beberapa tetes saja. Saat bayi merasa ada unsur yang familiar dari suatu makanan bisa memperkecil kemungkinan dimuntahkan.

Setelah beberapa sesi makanan, orang tua mendapati buah hati sudah tidak lagi rewel dan mulai santai makan bubur. Tantangan kedua berarti siap dimulai. Lain cerita dengan air susu ibu yang dengan ajaib bisa memenuhi kebutuhan gizi anak, makanan perlu keseimbangan dari beragam bahan sebelum mencapai kebutuhan nutrisi anak harian. Saatnya penyusunan menu makanan dimulai.

Berganti – ganti menu makanan dalam waktu berdekatan bisa menimbulkan bahaya. Pencernaan bayi masih terbilang lemah sehingga orang tua harus memberi perhatian ekstra. Cobalah memberi makanan baru setelah bayi terbiasa dan tunggu 2 – 3 hari sebelum lanjut ke makanan selanjutnya. Perhatikan apakah ada reaksi alergi pada bayi entah dalam bentuk gatal atau muntah – muntah.

Selain tes darah yang telah dijelaskan sebelumnya, ada lagi cara identifikasi alergi pada anak dengan membuat hipotesa hubungan. Kebanyakan alergi yang dialami individu berkaitan dengan alergi yang dimiliki keluarga dalam satu garis keturunan. Bila suami atau istri pernah mengidap alergi kacang, kemungkinan bayi alergi kacang semakin besar.

Keturunan tidak hanya berhenti pada ayah dan ibu. Namanya perkawinan melibatkan dua keluarga, dimana garis turunan berlanjut pada bayi. Alergi dari keturunan bisa diperoleh dari salah satu anggota keluarga yang sudah sepuh sampai tiada sekalipun. Pelajari dengan baik dan sebaiknya menghindari makanan berpotensi memicu alergi.

Sekarang bunda dan ayah sudah lebih paham mengenai alergi dan cara pengenalan bubur bayi. Tanamkan pada diri ayah dan bunda bahwa masa depan dan kesehatan bayi ada di tangan orang tua. Tantangan pemberian bubur bayi 6 bulan mungkin lebih banyak dibanding yang telah disebutkan, namun semua pasti ada jalan.

Menyiapkan makanan untuk bayi memang butuh waktu, kenapa ayah bunda tidak mencoba Nestle Cerelac Kacang Hijau? Sekarang sudah ada ukuran ekonomis loh untuk dicobakan bayi.