perkembangan bayi 2 bulan
Source: Pinterest

Baruterus.com – Saat bayi Ibu mulai memasuki bulan-bulan pertama kehidupannya, Ibu pasti akan sangat perhatian pada perkembangan secara fisiknya. Mulai dari anggota tubuh, indera penglihatan, tekstur kulit dan lainnya. Padahal ada satu perkembangan bayi yang wajib juga Ibu pantau, yaitu perkembangan bayi 2 bulan dari sisi emosional. Sebenarnya apa sih emosi itu sendiri? Emosi adalah sebuah respon yang dihasilkan dari rangsangan-rangsangan yang mengakibatkan perubahan fisiologis yang disusul dengan timbulnya perasaan yang kuat.

Ada beberapa jenis emosi yang biasanya diekspresikan oleh bayi di antaranya :

1.Menangis

Salah satu cara awal bayi berkomunikasi dengan dunia luar adalah dengan menangis. Tangisan sendiri sangat diperlukan pada awal bayi lahir untuk mendeteksi adanya udara di dalam paru-paru. Ada tiga tipe tangisan pada bayi yaitu tangisan dasar yang memiliki pola berirama. Tangisan jenis ini biasanya dikarenakan bayi merasa lapar. Yang kedua adalah tangisan marah yaitu tangisan yang akan terdengar lebih bervariasi daripada tangisan dasar. Dan yang ketiga adalah tangisan sakit, yaitu tangisan yang disebabkan rangsangan rasa sakit. Tangisan jenis terakhir ini biasanya memiliki intensitas tinggi dan cenderung melengking.

2.Senyum

Salah satu perilaku berkomunikasi dasar penting lainnya selain menangis adalah tersenyum. Perkembangan bayi 2 bulan juga dapat dibedakan dari sisi emosional lewat cara tersenyum ini. Ada dua jenis senyuman yang dilakukan bayi pada umumnya, yang pertama adalah senyuman reflex dan yang kedua adalah senyuman sosial. Pada senyuman reflex, bayi dengan spontan tersenyum tanpa adanya respon dari luar dan biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan. Sementara senyuman sosial adalah senyum yang terjadi pada bayi ketika mendapatkan rangsangan dari luar yang biasanya adalah merupakan respon dari suatu wajah yang dilihat bayi. Senyuman sosial ini akan mulai terjadi pada saat usia bayi menginjak dua bulan.

3.Perkembangan secara attachment

Attachment sendiri merupakan sebuah istilah yang pertama dikenalkan oleh J. Bowbly pada tahun 1958 untuk mendeskripsikan ikatan emosional antara  Ibu dan bayi. Sebagian besar ahli psikolog menganggap bahwa attachment pada bayi inilah yang akan menjadi dasar utama pembentukan kehidupan social bayi di masa yang akan datang. Menurut J. Bowbly sendiri, pada tahu pertama kehidupan bayi Ibu, attachment ini sangat penting karena secara naluri Ibu dan bayi akan memiliki kebutuhan dan keinginan untuk membentuk suata rasa terikat satu sama lain.

Pada bayi yang baru lahir pun sesungguhnya sudah memiliki perasaan sosial untuk melakukan interaksi dan penyesuaian secara sosial kepada orang lain. Hal inilah yang mendasari bayi di belahan dunia mana saja pasti melakukan kontak dan ikatan sosial yang sangat kuat dnegan orang yang merawat dan mengasuhnya terutama pada Ibu.

Perkembangan bayi usia 2 bulan secara emosional bisa dilihat dari kontak sosial pertama yang dilakukan bayi dengan yaitu saat bayi mulai akrab dan tersenyum saat melihat wajah Ibu. Hal inilah yang akan semakin mempererat hubungan ibu dan anak.

Perkembangan bayi usia 2 bulan secara emosional dapat dikategorikan sebagai tahap attachment is the making. Tahapan ini di mana bayi mulai mengakui keberadaan orang-orang yang dikenalnya dan mulai menyukai hingga tersenyum pada orang terdekat.

Pada usia 1-2 bulan pertama, sistem penglihatan bayi akan mulai berkembang di mana pada level ini bayi akan memasuki saat di mana interaksi sosialnya mulai terjadi. Saat melihat wajah sang ibu, bayi akan menatap lama dan mulai memainkan matanya. Pada usia seperti inilah Ibu akan mulai merasa sang bayi memandang tepat ke arahnya. Pangdangi wajah bayi Ibu dengan tatapan ramah dan senyuman hangat, ya. Ini waktu yang tepat untuk mempererat ikatan Ibu dan anak yang akan diingat hingga bayi tumbuh besar nanti.