Plasenta Previa
Source: HelloSehat

Baruterus.com – Plasenta adalah organ yang terbentuk selama kehamilan. Plasenta ini terbentuk selama kehamilan. Organ ini berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi janin, membuang sisa metabolisme janin, dan memproduksi hormon untuk mempertahankan kehamilan. Pada kondisi normal plasenta terletak melekat pada bagian atas rahim dan jauh dari leher rahim.

Sedangkan, plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta atau ari-ari terletak di bagian bawah rahim dan dapat berpotensi untuk menutupi sebagian atau  seluruh servik. Plasenta previa dapat dideteksi saat kehamilan memasuki usia minggu ke-20. Plasenta previa ini bisa terjadi pada 1 dari 200 ibu hamil.

Kondisi ini sangat berisiko menimbulkan pendarahan berulang terutama menjelang persalinan. Karena plasenta ini dapat terpisah dari dinding rahim saat serviks mulai melebar (terbuka) selama persalinan. Sehingga plasenta letaknya berubah menjadi di bagian bawah rahim. Karena letaknya di bagian bawah rahim, sehingga berpotensi untuk menutupi serviks.

Berdasarkan letaknya, maka kondisi plasenta previa ini dibagi menjadi:

  1. Complete previa: plasenta melekat rendah di leher rahim dan menutupi secara keseluruhan jalan lahir
  2. Partial previa: plasenta melekat rendah di leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir
  3. Marginal previa: plasenta melekat rendah di leher rahim namun tidak menutupi jalan lahir

Namun apakah plasenta previa ini dapat sembuh? Dan jawabannya iya, plasenta previa ini pada kebanyakan kasus dapat sembuh sendirinya seiring dengan pembesaran rahim. Sehingga plasenta ikut bergerak lebih tinggi dan menjauhi leher rahim. Saat kondisi itu terus berlangsung bahkan menjelang persalinan, risiko pendarahan sedang mengintai Anda. Anda tentunya akan kehilangan banyak darah. Sehingga ibu hamil yang memiliki plasenta previa biasanya akan melahirkan bayi sebelum tanggal perkiraan persalinan dengan jalan operasi sesar.

Plasenta previa ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun plasenta previa lebih sering meningkat pada wanita hamil pada keadaan beberapa hal berikut:

  1. Memiliki lebih dari satu anak
  2. Pernah melahirkan secara sesar
  3. Pernah mengalami pembedahan di rahim
  4. Pernah melahirkan bayi kembar
  5. Kehamilan wanita usia 35 tahun atau lebih

Tanda dan gejala plasenta previa bervariasi, namun gejala yang paling umum adalah perdarahan tanpa rasa sakit selama trimester ketiga yang terjadi berulang dan perlahan-lahan.

Jika Anda didiagnosa memiliki plasenta previa, dokter atau bidan Anda akan memantau Anda dan bayi Anda untuk mengurangi risiko komplikasi serius ini: 1) Pendarahan. Perdarahan vagina yang parah dan mungkin mengancam jiwa dapat terjadi selama persalinan atau pada beberapa jam pertama setelah melahirkan. 2) Kelahiran prematur. Pendarahan yang parah bisa memicu operasi darurat sebelum bayi Anda dalam kondisi sempurna.

Ibu hamil yang mengidap plasenta previa biasanya akan disarankan oleh dokter untuk banyak beristirahat dan harus melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit lebih sering. Kebanyakan dokter merekomendasikan wanita yang sedang mengalami plasenta previa untuk menghindari hubungan intim, membatasi perjalanan, dan mengindari pemeriksaan pelvis.

Penangangan plasenta previa ini bergantung pada usia kehamilan, banyaknya pendarahan, dan jenis plasenta previa. Jika usia janin ibu hamil belum mencapai usia persalinan, maka ibu hamil harus beristirahat, diberikan hematinik untuk mencegah anemia, diberikan tokolitik untuk mengurangi kontraksi, pemeriksaan USG rutin, dan cek darah.

Jika sang ibu mengalami pendarahan maka ibu hamil harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah dan operasi sesar. Operasi ini dilakukan tanpa memperhatikan lamanya kehamilan.