anak usia dini adalah
Source: pexels.com

Baruterus.com – Apa itu golden year?

Golden Year atau Usia Emas, adalah masa-masa penting ketika otak anak berkembang dengan pesat. Usia Emas terjadi di awal kehidupan manusia yaitu pada rentang usia 0-6 tahun. Pada golden year, anak memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyerap berbagai informasi. Golden year bagi anak usia dini adalah masa penting yang tidak bisa terulang dan akan memengaruhi masa depan mereka.

Segala bentuk informasi yang diterimanya pada usia ini akan mempunyai dampak di kemudian hari. Intelligence Quotient (IQ) yang dimiliki seseorang ketika dewasa, 50% dicapai pada masa golden year. Orang tua memiliki peran besar dalam mendidik dan mengembangkan potensi serta kecerdasan anak.
Untuk mengoptimalkan perkembangan anak di masa golden year, mereka membutuhkan nutrisi yang cukup. Selain itu, mereka juga membutuhkan banyak stimulasi dari lingkungannya.

Pentingnya Eksplorasi

Seiring dengan pertumbuhannya, rasa ingin tahu anak terhadap segala sesuatu di sekitarnya terus meningkat. Main kotor-kotoran, bermain hujan, bagi bocah usia dini merupakan bentuk eksplorasi mereka untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang dunia. .

Mengeksplorasi dunia baik di dalam maupun di luar rumah penting bagi perkembangan emosional, sosial dan fisik anak. Dengan cara itu anak belajar lebih banyak tentang dunia dan cara kerjanya. Ini merupakan hal penting bagi masa depan mereka kelak. Tidak hanya dengan melihat, perkembangan anak akan lebih maksimal jika mereka bisa menyentuh, merasakan, mencium suatu objek. Dengan kata lain, anak perlu berlatih untuk menggunakan seluruh inderanya.

Dengan berekplorasi, anak juga akan mengembangkan kemampuan-kemampuan motorik yang penting. Tidak hanya meningkatkan kemampuan, kebebasan untuk melakukan berbagai hal juga akan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Membuat mereka memiliki mental “aku bisa.” Hal sebaliknya akan terjadi jika orang tua malah mengekang anak untuk melakukan eksplorasi.

Peran Ayah dan Ibu

Bagi orang tua, eksplorasi terdengar seperti sesuatu yang hanya bisa dilakukan di tempat-tempat berbahaya di luar sana. Padahal, eksplorasi juga bisa dilakukan di dalam rumah. Daripada mengekang anak untuk menejelajahi dunianya, orang tua bisa ikut berperan aktif melakukan eksplorasi bersama anak dengan memerhatikan beberapa tips berikut:

Awasi dari jauh. Setelah menyediakan benda-benda yang dibutuhkan anak untuk melakukan aktivitasnya, tahan keinginan Anda untuk terlalu mengatur. Biarkan anak melakukan cara yang mereka inginkan. Tidak usah ikut camput kecuali jika ada kemungkinan anak mengalami cedera.

Koreksi jika perlu. Jika anak melakukan hal-hal yang berbahaya seperti melempar-lempar batu, menggigiti crayon, dan lain-lain jelaskan dengan lembut kegunaan sebenarnya dari benda-benda tersebut, misalnya: “krayon itu untuk mewarnai bukan untuk dimakan” atau “kursi itu untuk duduk bukan tempat tidur.” Hindari memberikan rekasi yang terlalu keras. Jika cara itu belum berhasil, coba alihkan perhatian mereka dengan mengajaknya melakukan kegiatan lain.

“Bersabarlah di Jalan.” Anak bisa penasaran pada apa saja. Bentuk mobil, warna rumah, wajah orang asing, bau makanan di kaki lima, dan lain-lain. Mereka tidak akan berhenti menanyai Anda tentang banyak hal ketika diajak keluar rumah. Anda mungkin akan merasa lelah menjawab pertanyaan mereka yang seolah tidak ada habisnya. Tetapi, itu justru kesempatan yang bagus untuk menjelaskan banyak hal pada anak. Jadi, bersabarlah.

Jangan lupakan nutrisi. Untuk bisa optimal menjelajahi dunia, syarat utama tentu adalah badan yang sehat. Pemenuhan nutrisi bagi anak di usia dini adalah tugas penting orang tua yang tak boleh terlewat. Berkreasilah untuk memberinya berbagai macam asupan nutrisi dengan resep-resep yang mereka sukai.

 

Ide eksplorasi di dalam dan luar rumah yang bisa Anda coba bersama anak usia dini adalah:

Bermain cermin. Ajak anak bercermin kemudian minta mereka menunjukkan bagian-bagian tertentu di wajah mereka.

Merangsang sentuhan. Berikan anak mainan seperti malam atau squishy dan biarkan mereka merasakan berbagai jenis tekstur.

Bermain bola. Ajari anak menendang, melempar dan menangkap bola.

Berkenalan dengan alam. Bawa anak untuk berkeliling di taman dekat rumah kemudian ajak mereka mengumpulkan berbagai jenis daun, bunga dan serangga.

Berenang. Pergi ke kolam renang bisa menjadi acara yang seru bukan hanya bagi pengalaman eksplorasi anak tetapi juga rekreasi bagi seluruh keluarga.