penyebab keguguran

Baruterus.com –  Kehamilan memang menggembirakan. Anugrah yang indah terlebih pada pasangan yang memang mengharapkan kehadiran buah hati sebagai bagian rumah tangga. Bayangan bagaimana lucunya tawa malaikat kecil nantinya sudah tertanam di kepala, siap melepas imajinasi tiap ada kesempatan. Sayang, hidup terkadang tidak adil. Entah penyebab keguguran apa tapi baru beberapa minggu takdir meminta pasangan bersabar lebih lanjut, menanti datangnya kesempatan kedua. Memang berat, terasa tidak adil, seolah dipermainkan. Maka dari itu, banyak cabang ilmu kedokteran mencoba menemukan alasan serta penjelasan penyebab keguguran. Tidak ada yang lebih sakit daripada menderita akan suatu musibah tapi tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Di bawah ini akan diterangkan penyebab keguguran usia muda atau banyak terjadi di berbagai kasus.

12 minggu adalah batas paling umum kehamilan gugur di hadapan banyak perempuan yang menanti buah hati. Tapi, asal anda tahu, keguguran sebenarnya lebih sering daripada yang anda kira, hanya saja tidak terlihat. Banyak perempuan kehilangan janin bahkan sebelum mereka tahu sedang mengandung. Hanya saja, asal perasaan tertekan karena keguguran disebabkan karena perempuan tahu sedang hamil. Bagi perempuan yang sedikit beruntung dengan tidak tahu tentang kehamilannya merasa hanya flek mens atau fase pre menstruasi sehingga bisa bersikap acuh tak acuh. Setelah test pack (alat tes kehamilan) menunjukkan tanda positif yang berarti hamil, ada sekitar kemungkinan 10 persen sampai 20 persen terjadi keguguran keesokan harinya. Bila saat ini anda merasa trauma pasca keguguran, carilah 20 persen perempuan yang sama tidak beruntungnya dengan anda dan berkumpul. Mengadakan konseling dengan fondasi nasib serupa dipercaya mempermudah anda melewati sesuatu.

Kalau anda termasuk orang yang cukup diberkahi dengan tidak perlu mengalami musibah selama kehamilan, anda layak diberi tahu seperti apa ciri – ciri keguguran. Sebenarnya keguguran dan menstruasi tidak jauh berbeda, masalahnya ada pada tahukah anda mengenai kehamilan tersebut. Banyak perempuan keguguran tanpa mengetahui hal itu terjadi karena hanya mengira dirinya sedang menstruasi. Keluarnya darah baik dalam bentuk flek maupun deras dan banyak adalah salah satu gejala keguguran yang paling jelas. Gumpalan darah tebal juga termasuk dalam bentuk janin yang gugur. Rasa mual, pusing, perut melilit bak pre menstruasi akan sangat menghantui dalam fase ini. Sangat wajar sekali bila perempuan berasumsi kejadian ini hanya peralihan datang bulan saja, sehingga tidak dibawa ke dokter untuk pencegahan.

Dunia medis menunjukkan kromosom merupakan sumber paling banyak dijumpai pada keguguran. 50 persen perempuan yang kehilangan janin dinyatakan gugur karena kromosom ada yang hilang. Seperti yang mungkin anda sudah dengar, butuh 23 kromosom dari pihak ibu dan 23 kromosom dari pihak ayah, bila ada 1 saja kromosom yang hilang janin tidak mampu berkembang. Ketidak normalan kromosom juga bisa terjadi apabila hanya ada 1 pihak yang memberi kromosom, semisal hanya pihak laki – laki yang menyediakan kromosom maka embryo berhenti bekerja. Bahkan ada pula embryo yang dari awal mendapat kromosom seimbang namun karena telur dan rahim tidak siap, janin tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Meskipun akhirnya janin tumbuh sekalipun dengan kadar kromosom sedikit memaksa atau bisa dibilang kromosom laki – laki dan perempuan tidak seimbang, ada kalanya janin berhenti berkembang di tengah kehamilan. Anda maupun pasangan tidak perlu menyalahkan satu sama lain, pasalnya kromosom tidak normal bukan berasal dari keturunan atau orang tua. Layaknya melempar koin, ada setengah kemungkinan janin tidak mendapat kromosom yang dibutuhkan sedangkan yang lain baik – baik saja.

Kesehatan ibu pasca kehamilan bisa juga memicu keguguran. Anda mungkin sadar, begitu banyak buku, video, situs, sampai jasa dokter untuk mempertahankan kesehatan bunda. Apabila tubuh bunda bermasalah maka janin juga akan ikut bermasalah. Memang hormon akan memberi wewenang bunda untuk ngidam dan makan semaunya. Kue, coklat, makanan cepat saji, makanan setengah matang dan berbagai cemilan tidak sehat lainnya langsung dua kali lipat tersedia di kulkas rumah. Bila dari awal ibu hamil memang tidak memiliki masalah dengan makanan manis mungkin incip mengincip tidak masalah. Akan tetapi, kebijakan yang sama tidak berlaku pada perempuan yang sudah memiliki penyakit seperti diabetes. Ya, penyakit yang menyerang karena kadar gula tinggi ini memang patut diwaspadai. Tidak mampu mengontrol diabetes akan sangat menyulitkan janin bertahan hidup sehingga hasil akhirnya tentu bisa ditebak. Kalaupun janin berhasil lahir sekalipun, kemungkinan besar plak lemak dari ibu akan menempel di bayi atau menularkan diabetes.

Pinggul dan rahim bermasalah bisa menjadi biang kerok kegagalan masa hamil. Rahim bisa dibilang rumah pertama janin anda, dengan pinggul sebagai fondasi rumah. Sehingga, ‘rumah’ janin harus benar – benar kuat dan nyaman agar janin bisa berkembang dengan baik. Dengan adanya masalah pada kedua organ penting bagi janin, anda patut khawatir, pasalnya jika pinggul atau rahim tidak berfungsi, maaf saja janin harus dideportasi. Bicarakan dengan pasangan serta orang tua anda maupun suami mengenai penyakit di masa lalu. Terkadang, faktor keturunan sangat kental menghantui penyakit yang ada dalam tubuh. Walau tidak ada faktor dari leluhur, cobalah konsultasi pada dokter anda. Kondisi janin bukan satu – satunya hal yang harus dilaporkan saat pemeriksaan medis. Kesehatan anda sendiri justru sama pentingnya dengan kesehatan rahim. Lebih baik mencegah daripada anda tidak mengetahui penyebab keguguran anda. Anda ingin tahu lebih banyak lagi penyebab genetik keguguran, Anda bisa membaca di The Asian Parent.