pertumbuhan janin
Source: pixabay

Baruterus.com – Nutrisi ibu hamil merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama masa kehamilan berlangsung, baik makronutrien maupun mikronutrien.  Resiko pada kesehatan janin yang sedang dikandung dan ibu yang mengandung akan berkurang jika ibu hamil mendapatkan gizi dan nutrisi yang seimbang. Nutrisi ibu hamil sebenarnya sama saja dengan pola makan yang sehat. Bedanya, ibu hamil harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan karena mengingat juga kesehatan janin yang sedang dikandungnya.

Bersama dengan usia kehamilan yang terus bertambah, makan bertambah pula kebutuhan nutrisi ibu hamil. Pada trimester awal organ-organ tubuh janin sedang dalam masa perkembangan. Pada trimester pertama, jika ibu hamil kekurangan gizi, maka dapat mengakibatkan kerusakan janin atau perkembangan janin yang tak sempurna. Kemudian, pada trimester kedua, organ janin terus berkembang dan hampir sempurna. Pada trimester terakhir, otak janin mengalami perkembangan paling pesat, dan akan terus berlanjut sampai lahir. Semua perkembangan itu membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Apabila tidak terpenuhi, maka tumbuh kembang janin tidak akan optimal. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu memerhatikan kualitas maupun kuantitas asupan makanannya.

Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil maka akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin. Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.

Ibu hamil merupakan kelompok yang cukup rawan gizi. Kekurangan gizi pada ibu hamil mempunyai dampak yang cukup besar terhadap proses pertumbuhan janin dan anak yang akan dilahirkan. Apabila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil, maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan, dan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.

Bagi ibu hamil yang kekurangan gizi atau nutrisi maka akan menimbulkan pengaruh buruk terhadap pertumbuhan janin yang dikandungannya. Janin yang kekurangan gizi biasanya akan mengalami penghambatan dalam tumbuh kembang dalam janin, serta dapat mengakibatkan keguguran. Selain itu juga akan terjadi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)  pada bayi saat dilahirkan, bayi tampak kurus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan mudahnya terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh pada bayi berkurang.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pengaruh gizi kurang terhadap kejadian BBLR cukup besar pada ibu hamil, apalagi kondisi gizi ibu sebelum hamil buruk. Masalah gizi kurang pada ibu hamil ini dapat dilihat dari prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia.
Untuk memperkecil resiko BBLR diperlukan upaya mempertahankan kondisi gizi yang baik pada ibu hamil. Upaya yang dilakukan dapat berupa pengaturan konsumsi makanan, pemantauan pertambahan berat badan, pemeriksaan kadar Hb, dan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas) sebelum atau saat hamil.
Salah satu cara untuk mencegah kekurangan gizi pada ibu hamil yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat kaya gizi selama masa kehamilan. Saat sedang hamil, seorang ibu hamil hendaknya mengkonsumsi beraneka macam jenis makanan yang memiliki nutrisi lengkap yang diperlukan pada masa kehamilan. Akan tetapi, bagi ibu hamil bukan porsi makan yang harus banyak dengan beranggapan bahwa makanan yang sedang dimakan untuk dua orang. Ini merupakan sebuah anggapan yang keliru. Bukan jumlah makanan yang sebenarnya dibutuhkan oleh bayi dalam kandungan, akan tetapi nutrisi yang mereka serap dari hasil apa yang telah si ibu makan. Jika Anda khawatir, bukan makan dengan jumlah banyak yang menjadi solusi, akan tetapi makanlah dengan porsi yang cukup, penuh nutrisi dengan intensitas yang lebih sering.