kesehatan ibu hamil

Baruterus.com – Melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil sesuai dengan rekomendasi dari dokter adalah salah satu langkah  tepat yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kematian ibu yang masih sangat tinggi. Angka kematian ibu hamil biasanya disebabkan karena  proses kehamilan, persalinan dan  setelah persalinan dengan perbandingan 100 ribu kelahiran hidup pada masa tertentu. Pemeriksaan ketika masa kehamilan ini biasa disebut dengan istilah Antenatal Care atau ANC yang disarankan untuk dilakukan oleh setiap ibu hamil minimal sekitar 4 kali dalam waktu 9 bulan kehamilan normal biasanya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di pusat pelayanan primer , misalnya saja puskesmas maupun rumah sakit dan juga pada tenaga kesehatan seperti dokter umum , dokter spesialis kandungan dan juga bidan.

Melakukan Cek Kesehatan Ibu Hamil

Angka kematian ibu hamil di Indonesia dalam 2 tahun terakhir masih berada lebih dari target internasional yaitu 102 kasus per 100 ribu  kelahiran hidup. Dengan begitu saat ini memang harus ada langkah nyata untuk menekan angka tersebut. Selain itu pemeriksaan wajib ibu hamil di bawah ini akan mengurangi penyebab sulit hamil yang biasa menjadi penyebab kematian seorang ibu hamil. Berikut diantaranya;

  • Menimbang berat badan

Pemeriksaan wajib ibu hamil yang bisa dilakukan yaitu dengan mengukur  berat badan. Pengukuran berat badan ini dilakukan untuk melihat status gizi sang ibu yang tentu juga akan menentukan perkembangan si kecil juga. Seorang wanita selama masa kehamilan memang akan mengalami peningkatan berat badan yang sangat drastis. Perhitungan peningkatan berat badan biasanya dipengaruhi oleh tinggi badan ibu, sebab tinggi badan ini dibutuhkan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh atau IMT seorang ibu hamil. Pengukuran Indeks Massa Tubuh memakai rumus berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter yang kemudian dikuadratkan.

Sesuai IMT, bila seorang  ibu hamil mempunyai IMT yang normal antara 18,5 sampai 24,9 maka diperkirakan dia akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 11 sampai 16 kilogram selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, Anda tidak harus cemas tentang peningkatan berat badan selama hamil. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang sehat selama masa kehamilan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin yang berada di dalam kandungan Anda.

  • Mengukur tekanan darah

Pemeriksaan wajib ibu hamil yang kedua yaitu pengukuran tekanan darah secara bertahap. Hal ini karena salah satu penyakit penyulit kehamilan yang biasa ditemukan mengganggu kehamilan yaitu penyakit preeklampsia serta eklampsia. Kedua penyakit ini biasa disebut dengan istilah keracunan pada kehamilan. Kedua penyakit ini ditunjukkan dengan peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg untuk ibu hamil yang dijumpai setelah usia kandungan sang ibu memasuki usia 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini tentu saja tidak baik untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan dan juga akan membahayakan untuk keselamatan ibu.

Bila ketika melakukan pemeriksaan kehamilan diperoleh hasil dimana Anda mengalami peningkatan tekanan darah yang tidak wajar, maka Anda akan dicek selama kehamilan. Jika terdapat tanda bahaya ataupun komplikasi selama kehamilan, Anda akan segera memperoleh pemeriksaan dan juga penanganan yang baik.

  • Mengukur tinggi fundus uteri

Pengukuran tinggi fundus uteri adalah suatu cara pengukuran puncak rahim untuk  menjelaskan perkiraan besarnya rahim seorang ibu hamil. Pengukuran tinggi fundus uteri ini adalah salah satu pemeriksaan wajib ibu hamil yang perlu dilakukan pada ANC. Pengukuran besarnya ukuran rahim secara detail ini ditujukan untuk melihat apakah terdapat kelainan atau tidak dengan kehamilan seorang wanita hamil. Misalnya saja bila ukuran rahim seorang wanita tidak sesuai berdasarkan usia kehamilannya. Apabila ukuran rahim seorang wanita lebih besar dari usia kehamilannya, maka bisa diketahui  bahwa wanita tersebut mengalami kehamilan kembar.

Namun terdapat beberapa kemungkinan penyakit ketika kehamilan yang dapat menyebabkan seorang ibu hamil mengalami ukuran rahim yang lebih besar, misalnya saja pada kehamilan anggur maupun pada gangguan cairan amnion pada kehamilan. Sebaliknya bila seorang ibu hamil mempunyai ukuran rahim yang lebih kecil dari usia kandungan biasanya akan menandakan kegagalan pertumbuhan janin dan dapat menjadi tanda adanya aborsi.

Kesehatan Wanita Hamil Yang Harus Dijaga

Dengan menjaga kesehatan wanita hamil maka bisa melakukan beberapa tes seperti dibawah ini;

  • Tes penyakit menular seksual

Tes yang bisa dilakukan wanita hamil yang pertama yaitu dengan  melakukan tes terhadap penyakit menular seksual atau PMS. Pentingnya tes terhadap PMS ini disebabkan karena berbagai penyakit ini bisa menganggu pertumbuhan janin Anda dan tidak jarang menyebabkan seorang bayi terlahir cacat sebab sang ibu tidak diketahui terkena salah satu penyakit tersebut. Disamping itu beberapa penyakit menular seksual ini juga diketahui bisa menyebabkan ketuban pecah dini yang akan berujung pada bayi lahir secara prematur.

  • Tes temu wicara

Temu wicara itu artinya setiap tenaga medis yang sudah melakukan pemeriksaan kehamilan dan menemukan adanya gangguan atau penyebab sulit hamil seorang wanita. Dengan begitu perlu melakukan edukasi dan juga berdiskusi untuk merujuk pasien tersebut ke pusat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Hal ini dilakukan untu mengurangi keterlambatan penanganan terhadap adanya masalah kesehatan pada wanita yang sedang hamil. Pemeriksaan hamil ini disarankan paling tidak dilakukan sebanyak 4 kali, dengan rincian 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester terakhir. Oleh sebab  itu jangan sampai Anda lupa dengan jadwal pemeriksaan kesehatan ibu hamil.