pusing saat hamil muda

Mual selama kehamilan tentu bukan hal baru. Rasa pusing saat hamil muda yang menemani ketidaknyamanan karena mual memang seolah menganggu aktivitas perempuan mengandung. Lantaran fenomena satu ini terjadi cukup sering di antara banyak kehamilan tentu membuat banyak orang berspekulasi seputar pusing saat hamil muda. Beberapa terdengar masuk akal namun ada juga yang bikin garuk – garuk kepala lantaran bingung. Kepercayaan terhadap sesuatu sebenarnya cukup berpengaruh dengan masa kehamilan, akan tetapi fakta tetap lebih penting kendati buruk sekalipun. Nah, sebelum menelan mentah mentah pengetahuan yang ada di luar sana, lebih baik mencari batas antara fakta dan mitos. Tidak semua perkataan orang dulu hanya asal tebak belaka namun ada beberapa yang harus dicari tahu terlebih dahulu kebenarannya.

  1. Mitos rasa pusing saat hamil muda karena manja
    Penyataan kalau orang hamil suka pusing karena manja sebenarnya sedikit menyinggung. Tidak semua perempuan menuntut perhatian penuh dua puluh empat jam sampai rela berbohong mengenai kondisi yang dirasakan. Justru rasa sakit tidak pernah disenangi manusia pada umumnya sehingga dihindari. Menganggap bahwa rasa sakit kepala hanya ada dalam pikiran perempuan manja tentu sedikit menyinggung, sayangnya beberapa orang masih percaya dengan mitos ini. Berpikir positif memang betul bisa meredakan sakit kepala, tapi bukan berarti sakit kepala harus dibiarkan sebagai suatu kebohongan.

    Rasa mual dan pusing yang kian menjadi bisa berbahaya jika terus diidahkan. Bahkan terlalu cuek terhadap penyakit justru bisa membawa marabahaya. Ketika rasa sakit memang berlebihan, ada baiknya bunda hamil menghadap untuk berkonsultasi dengan dokter dibanding dengan diam berharap semuanya baik – baik saja. Ada batas antara berusaha menguatkan diri dan salah langkah. Maka dari itu, apabila memang ada yang salah dengan tubuh bunda, sebaiknya tidak dianggap hanya sebatas pikiran saja. Bilamana mitos rasa pusing mual hanya ada dalam benak bunda justru membantu mengurangi rasa sakit maka sah saja untuk digunakan.

  2. Pusing mual saat hamil tidak bisa dihilangkan
    Pernyataan yang sedikit membuat cemas satu ini memang kurang menyenangkan seolah pusing dan mual tidak bisa diatasi sama sekali. Manusia selalu punya jalan untuk memecahkan masalah, bahkan pada topik pusing dan mual. Hanya karena mual dan pusing saat hamil seolah tidak tertahankan, bukan berarti pusing saat hamil tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dengan penanganan yang tepat, justru pusing serta mual bisa terasa lebih ringan. Perkataan bahwa suatu masalah tidak bisa diselesaikan sama saja dengan mengibarkan bendera putih tanpa berusaha. Apabila manusia diberi suatu masalah, pasti telah ada solusinya meski perjuangan mencari solusi tersebut tidak mudah.

    Fakta pusing saat hamil muda mengatakan selama tahu apa penyebab pusing tersebut maka solusi bisa ditemukan. Beberapa bunda mendapati rasa pusing berbeda satu sama lain. Bunda harus menemukan pemicu rasa pusing. Semisal saja ada perempuan hamil yang tidak kuat bau sambal, atau mencicipi buah jeruk. TV bisa membingungkan mata sehingga menyebabkan sakit kepala kian menjadi. Terang saja kepala makin keliling kalau tidak tahu mengenai pemicu sakit kepala tapi semakin mendekatkan diri dengan sumber yang bikin pusing malah kian menjadi. Stress juga bisa meningkatkan pusing mual. Jadi, perhatikan perasaan bunda, jika memang ada yang bikin tidak nyaman segera temukan apa akarnya. Jangan sampai mengidahkan rasa sakit kepala tanpa menyadari jika kondisi makin parah.

  3. Rasa pusing membahayakan janin
    Salah satu konsep kesehatan yang cukup keliru namun beredar luas adalah anggapan bahwa janin tidak berkembang baik karena bunda merasa tidak sehat. Rasa mual tidak ada hubungannya dengan keguguran atau masalah semacamnya. Kendati demikian, mitos satu ini tidak sepenuhnya salah. Pada suatu penelitian terkini, ternyata ada hubungan antar rasa pusing dan mual dengan kesehatan janin. Ibu yang mengalami pusing dan mual saat hamil justru mendapati kondisi janin cukup prima dibanding bunda yang tidak merasakan apapun selama kehamilan. Pengecualian kondisi ini apabila rasa pusing lebih dari tujuh keliling alias diatas batas normal. Kalau sudah begini, sebaiknya dokter turun tangan menangani bayi.

  4. Kekurangan vitamin

Solusi paling populer dalam menangani pusing selama masa kehamilan ada pada vitamin. Beberapa kasus menunjukkan bunda merasa lebih enakan setelah mengkonsumsi vitamin B6 dan B12. Cara penanganan satu ini menimbulkan pertanyaan di antara ahli kedokteran. Pembelajaran mengenai hubungan vitamin B6 dan B12 diadakan guna menemukan apakah ada hubungan antara rasa pusing saat hamil dengan mengkonsumsi vitamin B6 dan B12. Ternyata, tidak ada hubungan signifikan antara ibu hamil dengan vitamin B12 dan B6 meski bukan berarti kedua vitamin tersebut tidak dibutuhkan selama masa kehamilan 9 bulan berlangsung.

Tubuh bunda bisa jadi telah memiliki asupan vitamin B6 dan B12 yang cukup hanya saja pusing tetap akan terjadi. Usaha bunda meminum vitamin B6 dan B12 memang tidak salah tapi anggapan bahwa pusing disebabkan kekurangan vitamin tentu kurang tepat. Dalam suatu studi, perempuan dengan asupan vitamin B12 dan B6 cukup dibandingkan dengan perempuan yang kekurangan vitamin B12 dan B6. Keduanya sama – sama memiliki kemungkinan setara untuk mengalami mual maupun tidak. Nah, daripada kebingungan sebaiknya memang asupan vitamin dipertahankan hanya saja jangan selalu disalahkan. Vitamin B12 dan B6 kemungkinan membantu mempercepat peredaran darah sehingga pusing saat hamil muda terasa lebih ringan.