psikologi anak

Baruterus.com – Setiap orang tua sadar jika komputer bisa berdampak buruk terhadap psikologi anak. Namun, di lain pihak, mereka tidak bisa melarang anak menggunakan komputer saat ini. Ada banyak alasan seperti pekerjaan rumah dari guru yang harus dikerjakan dengan komputer, adanya game kesukaan di komputer, dan lain seterusnya.

Apapun alasannya, ibu sebagai orang tua pasti setuju efek buruk komputer terhadap psikologi anak harus dihindari. Jadi, ibu harus memastikan si kecil mendapatkan manfaat dari penggunaan komputer tanpa mendapatkan pengaruh buruk dari teknologi tersebut.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana hal tersebut bisa ibu lakukan?

Tentu pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh ahli psikologi anak. Ibu bisa konsultasi dengan psikolog anak di Ibu dan Balita dan tanyakan pertanyaan tersebut.

Ada baiknya ibu tahu hasil penelitian dari peneliti Universitas Bristol berikut ini.

Komputer Dan Dampak Psikologis Pada Anak

Sebenarnya sudah berulang kali penelitian tentang dampak komputer bagi anak dilakukan. Namun, ada penemuan dari peneliti Universitas Bristol yang cukup spesifik yang harus ibu ketahui.

Dari penelitian tersebut, didapatkan sembuah kesimpulan bawasannya anak yang menghabiskan waktunya lebih dari 2 jam setiap hari di depan komputer memiliki masalah psikologis. Masalah psikologis tersebut bisa bermacam-macam seperti hiperaktif, masalah emosi, cenderung suka melakukan hal yang berbahaya seperti game yang ia mainkan di komputer, dan lain sebagainya. Masalah psikologi anak seperti ini tentu tidak boleh dianggap enteng.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak mampu mengarahkan anak mereka dengan baik dalam menggunakan komputer. Apakah ibu juga memiliki masalah yang sama? Ada baiknya ibu mulai sekarang berupaya agar anak tidak mengalami masalah psikologis akibat terlalu sering memainkan komputer. Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu agar ibu bisa mengarahkan si kecil dalam menggunakan komputer.

Tips Agar Anak Tidak Kecanduan Komputer

Beberapa tips berikut ini semoga membantu:

1. Buat Jadwal

Ini hal wajib yang bisa ibu lakukan. Sebaiknya ibu membuat jadwal kapan waktu diperbolehkannya anak ibu menggunakan komputer. Akan tetapi, jika komputer digunakan untuk mengerjakan PR, tentu ibu tidak perlu membatasinya.

2. Beri Pilihan Yang Lebih Baik

Sebenarnya tidak masalah ketika anak bermain komputer. Hanya saja, tidak hanya game yang ia mainkan saja. Jika ibu berbakat dalam bidang komputer, kenapa ibu tidak mengarahkan kepada hal yang lebih baik seperti memotivasi anak untuk menggambar di komputer. Jika memang anak memiliki bakat di bidang menggambar, bisa bisa fasilitasi dengan membelikan komputer dengan spesifikasi yang bagus untuk grafis.

3. Terlibat

Terkadang anak kecanduan sampai lupa waktu bermain game komputer lantaran tidak ada perhatian dari orang tua. Ibu membiarkan anak bermain hingga berjam-jam. Akhirnya anak ibu merasa hal tersebut wajar dan boleh dilakukan.

Mengapa ibu tidak terlibat di dalam kegiatan anak tersebut? Ibu bisa sesekali ikut bermain game yang dimainkan oleh si kecil. Ketika ibu terlibat di dalam permainan tersebut, maka anak akan nyaman dengan ibu. Semakin anak merasa nyaman, maka semakin mudah ibu arahkan kapan harus mematikan komputer. Selain itu keterlibatan ibu bisa membuat info internet aman dikonsumsi anak-anak.

Pada dasarnya, yang paling dikhawatirkan adalah kecanduan komputer. Untuk menghindari hal ini, ibu bisa arahkan anak untuk bermain permainan lainnya. Contohnya saja permainan tradisional. Ibu bisa dapatkan berbagai permainan kreatif lainnya di situs ibu dan balita yang sudah pasti akan membuat psikologi anak berkembang dengan lebih baik.