cara mendidik anak
Source: HubPages

Baruterus.com – Masyarakat era globalisasi pada saat ini cenderung diperhadapkan dengan berbagai hal. Salah satunya yang tengah terjadi di dalam kehidupan sehari hari adalah kebiasaan gaya hidup hedonisme. Hedonisme yaitu mencari kebahagian sebanyak mungkin dari materi dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup dalam kehidupan manusia. Bagaimana cara mendidik anak untuk menghindari hedonisme?

Saat ini dunia sedang melalui masa-masa di mana orang-orangnya memiliki  kecenderungan mengarah kepada gaya hidup hedonisme. Mereka menginginkan  kehidupan yang mewah yang kita biasa sebut dengan glamor. Mereka pun mengusahakannya dengan cara bekerja keras dari pagi hingga malam atau menggunakan cara apapun demi memuaskan keinginannya. Mereka mengakui hedonisme adalah gaya hidup yang normal.

Tanda-tanda hedonisme adalah sikap gengsi yang tinggi dan mereka merasa perlu mengikuti trend setiap musim dengan membeli barang-barang bermerek tanpa memperhatikan pemasukan mereka. Tidak ada salahnya apabila kita mengikuti perkembangan jaman di era modern seperti ini. Namun apakah itu perlu ditiru? Sebab gaya hidup seperti ini dapat menimbulkan efek ekslusifitas yang membuat kesenjangan sosial. Selain itu menambahkan beban hutang yang terlalu berat untuk sebuah kantong keuangan mereka serta menambahkan efek konsumtif – sebuah adiksi memuaskan diri dengan belanja terus menerus bila ada uang.

Bagaimana pengaruh hedonisme di dalam kehidupan anak-anak kita?

Saat ini kita melihat adanya peer pressure anak-anak ketika mereka melihat gaya hidup teman-teman sekelasnya yang selalu punya barang baru. Anak-anak kita pun mungkin merasa minder karena tidak memiliki sesuatu yang istimewa. Sebagai orang tua kita memang ingin memberikan yang terbaik bagi anak–anak. Tetapi kalau dibiarkan begitu saja, anak-anak akan mengikuti arus hedonisme sendiri.  Buruknya, mereka belum memiliki pemasukan sendiri dan akan menciptakan tidak ada rasa tanggung jawaban pada anak.

Bagaimana sikap kita sebagai orang tua di dalam menghadapi era seperti saat ini, nilai- nilai apa yang harus kita tanamkan dalam kehidupan anak-anak kita nantinya.

  1. Dekatkan dengan Tuhan

Di dalam setiap ajaran agama manapun, memiliki hubungan dengan Tuhan akan mengarahkan kita kepada kebaikan. Sehingga kita dapat mengontrol kehidupan kita untuk tidak mengikuti tindakan- tindakan atau gaya hidup yang di luar batas kemampuan kita.

  1. Sikap sederhana

Menjalani hidup sederhana adalah sebuah sikap yang harus ditanamkan sejak dini. Kita dapat mengajarkan kepada anak- anak bahwa kesederhanaan bukanlah kekurangan, melainkan sebuah cara hidup di mana kita tidak menjadi orang yang serakah atau tamak.

  1. Bekerja

Anak- anak perlu memahami bahwa untuk dapat bertahan hidup mereka harus mau bekerja. Bahkan ketika mereka berumah tangga bekerja adalah sebuah ibadah. Bila anak Anda sudah mulai berumur 10 tahunan, Anda bisa memulainya dengan memberikan modal barang untuk dijual kalau ingin menambah uang jajan.

  1. Ajarkan Menabung

Menabung adalah tindakan positif dimana kita belajar untuk bertindak tidak konsumtif. Anak-anak diajarkan menghemat dalam mengelola keuangan.

  1. Selalu Bersyukur

Ajarkan kepada mereka bahwa kita patut bersyukur dengan segala yang ada pada kita ada saat ini. Bukan apa yang tidak ada pada mereka.

  1. Jangan selalu menuruti keinginannya

Tidak semua keinginan anak- anak kita penuhi, dengan cara seperti ini kita sudah mengajarkan mereka tidak manja dan egois. Tindakan ini juga mengajarkan anak untuk mengontrol diri sendiri atau bersabar.

  1. Berhati- hati dalam memilih teman

Teman boleh banyak, tapi tidak semua bisa dijadikan teman. Anak- anak perlu tau bahwa pengaruh terbesar dalam kehidupannya adalah teman. Karena itu mereka perlu dihimbau bahwa berhati-hati dalam memilih teman.

  1. Berikan teladan

Biarkan anak-anak melihat kita sebagai contoh teladan mereka. Berikan kepada mereka contoh hidup yang bersahaja, sehingga mereka terdorong untuk menirunya. Anda juga bisa mengajarkan mereka memprioritaskan beramal dibanding membeli.