perkembangan motorik anak
Source: BabyCenter

Baruterus.com – Perkembangan motorik sangat penting dalam perkembangan keterampilan anak secara keseluruhan. Perkembangan motorik anak dibagi jadi dua komponen, diantaranya adalah ;

  • Motorik halus

Motorik adalah keseluruhan proses yang terjadi pada tubuh manusia, yang meliputi proses pengendalian atau koordinasi) dan proses pengaturan yang dipengaruhi oleh faktor fisiologi dan faktor psikis untuk mendapatkan suatu gerakan yang baik. Motorik berfungsi sebagai motor penggerak yang terdapat didalam tubuh manusia. Motorik dan gerak tidaklah sama, namun tetapi berhubungan. Definisi lain menyebutkan bahwa  yang dimaksud dengan motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh.

Dalam perkembangan motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah Otot, Saraf, dan Otak. Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara interaksi positif, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya. Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil.

  • Motorik kasar

Melalui keterampilan motorik, seorang bayi menunjukkan kemandiriannya bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Ini akan memupuk rasa percaya dirinya dikemudian hari. Keterampilan motorik yang baik juga membuat anak mudah beradaptasi dengan lingkungan belajarnya. Anak bisa menulis, menggambar, mewarnai, berolahraga, dan lain–lain. Lewat motorik juga anak bisa menemukan kesenangan, dia bisa bermain petak umpet, menari, bernyanyi, atau melempar dan menangkap bola.

Keterampilan ini jugalah yang memudahkan anak untuk bergaul dengan teman–teman seusianya. Oleh sebab perkembangan motorik sangat penting untuk kepribadian anak. Orangtua perlu mengetahui tahap – tahap perkembangan motorik, dari bayi mulai bisa mengangkat kepalanya hingga anak yang sudah bisa naik sepeda roda tiga. Dengan begitu, Anda jadi tahu bagaimana stimulasi yang tepat dan benar yang harus diberikan agar perkembangan keterampilan dan kecerdasan anak optimal.

Selain itu, kita bisa mengetahui apabila satu fase belum dilalui dengan baik,tentunya fase perkembangan berikutnya belum bisa diajarkan. Misalnya, saat anak belum bisa berjalan, kita belum bis mengajarkannya berlari atau melompat. Kemampuan motorik kasar dan halus anak perlu dilatih dan diasah. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih motorik kasar. Motorik kasar merupakan area terbesar dalam perkembangan di usia batita atau dibawah tiga tahun. Diawali dengan kemampuan berjalan,berlari, melompat dan melempar. Dalam hal ini, kegiatan di luar ruangan adalah pilihan terbaik karena anak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya sesuka hati. Di samping itu, sediakan juga peralatan bermain, seperti tali atau bola, perosotan, dan lain – lain. Kegiatan bermain aktif akan mengasah kemampuan motorik kasar, sekaligus motorik halusnya. Untuk melatih keterampilan motorik halus, diantaranya adalah dengan latihan menuang air dari teko plastik ke gelas, mengambil dan mengumpulkan dedaunan, menyisir rambut, menyusun balok atau puzzle, dan lainnya.

Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Secara umum ada tiga tahap perkembangan keterampilan motorik anak usia dini, diantaranya yaitu;

  • Tahap Kognitif

Pada tahap kognitif, anak berusaha memahami keterampilan motorik serta apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan suatu gerakan tertentu. Pada tahap ini,dengan kesadaran mentalnya anak berusaha mengembangkan strategi tertentu untuk mengingat gerakan serupa yang pernah dilakukan pada masa yang lalu.

  • Tahap Asosiatif

Pada tahap asosiatif, anak banyak belajar dengan cara coba- coba kemudian meralat  olahan pada penampilan atau gerakan akan dikoreksi agar tidak melakukan kesalahan kembali di masa mendatang. Tahap ini adalah perubahan strategi dari tahapan sebelumnya, yaitu dari apa yang harus dilakukan menjadi bagaimana melakukannya.

  • Tahap Autonomous

Pada tahap autonomous, gerakan yang ditampilkan anak merupakan respons yang lebih efesien dengan sedikit kesalahan. Anak sudah menampilkan gerakan secara otomatis. Pada anak- anak tertentu latihan tidak selalu dapat membantu memperbaiki kemampuan motoriknya. Sebab ada anak yang memiliki masalah pada susunan syarafnya sehingga menghambatnya melakukan keterampilan motorik tertentu.

Prinsip Utama Dalam Perkembangan Motorik Anak

Prinsip utama perkembangan motorik yaitu  koordinasi gerakan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus.  Berikut ini beberapa prinsip utama perkembangan motorik:

  • Kematangan Syaraf

Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada dipusat susunan belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. Pada usia kurang lebih 5 tahun, syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik.

Otot-otot besar mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan, berari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari- jari tangan untuk menyusun puzzle, memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat.

  • Urutan Perkembangan

Urutan pertama, disebut pembedaan yang mencangkup perkembangan secara perlahan dari gerakan motorik kasar yang belum terarah ke gerakan yang lebih terarah sesuai dengan fungsi gerakan motorik. Ururtan kedua, adalah keterpaduan, yaitu kemampuan dalam menggabungkan gerakan motorik yang saling berlawanan dalam koordinasi gerakan yang baik, seperti berlari dan berhenti, melempar dan menangkap, maju dan mundur.

  • Motivasi

Teori hedonisme yaitu motivasi yang berhubungan dengan senang atau gembira. Selain itu ada juga teori naluri yaitu motivasi didalam diri manusia. Motivasi itu bersifat alami,dan motivasi inilah yang mendorong seseorang untuk berprilaku beraktifitas untuk mencapai tujuannya. Semakin kuat motivasi seseorang, maka semakin cepat dalam memperoleh tujuan dan kepuasan. Cara ini bisa Anda lakukan pada perkembangan motorik anak Anda.