Penyakit umum balita
Source: healthdirect.gov.au

Baruterus.com – Anak yang berusia di bawah lima tahun atau sering disebut balita masih rentan terkena penyakit. Hal ini disebabkan kekebalan tubuh balita masih belum berkembang dengan sempurna. Demam adalah salah satu penyakit umum balita selain batuk pilek yang selalu membuat khawatir orangtua. Menurut ilmu medis, seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38o Celcius atau lebih dari itu. Penyakit demam sebenarnya hanya sebuah gejala yang menunjukkan tubuh si Kecil sedang melawan penyakit. Demam menjadi bukti nyata bekerjanya sistem kekebalan tubuhnya dengan baik.

Hipotalamus adalah bagian otak yang bertugas mengontrol suhu tubuh. Ketika ada bakteri, virus, atau kuman yang masuk ke dalam tubuh, tubuh akan memberi sinyal sebagai benda asing sehingga hipotalamus akan meningkatkan suhu tubuh. Tujuan peningkatan suhu tubuh adalah untuk melawan infeksi yang mungkin diakibatkan oleh masuknya bakteri, virus, dan kuman tersebut.

Sebagai orangtua, Ibu pasti merasa khawatir bahkan panik ketika tubuh anak terasa panas. Ibu tak perlu tergesa-gesa membawa bayi ke dokter ketika demam. Demam belum tentu tanda bahaya, terkadang itu adalah kondisi normal yang dapat ditangani di rumah. Seperti halnya penyakit umum balita, demam bisa menyerang beberapa kali dalam setahun. Penyebabnya belum tentu karena adanya penyakit serius.

Ada banyak penyebab demam yang terjadi pada anak-anak, seperti misalnya akibat infeksi kuman yang masuk saat kondisi imunitas tubuh sedang menurun. Sedangkan penyakit umum balita lainnya yang dapat menyebabkan demam adalah alergi, penggunaan obat tertentu, dan imunisasi. Ada imunisasi jenis tertentu yang bisa menyebabkan suhu tubuh balita mengalami kenaikan walau tidak terlalu mengkhawatirkan.  

Balita mengalami demam juga bisa terjadi ketika dia terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Meningkatnya suhu tubuh disebabkan karena Ibu memakaikan baju yang terlalu tebal. Ibu tidak perlu khawatir berlebihan jika tubuh balita terasa panas jika dia masih terlihat aktif serta masih mau makan dan minum.

Walaupun begitu, Ibu harus tetap waspada ketika balita mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti berikut ini :

  • kehilangan nafsu makan
  • tidak mau minum
  • terlihat lemah, lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain
  • kurang responsif.
  • muncul ruam merah di beberapa bagian tubuh
  • rewel atau tidak tenang saat tidur.
  • pernapasan terganggu.
  • terlihat tanda-tanda dehidrasi, seperti tidak ada air mata saat menangis, mulut kering, atau jarang buang air kecil
  • kejang.

Selain tanda-tanda tersebut, Ibu juga harus segera membawa si Kecil ke dokter jika dia berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi yang mengalami demam pada usia di bawah 3 bulan membutuhkan perhatian medis secara khusus, disebabkan karena bayi belum memiliki lapisan pelindung sel antara aliran darah dan sistem saraf pusat yang cukup tebal. Hal ini bisa memungkinkan mikroorganisme menyebar dan merusak jaringan saraf dengan cepat. Si Kecil harus segera ditangani dokter karena demam pada usia tersebut  menandakan bahwa bayi Ibu mengalami kondisi yang cukup serius.

Untuk menangani demam pada balita atau bayi usia di atas tiga bulan, Ibu bisa melakukan penanganan awal di rumah secara sederhana seperti:

  • Kompres dahi dan lipatan tubuh seperti ketiak serta selangkangan dengan air hangat.
  • Pakaikan baju yang tipis dan
  • Beri si Kecil asupan cairan yang cukup seperti ASI (jika balita masih menyusu), susu formula, jus buah atau air putih, guna menghindari balita dari dehidrasi.

Segera bawa si Kecil ke dokter anak terdekat jika demam tidak kunjung turun atau semakin parah dalam waktu 24 jam, berlaku pula jika si Kecil tidak mengonsumsi cukup cairan. Waspadai dan kenali setiap reaksi yang terjadi yang memicu kenaikan suhu tubuh balita Ibu.