ngidam saat hamil
Source: StylesAtLife

Baruterus.com – Saat bunda sedang hamil, apakah bunda merasa sangat lapar dan ingin sekali memakan sesuatu? Atau apakah bunda mendambakan sesuatu yang terasa kecut maupun manis? Bisa juga bunda sangat ingin memakan sesuatu yang aneh, padahal bunda sendiri sebenarnya tidak menyukainya jika tidak sedang hamil. Jika bunda sudah mengalami hal tersebut, maka selamat bunda! Bunda sudah melewati satu fase saat kehamilan yang disebut dengan ngidam saat hamil.

Apakah aman memuaskan hasrat untuk memakan makanan seperti itu?

Selama makanan bunda itu masih tergolong aman dan makanan itu tidak terlalu banyak dikonsumsi, aman-aman saja bunda.

Sebenarnya, apakah penyebab ngidam yang bunda alami itu?

Sampai saat ini belum ada alasan ilmiah yang secara pasti dapat menjelaskan penyebab dari ngidam. Hipotesis utamanya terkait dengan nutrisi yang mungkin saja diperlukan oleh tubuh tetapi bunda tidak mengkonsumsinya. Di sini penyebab ngidam diartikan sebagai cara dari sistem tubuh untuk memberitahu bahwa ia membutuhkan lebih banyak makanan. Misalnya ibu yang mengidam ingin memakan burger, mungkin saja sebagai pertanda tubuhnya membutuhkan protein, karbohidrat, kalium atau natrium. Jadi menurut hipotesis ini sebenarnya bunda tidak menginginkan makanan tersebut, tetapi nutrisi yang dikandungnya.

Sedangkan penyebab bunda menginginkan makanan yang aneh, dimungkinkan ada kaitannya dengan hormon. Seperti yang dijelaskan oleh Elizabeth Somer, penulis Nutrition for a Healthy Pregnancy, perubahan hormonal secara ekstrim yang dialami oleh perempuan selama kehamilan berdampak besar pada penafsirannya akan bau dan rasa. Misalnya bunda yang awalnya tidak menyukai atau bahkan jijik dengan durian, tiba-tiba ingin sekali memakan durian.

Ngidam, Dituruti atau Diabaikan?

Di Indonesia berkembang mitos jika ibu hamil yang sedang ngidam tidak dituruti, maka bayinya akan mengeluarkan air liur terus menerus. Itu hanya mitos belaka, bunda tidak wajib menuruti keinginan ngidam jika makanan tersebut memberikan efek negatif pada bunda dan jabang bayi.

Sangat disarankan untuk bunda mengabaikan ngidam makanan yang memiliki kandungan gizi buruk atau membahayakan janin. Batasi juga ngidam makanan dengan kalori dan lemak tinggi karena dapat memicu kenaikan berat badan yang bisa berbahaya untuk si kecil. Bunda juga bisa mengganti makanan yang sekiranya memiliki potensi buruk dengan makanan yang lebih sehat.

Berikut beberapa cara untuk membantu mengekang hasrat ngidam bunda:

  • Tambahkan pada makanan sehari-hari bunda rasa yang memang bunda sukai selama ngidam. Misalnya rasa manis dari buah-buahan atau jus.
  • Gantilah bila bunda ngidam makanan yang kurang sehat dengan makanan yang sehat. Misalnya jika ngidam keripik kentang, bunda bisa mengantinya dengan popcorn tanpa mentega atau kentang panggang. Jika bunda ngidam susu tinggi lemak gantilah dengan susu rendah lemak.
  • Jangan membeli makanan didambakan dengan jumlah besar. Belilah satu porsi makanan yang bunda inginkan. Misalnya bunda ngidam cokelat, beli saja satu yang ukuran kecil jangan beli banyak.
  • Bunda harus tahu kapan waktu bunda lapar dan menginginkan memakan sesuatu. Jadi bunda bisa menyiapkan makanan sehat pada waktu-waktu itu, sehingga keinginan ngidam bunda bisa teredam.
  • Lakukan kegiatan positif dan sehat yang dapat mengalihkan keinginan atau hasrat bunda akan sesuatu. Misalnya dengan jalan-jalan atau mengobrol dengan teman.

Nah bunda, hamil juga berarti bunda tidak bebas memakan apa saja yang bunda mau karena bisa saja makanan itu mempengaruhi janin. Oleh karena itu, bunda harus mengontrol hawa nafsu. Jangan selalu mengikuti ngidam saat hamil, utamakan kesehatan bunda dan janin.