Baruterus.comPola asuh anak yang baik sangat mempengaruhi kemampuan si kecil dalam bersikap, bertindak dan bergaul dengan lingkungannya. Salah satu hal yang tidak bisa kelewatan untuk mengajarkan si kecil sopan santun. Apalagi dalam beberapa hari lagi, ayah dan bunda akan sering membawa si kecil silahturahmi ke kerabat ataupun kenalan dalam rangka Hari Raya lebaran.

Mengajarkan sopan santun bisa dilakukan sejak dini. Sikap ini dipelajari anak kecil dari pola meniru perilaku orang tua. Anak-anak akan semakin mengerti bila usianya semakin bertambah. Karena dia akan merasakan keuntungannya bagi dirinya sendiri dan orang tua. Dia lebih disenangi dan mendapat tempat di lingkungannya.

Memang tidak gampang untuk mengajarkan sopan santun pada anak dan faktor lingkungan di luar rumah juga bisa mempengaruhi si kecil. Tetapi bunda perlu mengingat untuk selalu membekali si kecil sejak dini. Pada akhirnya si kecil akan memahami dan mengikuti ajaran orang tua yang benar. Lalu bagaimana mengejarkan si kecil?

1. Memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka banyak belajar dari orang yang mereka kagumi, dan kedua orang pertama tersebut adalah ayah dan bunda. Mereka tidak hanya meniru perkataan namun mereka juga mengikuti tindakan Anda. Observasi si kecil sangat tajam loh. Jadi ayah dan bunda perlu menjadi contoh bersikap sopan santun dan selalu waspada untuk setiap tindakan yang ayah bunda lakukan. Si kecil selalu melihat baik ketika kalian sadar ataupun tidak.

2. 3 kata terpenting dalam hidupnya

Ada 3 kata yang perlu bunda praktekkan dan ajarkan pada si kecil. Kata “terima kasih”, “tolong” dan “maaf”. Setiap kali bunda meminta bantuan anak, selalu ucapkan kata “tolong”. Ucapkan “terima kasih” bila si kecil sudah melakukan apa yang membantu bunda. Dan Jangan lupa katakan “maaf” bila bunda salah. Kebiasaan yang bunda lakukan ini akan menyadarkan si kecil dia berharga dan dia pun akan mempraktekkannya ke orang lain.

3. Konsisten praktek dan mengajar

Anak anak mudah lupa jadi wajar saja kalau dia melakukan tindakan yang tidak sopan di lain waktu. Bunda jangan putus asa karena memang mengajar anak itu membutuhkan konsistensi. Bunda bisa memberikan peringatan dengan mengucapkan, “Nak, ucapkan terima kasih ya ke tante ini.” Dan bunda juga langsung dimarahin juga ya bunda. Sikap yang marah bukanlah pola asuh yang tepat karena menciptakan rasa takut pada orang tua.

4. Latihan sambil bermain

Belajar sopan santun memang kadang tidak bisa dengan hanya mempraktekkan saja. Tetapi ayah dan bunda bisa mengajarkan lewat permainan seperti drama kecil. Mintalah si kecil untuk menjadi tamu yang sopan dan ayah bunda adalah tuan rumahnya. Setelah itu bertukar peran. Biasanya kegiatan bermain membuat si kecil lebih relaks dan reseptif terhadap apa yang diajarkan.

5. Berikan pujian

Sopan santun adalah sesuatu yang dipelajari dan bukan langsung bisa dipraktekkan apalagi dimengerti si kecil. Untuk setiap sopan santun yang berhasil dilakukan si kecil, berikan pujian. Hal ini akan membangun rasa percaya diri anak bila dia sudah melakukan yang benar. Biasanya mereka jadi lebih mau mengulanginya karena perasaan positif yang diterimanya.

6. Jangan dijadikan lelucon
Sikap yang tidak sopan sama sekali bukan lelucon. Jadi ayah dan bunda jangan menertawakan si kecil ketika melakukan tindakan yang tidak sopan. Setiap hal yang lucu akan membuat si kecil untuk mengulanginya karena dipikir melakukan hal yang benar.

Kalau bunda sudah mempraktekkan ini semua, berarti bunda sudah melakukan pola asuh anak yang baik. Terus dilanjutkan ya bunda sampai si kecil mengerti. Sukses Silahturahmi!