Tumbuh Kembang Balita

Baruterus.comTumbuh kembang balita 5 tahun pastinya membuat ibu bangga tetapi juga khawatir. Bangga karena ibu melihat balita sudah mampu melakukan banyak hal. Mungkin ibu merasa sepertinya si kecil baru saja bisa merangkak. Akan tetapi, sekarang ia sudah bisa bermain sepeda. Di satu sisi, ibu juga khawatir karena kegiatannya sekarang sepertinya sudah tidak bisa terkontrol. Itulah mengapa ibu harus memahami betul tahap perkembangannya. Dengan demikian, ibu tahu apa yang harus ibu lakukan.

Mengatur Tapi Tidak Boleh Membatasi

Sangat sulit sekali membedakan antara aturan yang bisa menjadi guidance atau panduan dengan batasan. Aturan fungsinya untuk memastikan anak berkembang dengan baik dengan meminimalisir hal buruk yang bisa terjadi. Sementara itu, batasan itu sebaliknya. Ruang gerak anak dibatasi sehingga tumbuh kembang anak tidak optimal.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah ibu sudah membuat aturan yang tepat yang tidak membatasi perkembangan anak?

Ibu harus tahu balita pada usianya yang 5 tahun lebih banyak bersosialisasi dengan orang lain. Ia akan lebih sering bermain di luar rumah bersama teman-teman, melakukan kegiatan bersama teman sekolah, serta memiliki keingintahuan yang sangat tinggi terhadap suatu hal. Mungkin itulah yang membuat ibu membuat semacam aturan agar ibu bisa memantau dan mengendalikan anak.

Akan tetapi, pertanyaannya sekali lagi adalah apakah peraturan tersebut membatasi atau tidak. Aturan yang ibu buat tidak akan membatasi jika ibu melakukan beberapa hal berikut.

  • Belajar Hal Baru

Apakah ibu sering melihat si kecil main atau otak-atik barang-barang bekas di rumah? Atau bongkar pasang mainnya sendiri? Jika ya, itu pertanda perkembangan anak ibu sangat baik. Pada usia 5 tahun, balita memang ingin mencoba hal-hal baru. Pada dasarnya, itulah proses belajar yang ia lalu. Jadi, ibu tidak perlu khawatir.

Yang perlu ibu perhatikan adalah jangan sampai si kecil terluka. Jika ia sedang membongkar pasang sesuatu, pastikan alat atau benda apapun yang digunakan tidak melukai si kecil. Dalam hal ini, ibu harus memberi perhatian penuh sembari ibu beritahu barang apa yang berbahaya dan harus hati-hati dalam menggunakannya.

  • Bermain Dengan Teman Baru

Terkadang sebagai orang tua ibu sangat khawatir jika si kecil bermain dengan teman baru. Apalagi jika ibu tahu jika temannya tersebut sedikit nakal. Pantas saja jika ibu melarang anak ibu bermain dengan anak tersebut.

Namun, jangan batasi ya bu. Ibu hanya perlu memberitahu mana teman yang bisa dijadikan teman yang akrab dan mana yang sekedar teman saja. Ibu tidak perlu menjelaskan alasannya. Cukup berikan waktu yang lebih banyak bagi anak ibu untuk bermain dengan teman yang baik. Ajaklah ia lebih sering berkunjung ke rumah temannya tersebut.

Terlepas dari itu semua, ibu harus mulai mengajarkan kedisiplinan. Saat usia 5 tahun, anak ibu pasti mudah sekali berontak. Ia tidak mau belajar dan sukanya hanya main saja. Dan jika ibu gagal dalam menanamkan kedisiplinan pada saat masih kecil, maka ibu akan kesulitan ketika anak dewasa nanti.

Oleh sebab itu, ibu bersama dengan anak untuk membuat jadwal kegiatan setiap hari. Ibu bisa mulai kapan bangun tidur dan apa yang harus dilakukan. Buatlah jadwal bermain dan juga kapan ia harus belajar. Dengan demikian, ibu bisa pastikan tumbuh kembang balita bisa sesuai dengan apa yang ibu inginkan.

Image Source: sheknows.com