Larangan Olahraga Untuk Ibu Hamil
Image Source: What To Expect

Baruterus.com – Aktif bergerak terutama dengan gerakan koordinir seperti olah raga sudah terbukti secara medis membuat tubuh lebih sehat. Bila ada kalimat “satu buah apel setiap hari menjauhkan dokter” mungkin akan lebih tepat bila “olah raga setiap hari menjauhkan dokter” kecuali kalau kena cidera. Olah raga untuk ibu hamil juga sudah sangat sering dianjurkan demi kelancaran masa kehamilan dan kemudahan bersalin di kemudian hari, dengan catatan pilihan olah raga memang tepat dan bukan sembarangan. Penjelasan di bawah akan berfokus pada larangan olah raga untuk ibu hamil, bukan berarti ingin menekankan bahwa ibu hamil tidak boleh berolah raga sama sekali. Justru yang duduk santai di rumah meski secara fisik dan batin mampu berolah raga sangat disayangkan.

Mitos yang berkata olah raga bikin keguguran tidak sepenuhnya salah. Memang pada beberapa kasus perempuan gagal mengandung atau bayi lahir lebih awal ketika terlalu sering berolah raga. Padahal, seharusnya yang disalahkan bukan olah raga, melainkan pilihan aktivitas. Ingat, di dunia sudah banyak sekali olah raga baik dalam bentuk komunitas maupun individu. Bila anda memang memilih olahraga yang kurang tepat saat mengandung tentu beresiko tinggi bahkan sampai keguguran. Tapi, dengan olah raga yang tepat segala manfaat mengenai olah raga yang telah digadang gadangkan tentu membuat hati bahagia.

01. Diet itu nanti
Kehamilan identik dengan berat badan naik, tidak bisa dipungkiri hal ini memang benar. Wanita jaman sekarang dituntut dengan standar kecantikan badan kurus nan ramping seperti model – model catwalk, baju dalam, dan banyak lagi. Jangan heran, pada banyak kasus, kenaikan berat badan sangat membebani batin dan fisik seorang perempuan, sehingga memilih diet. Masalahnya, niat berolah raga jadi sedikit melenceng, pasalnya tujuan bunda menurunkan berat badan tanpa menyadari bahwa kenaikan berat tersebut terletak pada janin. Justru, dengan naiknya berat badan perempuan harus bahagia! Semakin signifikan kenaikan berat badan, merupakan tanda janin tumbuh sehat dan kehamilan anda ada pada fase yang baik. Meskipun bukan berarti calon ibu harus jadi obesitas dengan memakan kudapan, dan junk food demi menaikkan berat badan. Karena tambahan berat akan diurus usai persalinan, cobalah merencanakan menu sehat. Buah dan sayur akan sangat baik untuk tubuh dan juga janin. Lebih baik gendut padat daripada gendut kosong, bukan?

02. Olahraga beresiko jatuh
Namanya olah raga, terutama bagi penggemar tidak peduli dengan rasa sakit saat jatuh saking serunya. Paling tidak, tak seorangpun akan komplain atau menuntut akan resiko tersebut karena mereka sudah tahu bahwa jatuh adalah bagian dari kesenangan. Masalahnya, perut anda sudah ada manusia di dalamnya, dan cukup rentan. Bila perempuan hamil jatuh apalagi dari tempat tinggi ke tanah terjal bak membanting vas bunga mahal karya seniman terkenal. Anda bisa saja tidak terlihat hancur namun isi dalam anda sudah ‘pecah’ terkoyak. Minggu pertama kehamilan tidak akan berasa ‘sensasi’ saat jatuh, tapi 2 minggu anda wajib berpikir ulang tiap kali hendak melakukan olah raga semacam berkuda atau ice skate. Kalaupun anda seorang professional, bicara dengan dokter anda apa alternatif olah raga untuk ibu hamil yang bisa menggantikan latihan anda. Bisa saja dokter menyarankan untuk berlatih bayangan di rumah atau malah meminta anda untuk cuti selama masa mengandung, terlebih bila perut anda sudah sangat besar.

03. Jangan ‘lebay’ saat olahraga
Banyak pecinta olah raga memaksa diri agar mencapai batas kemampuan demi mendapat efek maksimal dari kegiatan fisik apapun. Pemandangan orang – orang mengangkat plates atau beban di pusat kebugaran hingga muka memerah mungkin bukan hal aneh, anda sendiri bisa jadi salah satu penikmat kegiatan ini. Tidak ada yang salah, dalam memaksa dan menantang diri anda, karena beberapa orang mengaku merasa lebih kuat, percaya diri, dan bahagia setiap kali berhasil lebih baik. Kehamilan adalah saat yang tepat bagi anda untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri. Rasa capek dan senang bersamaan yang anda rasakan saat berolah raga adalah hasil aliran darah yang cepat dan kemudian melambat setelah beberapa saat, inilah penyebab tidur anda lebih nyenyak. Pada saat hamil, aliran darah sangat penting bagi janin untuk bertahan hidup. Bila anda terlalu memaksa diri kemungkinan besar  malah membuat olahraga untuk ibu hamil bahaya. Bila anda tidak yakin seberapa jauh kemampuan anda, cobalah untuk bernyanyi. Melatunkan nada adalah salah satu aktivitas termudah, dan bila anda tidak mampu, berarti tubuh mengeluarkan sinyal merah.

04. Olahraga kontak fisik
Anda seorang ahli bela diri? Selamat anda perempuan hebat. Era modern memang melahirkan perempuan tangguh dan bukan hal aneh. Hanya, saja, olah raga penuh kontak fisik seperti boxing, muay thai, atau sepak bola akan cukup beresiko saat kehamilan. Memukul, mendorong, menjegal, bukan lagi kategori kekerasan atau serangan yang patut dibawa ke meja hukum. Semua aktivis pasti sudah tahu resiko dari mendaftar olah raga semacam itu. Kehamilan bukan saat yang tepat untuk mempertahankan diri secara sengaja, membiarkan ada kemungkinan orang memukul anda, terutama di perut anda. Mungkin anda berpikir tidak mungkin orang sengaja menyakiti saya. Padahal, ketika permainan dimulai, semua hanyut dalam suasana dan tidak peduli siapa saja. Olah raga untuk ibu hamil memang butuh yang ‘adem ayem’.

Olahraga apa yang baik untuk ibu hamil selain senam kehamilan? Anda perlu mencoba ide berlari dari Awal Sehat Nestle dan berenang.