perkembangan janin 3 bulan

Baruterus.com – Saat perkembangan janin 3 bulan, ada banyak hal yang bisa diketahui. Melalui pemeriksaan USG, detak jantung bayi, perkembangan fisik, dan juga perkembangan saraf sudah bisa dilihat. Ini menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi calon ibu atau calon ayah.

Namun, bagaimana jika ada kabar buruk? Bagaimana jika dokter mengatakan ada potensi cacat mental pada bayi yang ibu kandung? Tentu saja harus dilakukan penanganan secara khusus.

Hal buruk tersebut tidak akan terjadi jika ibu menjaga kesehatan sejak awal masa kehamilan. Dan mengenai perkembangan saraf atau mental bayi yang masih ada di dalam kandungan, ada lho hal kecil yang bisa ibu lakukan untuk memaksimalkan perkembangan tersebut.

Kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh perkembangan saraf. Dan perkembangan saraf ini dipengaruhi bagaimana ibu menjaga kesehatan ketika hamil, bukan hanya ketika anak sudah lahir.

Lalu, apa saja hal yang bisa ibu lakukan untuk memaksimalkan perkembangan bayi 3 bulan dalam kandungan, khususnya untuk perkembangan saraf?

Mencukupi Nutrisi

Ini hal yang klise. Pasti ibu tahu tentang yang satu ini. Namun, nutrisi apa yang paling penting untuk perkembangan otak bayi yang masih ada di dalam kandungan? Pakar kesehatan ibu hamil mengatakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan saraf janin adalah DHA. Susu ibu dan ikan laut merupakan sumber DHA yang sangat baik.

Dalam hal ini, ibu harus hati-hati. Sebaiknya ibu tidak terlalu sering mengkonsumsi ikan. Cukup dua atau tiga kali dalam satu minggu saja. Pasalnya, pada tubuh ikan laut terdapat merkuri yang berbahaya. Untuk itu, selain frekuensinya dijaga, ibu harus pastikan ikan yang ibu beli bukan ikan yang mengandung merkuri yang terlalu tinggi. Ikan yang tua atau ukuran tubuhnya sangat besar cenderung memiliki kandungan merkuri sangat tinggi.

Selain DHA, ada juga nutrisi yang dibutuhkan lainnya, yaitu asam lemak omega 3, 6, dan 9. Para ahli kesehatan mengatakan asam lemak inilah yang menjadi pembungkus saraf. Kandungan yang satu ini sangat diperlukan untuk menjaga sistem saraf pusat. Layaknya DHA, asam lemak ini banyak terdapat pada ikan laut.

Yang paling mudah adalah dengan mengkonsumsi susu Nestle MOM&me. Di dalam susu tersebut, terdapat semua nutrisi ibu hamil dalam kadar yang seimbang yang dibutuhkan  untuk perkembangan janin usia 3 bulan, khususnya untuk memaksimalkan perkembangan saraf.

Aktivitas Selama Masa Kehamilan

Ternyata, kegiatan yang ibu lakukan setiap hari selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kecerdasan bayi di dalam kandungan lho. Mungkin ibu harus meniru bagaimana orang Yahudi. Para ibu di sana ketika hamil sering mengerjakan soal Matematika dasar. Ternyata, kegiatan sepele ini dapat merangsang perkembangan saraf bayi yang masih ada di dalam rahim.

Selain itu, ada juga kegiatan lain yang perlu ibu lakukan, yaitu olahraga secara teratur. Dengan berolahraga, tubuh ibu tidak mengalami kekurangan oksigen. Ini juga yang dibutuhkan oleh janin untuk berkemnbang. Tanpa oksigen yang cukup, perkembangan bayi akan terganggu.

Setiap kali ibu sedang bersantai, sebaiknya ibu sering mengajak si kecil untuk berinteraksi. Meskipun ia masih di dalam rahim, ia sudah bisa mendengarkan apa yang ibu katakan lho. Pasalnya, janin yang usianya sudah menginjak 3 bulan sudah bisa mendengar suara dari luar.

Beberapa aktivitas tersebut bisa ibu lakukan jika ingin sekali perkembangan saraf bayi baik. Dan yang pasti, melakukan aktivitas tersebut akan membuat bayi yang ibu kandung terhindar dari masalah cacat mental.

Stress Management

Sebenarnya ini ada hubungan dengan oksigen di dalam tubuh. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, oksigen yang kurang akan membuat perkembangan bayi di dalam kandungan terganggu. Itulah mengapa sebaiknya seorang ibu hamil melakukan olahraga secara teratur.

Namun, bukan hanya olahraga saja yang seharusnya ibu lakukan. Ibu harus pandai dalam mengelola stres atau yang sering disebut dengan management stress. Banyak hal yang bisa ibu lakukan mulai dari mengatur kegiatan setiap hari, menghindari konflik entah di dalam rumah tangga atau di luar urusan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah bagaimana ibu bisa membantu waktu. Harus ada porsi waktu di mana ibu bisa menikmati quality time. Ibu bisa melakukan yoga, senam ibu hamil, atau kegiatan menyenangkan lainnya. Ini juga bagian dari stress management selama masa kehamilan.

Memilih Makanan Yang Tepat

Tidak semua makanan sehat itu baik dikonsumsi oleh ibu hamil lho. Ini yang perlu sekali untuk ibu catat. Contohnya saja opor ayam. Siapa bilang ayam itu tidak bagus untuk kesehatan. Akan tetapi, makanan ini menjadi salah satu makanan yang sebaiknya dihindari mengingat makanan ini mengandung santan. Beberapa ibu hamil mengalami keluhan kesehatan seperti naiknya asam lambung karena mengkonsumsi makanan bersantan.

Sebenarnya, lebih banyak makanan sehat yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi saat hamil daripada yang direkomendasikan untuk dikonsumsi. Jadi, ada baiknya ibu mencari tahu list makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan saja seperti buah nanas, buah nangka, buah durian, makanan bersantan, sate, barbeque, dan lain sebagainya. Dan semua itu ada alasan medisnya.

Yang pasti, ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan yang kandungan proteinnya tinggi seperti telur, ikan tuna, dan kacang-kacangan. Yang pasti, makanan-makanan tersebut sangat baik untuk perkembangan janin 3 bulan, khususnya untuk otak atau sarafnya.