Baruterus.com –┬áKonsultasi kesehatan anak seharusnya dilakukan jauh hari sebelum muncul penyakit. Apalagi yang berkaitan dengan penyakit berbahaya seperti diabetes. Meskipun diabetes ini penyakit yang bisa disembuhkan, ibu harus tidak mudah lho menyembuhkan diabetes. Memang sudah ada treatment yang bisa diandalkan untuk mengatasi hal tersebut. Namun, langkah pencegahan jelas harus diutamakan.

Pencegahan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan konsultasi dokter anak. Jika hal ini dilakukan secara rutin, resiko buruk berkaitan dengan kesehatan anak bisa dihindari.

Selain itu, ibu juga bisa melakukan langkah antisipasi dengan cara mengetahui apa saja tanda-tanda diabetes. Ibu juga bisa tanyakan apakah anak ibu memiliki resiko terkena diabetes.

Banyak sekali balita yang beresiko mengalami diabetes. Terlalu sering makanan makanan yang manis, lebih suka jajan, dan susah makan sayur menjadi pertanda tingginya resiko terkena diabetes. Meskipun tidak bisa dipungkiri kondisi kesehatan juga harus diteliti. Pasalnya, ada juga balita yang sering makan makanan yang manis tapi tidak terkena diabetes lantaran tubuhnya mampu mencerna dengan baik makanan tersebut.

Akan tetapi, secara umum, mengkonsumsi makan makanan yang manis menyebabkan resiko diabetes tinggi. Dan ibu harus tahu apa saja gejala atau tanda balita mengalami masalah yang satu ini.

Tanda-Tanda Diabetes Pada Balita

Kebanyakan orang menganggap tubuh yang gemuk menjadi tanda anak rentan mengalami diabetes. Pada dasarnya hal tersebut kurang tepat. Justru berat badan anak yang turun secara signifikan, menurut para peneliti kesehatan anak, menjadi salah satu tanda diabetes pada anak. Ibu bisa konsultasi dengan dokter anak jika tidak percaya dengan informasi ini. Silakan kunjungi www.ibudanbalita.com untuk bisa berkonsultasi dengan ahlinya secara online.

Tentu saja turunnya berat badan ini ada penyebabnya. Ternyata, anak yang terkena diabetes biasanya diawali dengan hilangnya nafsu makan. Ia tidak bersemangat untuk beraktivitas layaknya balita lainnya. Dan akhirnya, perkembangan fisiknya menurun. Berat badannya turun dan ia terlihat kurus.

Jadi, masih menganggap anak yang gemuk saja yang rentan mengalami diabetes?

Terlepas dari itu semua, yang paling penting untuk ibu lakukan adalah melakukan langkah pencegahan. Selain tidak membiasakan anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang dingin, ada hal lain yang tak kalah penting untuk ibu lakukan.

3 Langkah Pencegahan Diabetes Sejak Dini

Mungkin tiga hal ini perlu ibu lakukan agar anak ibu benar-benar terhindar dari diabetes.

1. Diet

Dalam hal ini, diet bukan berarti program untuk menurunkan berat badan tapi bagaimana mengutur menu makanan sang buah hati. Ibu harus selektif dalam memilihkan menu makanan setiap hari.

Dalam hal ini, pastikan ibu memberikan makanan yang variatif dan rendah gula. Di dalam nasi sebenarnya sudah ada kandungan gula yang dibutuhkan oleh si kecil. Jadi, ibu tidak perlu lagi memberikan makanan atau minuman yang terlalu manis.

2. Edukasi

Tentu saja ibu tidak bisa mengawasi anak terus menerus. Ibu harus memikirkan bagaimana agar anak bisa mampu menjaga kesehatannya sendiri.

Edukasi sangat diperlukan. Ibu bisa memberi penjelasan mengapa anak tidak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis. Jika anak memahami hal ini, maka ia tidak akan rewel meminta permen atau jenis manisan lainnya.

3. Konsultasi Rutin

Ini yang paling penting, yaitu konsultasi kesehatan balita secara rutin. Dan satu hal lagi yang harus ibu ingat, konsultasi tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami masalah kesehatan. Ini justru menjadi ajang untuk melakukan pencegahan.

Semoga informasi ini membuat ibu semakin mantap untuk menjaga kesehatan sang buah  hati agar terhindar dari diabetes.