Bayi jatuh dari tempat tidur sudah tentu membuat ibunya sangat khawatir. Pasalnya, tubuh bayi masih sangat rentan. Benturan kecil saja bisa membuat bayi mengalami masalah kesehatan yang bisa saja mengancam jiwanya. Oleh karenanya, kecermatan orang tua dalam memilih tempat tidurnya sangat diperlukan.

Bentuk kasih sayang orang tua terhadap buah hatinya tercermin dari upaya orang tua dalam melindunginya. Entah itu dalam hal melindungi masalah kesehatan yang datang dari kurangnya asupan, sampai melindungi dalam hal menghindarkan dari masalah benturan dan lain sebagainya.

Memang ada banyak kasus dimana bayi terjatuh dari tempat tidur. Kasus ini terjadi lantaran pengawasan orang tua yang minim. Padahal bertambahnya usia bayi berbanding lurus pada keaktifannya. Tak heran jika bayi yang terlalu aktif bisa saja bergerak dari tempat tidurnya dan jatuh.

Untuk meminimalisir kondisi tersebut, perlu bagi orang tua untuk melakukan pencegahan. Salah satunya adalah dengan memperhatikan tempat tidur untuk buah hatinya. Setidaknya, ada kiat untuk memilih ranjang bayi yang aman. Seperti apa kiat memilihnya?

Material Ranjang Bayi Harus Kuat

Bahan yang dibuat untuk membuat tempat tidur bayi seharusnya memiliki kekokohan luar biasa. Bahan yang kuat bisa menjaga dari tekanan bayi. Hasilnya, bayi tetap bisa berada di tempat tidur.

Mengenai bahannya, bahan terbaik adalah bahan stainless. Bahan seperti dirasa sesuai lantaran bebas dari karat. Berbeda jika menggunakan bahan besi. Besi rentan sekali dengan karat sehingga bisa membahayakan bagi buah hati.

Ukuran Ranjang Sesuai Dengan Usia Bayi

Selain material untuk membuat ranjang, ukuran dari ranjang juga perlu diperhatikan. Ukuran ini meliputi panjang, lebar serta tinggi. Ukurannya harus dipastikan tidak terlalu sempit ataupun tidak terlalu luas.

Ukuran yang sempit hanya akan membuat bayi tidak nyaman berada di tempat tidur. Sebaliknya ukuran yang terlalu luas akan membuat bayi bergerak kemana-mana. Memang bisa membuat bayi lebih nyaman, tetapi kadang bisa berbahaya.

Contohnya adalah alas yang digunakan menyisakan ruang sempit. Ruang sempit inilah yang bisa membahayakan buah hati. Yaitu bayi bisa terjepit dan menyakiti buah hati.

Hal sama berlaku untuk ketinggian tempat tidur. Ketinggiannya juga harus diperhatikan sesuai bertambahnya usia dan ketinggian buah hati. Jangan sampai ketinggiannya minim sehingga membuat buah hati memanjat dan jatuh. Setidaknya, minimalkan kondisi seperti bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap dan lain sebagainya.

Pilih Ranjang Yang Memiliki Roda

Ini merupakan teknis dari sebuah ranjang bayi. Rancangan ranjang yang bagus membuat ibu termudahkan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah bila ranjang dipasangi roda.

Roda ini dimaksudkan agar ibu bisa dengan mudah memindahkan ranjang ke berbagai tempat. Pastikan juga ranjang tidak ditempatkan dekat dengan colokan listrik atau tempat yang berbahaya. Karena ini adalah bentuk dari pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan.

Pastikan Memilih Ranjang Yang Tidak Ada Pintu Dorongnya

Untuk meminimalisir bayi jatuh terbentur kepala dari tempat tidur, ranjangnya perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tidak melengkapi ranjang dengan pintu dorong. Karena dikhawatirkan, bayi akan mendorong dengan keras dan pintu bisa terbuka.

Ketika pintu terbuka secara otomatis, bayi juga akan tertarik dan jatuh dari ranjang. Posisi jatuh yang tidak tepat bisa berbahaya. Ini yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua.

Dan yang terakhir adalah lengkapi ranjang dengan kelambu. Fungsinya adalah untuk mencegah nyamuk masuk.

Kesimpulannya, pilihlah ranjang yang aman agar bayi bisa terhindar dari masalah jatuh dalam ketinggian. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan ranjang yang tepat untuk meminimalkan bayi jatuh dari tempat tidur?