selimut bayi
Source: Mothercare

Baruterus.com – Hadirnya buah hati dalam sebuah keluarga tentu menjadikan suasana yang ceria dan kehangatan. Kehadirannya adalah satu hal yang paling ditunggu oleh setiap orangtua. Kebahagian pasti akan selalu menyelimuti ayah maupun ibu sang buah hati.  Berbicara mengenai bayi, tentu setiap orangtua seharusnya sudah mempersiapkan kehadiran bayi dengan ilmu tentang bagaimana merawat bayi agar selalu nyaman. Salah satunya adalah dengan mengetahui jenis-jenis selimut bayi yang cocok untuk digunakan.

Untuk seorang bayi, selimut memiliki peran yang cukup penting. Untuk menjaga kehangatan tubuh bayi, maka membutuhkan selimut yang tepat. Selimut yang cocok tidak selalu yang memiliki bulu yang tebal karena terkadang fungsi selimut bukan hanya untuk menjaga bayi agar tidak kedinginan namun juga melindungi kulit bayi. Tentu tidak cocok jika ketika di siang hari, Anda berikan selimut tebal untuk bayi karena bayi justru akan merasa kepanasan sehingga keringat keluar berlebihan yang akhirnya membuat bayi merasa gatal.

Ketika memilih selimut untuk bayi, ternyata juga tidak bisa sembarangan. Bayi membutuhkan selimut yang cocok dan nyaman digunakan. Seperti yang diketahui, bayi memiliki kulit yang sensitif. Biasanya toko perlengkapan bayi menjual beberapa jenis-jenis selimut yang cocok untuk bayi. Bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, bunda juga bisa memilih selimut bayi untuk bingkisan yang bisa bunda lihat di pilihan bingkisan mothercare.

Fungsi selimut adalah menjaga agar tubuh bayi tetap hangat, menjaga kesensitifan kulit bayi dan untuk membungkus tubuh bayi agar otot dan tulang bayi tumbuh dan terbentuk dengan sempurna. Dalam memilih jenis selimut untuk bayi, ada banyak pilih warna, berat, bahan dan fungsi yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, kami akan sebutkan beberapa jenis selimut bayi.

  • Selimut bedungan/ bedongan (receiving blanket)

Masyarakat Indonesia hampir semua mengetahui jenis selimut ini karena memang sudah menjadi kebiasaan melakukan bedong untuk bayi. Jenis selimut ini memiliki bahan yang halus dan berbulu. Biasanya berbentuk segi empat. Biasanya selimut bedong digunakan dari bayi yang baru lahir.

  • Selimut lampin (swaddling blankets)

Untuk jenis selimut ini, biasanya berbentuk segi empat atau kerucut. Selimut ini memudahkan orangtua ketika bayi memangis dan mengganti popok bayi karena hanya membuka dan menutup pengait dibagian atas selimut ini.

  • Karung tidur bayi (sleep sacks)

Mungkin untuk jenis selimut ini jarang dijumpai di Indonesia. Jadi seperti sleeping bad, selimut ini adalah khusus digunakan ketika bayi sedang tidur. Jadi, seluruh badan kecuali kepala dimasukkan ke dalam sleeping bad.

Ketika akan membeli selimut, bukan hanya jenisnya namun Anda juga perlu mengetahui jenis bahannya. Inilah beberapa bahan selimut bayi.

  • Katun dan serat katun

Untuk bahan katun, biasanya memiliki harga yang relatif murah. Anda bisa menggunakan selimut berbahan katun ketika siang hari karena bisa menyerap keringat dan dingin ketika digunakan. Sedangkan serat katun bahannya lebih lembut dan mudah dibersihkan.

  • Bulu domba

Bahan ini cukup ringan dan tahan dengan noda. Sebaiknya selimut berbahan bulu domba tidak digunakan langsung bersentuhan dengan kulit jadi hanya digunakan sebagai pelapis saja.

  • Serat alami

Serat alami menjadi bahan yang cocok untuk bayi karena bahannya yang ramah terhadap kulit bayi, tidak menyebabkan alergi dan melindungi kulit bayi dari bakteri jahat.

Itulah dia beberapa jenis-jenis selimut bayi dan bahan selimut bayi yang biasa digunakan. Semoga bermanfaat.