anak usia 1 tahun
Source: Pixabay

Baruterus.com – Ada banyak hal yang terjadi dalam proses tumbuh kembang anak usia 1 tahun. Setiap orang tua tentu menginginkan anak mereka tumbuh dengan baik. Segala cara dilakukan untuk memastikan bahwa sang buah hati tidak mengalami hambatan dalam proses perkembangannya. Semua nutrisi yang dibutuhkan anak selalu berusaha dipenuhi. Tidak lupa, pertumbuhan anak pun terus dipantau. Berat dan tinggi badannya, fungsi penglihatan dan pendengarannya, gigi yang tumbuh, dan lain-lain.

Namun, selain pertumbuhan fisik bayi ada hal lain yang tidak boleh luput dari pengawasan orang tua, yaitu perkembangan emosionalnya. Salah satu dari perkembangan emosional itu adalah kemampuan bersosialisasi.

Kemampuan bersosialisasi dibangun oleh beberapa komponen utama yaitu:

  • Perhatian dan konsentrasi

Bisa melakukan usaha yang terus menerus, bisa melakukan suatu kegiatan tanpa terdistraksi, bisa menyelesaikan suatu tugas hingga selesai.

  • Bahasa reseptif

Pemahaman bahasa secara menyeluruh.

  • Bahasa Ekspresif

Penggunaan bahasa melalui omongan, isyarat atau bentuk-bentuk komunikasi lainnya untuk mengutarakan kebutuhan, keinginan, pemikiran dan ide.

  • Keterampilan bermain

Keterlibatan sukarela dalam kegiatan-kegiatan menyenangkan yang berorientasi pada gol.

  • Keterampilan pra-bahasa

Cara berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Tetapi menggunakan isyarat lain seperti mimik muka, gestur tubuh, kontak mata, dan lain-lain.

  • Kontrol diri

Kemampuan untuk menyesuaikan emosi, sikap, perhatian dan tingkah laku sesuai situasi yang dihadapi dengan cara yang diterima oleh tata kesopanan sosial.

  • Fungsi eksekutif

Kemapuan berpikir dan penalaran yang telah berkembang.

  • Perencanaan dan pengurutan

Kemampuan melakukan kegiatan multi-langkah secara berurutan untuk mencapai hasil yang baik.

Kemampuan bersosialisasi merupakan hal penting yang akan memengaruhi interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Anak yang perkembangan kemampuan bersosialisasinya terhambat akan mengalami masalah dalam hubungan sosialnya, misalnya menolak pergi ke acara ulang tahun teman karena akan ada banyak orang yang hadir di sana. Mereka juga bisa mengalami kesulitan dalam menerjemahkan pesan informasi yang mereka terima dari lingkungan sekitar. Bahkan, kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat anak mengalami kesulitan ketika mengerjakan tugas-tugas akademik.

Keterampilan bersosialisasi anak berkembang sesuai dengan periode usianya. Untuk memudahkan Anda dalam mengawasi perkembangan kemampuan bersosialisasi anak, berikut adalah ciri-ciri perkembangan yang sudah harus dicapai oleh anak umur 1 tahun:

  • Mempunyai preferensi mainan;
  • Mengenali bayangan diri sendiri dalam cermin;
  • Meniru kelakuan orang dewasa;
  • Suka melakukan aksi-aksi repetitif;
  • Melakukan permainan yang berhubungan dengan aktivitas tubuh (misalnya pura-pura tidur, makan, dll);
  • Secara spontan melakukan sesuatu ketika melihat boneka (misalnya memeluk atau mengajak main);
  • Menggunakan barang yang mirip dengan barang yang dibutuhkan (misalnya menggunakan selembar kertas sebagai selimut ketika bermain rumah-rumahan);
  • Bisa mencari barang-barang yang disembunyikan;
  • Mulai nyaman untuk bermain di dekat anak-anak lain;
  • Memerhatikan anak-anak lain yang bermain di sekitarnya tapi tidak langsung ikut bermain dengan mereka;
  • Terlibat dalam permainan yang menggunakan imajinasi;
  • Mengatakan “hai,” “dah,” “tolong,” dan ekspresi lainnya tanpa disuruh

Apabila anak umur 1 tahun belum menunjukkan perkembangan seperti di atas, mereka bisa mengalami pelambatan dalam perkembangan keterampilan motorik halus. Hal ini disebabkan kurangnya kegiatan menggunakan barang-barang dan mainan-mainan. Selain itu mereka juga mungkin mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang tua. Juga kesulitan meniru dan belajar dari orang lain karena rendahnya kemampuan untuk mengerti dan memperhatikan.

Untuk membantu perkembangan keterampilan sosialisasi anak usia 1 tahun, cobalah untuk aktif mengajak mereka bermain menggunakan barang-barang yang ada di sekitar rumah. Ajarkan juga mereka untuk melakukan sesuatu secara bergiliran.