Kebiasaan Buruk Orang Tua
Source: SBS

Baruterus.com – Buah jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya, begitulah peribahasa mengatakan. Begitu pula dengan kebiasaan buruk orang tua juga diturunkan. Alasannya, figur seorang anak adalah orang tua. Kebiasaan kita sebagai orang tua; suka hidup sehat, rajin berolahraga, suka merokok dan sebagainya biasa diturunkan. Pertanyaannya, apakah yang akan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan anak-anak di era globalisasi ini bermanfaat?

Gaya hidup hedon di zaman modern saat ini sudah tidak asing bagi setiap orang. Gaya ini menular dari orang tua sampai ke anak-anak. Kali ini kita akan membahas kebiasaan orang tua yang menyebabkan anak menjadi hedon. Orang tua yang memiliki gaya hidup hedon, akan membawa dampak kepada anak- anaknya kelak.

Apakah itu hedonisme? Sebuah keluarga dapat dikatakan menganut hedonisme apabila mereka sudah melakukan aktivitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghabiskan banyak uang dan waktu yang dimiliki atau kegiatan yang memenuhi banyak keinginan objek apa saja yang dianggap menarik. Misalnya objek yang menekankan unsur kesenangan hidup seperti fashion, makanan, barang mewah, tempat kumpul- kumpul yang ekslusif. Gaya hidup konsumtif tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup hedonisme yang dianut. Di satu sisi pola gaya hidup konsumtif memberi kenikmatan dan kepuasan, siapa yang tidak senang kalau setiap orang tuanya pergi anak-anaknya selalu mendapatkan barang- barang yang mewah.

Seorang anak tidak akan mengerti apakah barang yang dibeli itu mahal atau tidak. Kecuali orang tuanya yang sudah membiasakannya sedari mereka kecil. Kebiasaan seperti inilah yang akibatnya anak menjadi hedon, anak akan terbiasa dengan kehidupan mewah apabila orang tuanya sudah membiasakannya sejak dini. Orang  tua yang menerapkan gaya hidup hedon membawa dampak negatif bagi kehidupan anaknya kelak.

Apabila sebagai orang tua kita  tidak mengarahkannya ke hal yang positif, maka anak-anak akan bersikap seperti:

  1. Materialistis. Merupakan sikap dari gaya hidup hedonisme, mereka selalu kurang puas dengan apa yang sudah mereka miliki. Anak jadi lebih sombong dan selalu punya rasa iri terhadap orang lain.
  2. Pergaulan Bebas. Hal ini terjadi akibat dari paham hedonisme lebih mengutamakan kesenangan dan hura-hura tanpa tujuan.
  3. Boros. Anak-anak menjadi tidak terkendali didalam mengelola keuangan, mereka lebih senang menghabiskan dibanding berpikir gimana cara untuk menghemat.
  4. Egois. Lebih mengutamakan diri sendiri dibanding mengutamakan orang lain.
  5. Diskriminasi. Sikap yang suka membeda-bedakan strata sosialnya, dan merasa bahwa dirinya lebih kaya dari orang lain.
  6. Berfoya- foya. Membuang uang  hanya untuk membeli barang-barang tanpa tujuan dan arahan.

Peranan orang tua bagi anak sangat luar biasa penting, karena setiap tindakan dan sikap adalah cerminan bagi mereka. Ajarkan anak-anak untuk mulai menabung, beramal dan melakukan kegiatan positif seperti berolahraga, bermain musik dan melukis. Kurangi aktivitas yang suka duduk-duduk di mall, makan ditempat-tempat mewah dan membeli barang tanpa tau untuk apa  kegunaanya. Kalau mereka ingin membeli sesuatu, kita bisa mengajarkan mereka untuk melakukan tugas untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Didikan ini akan membantu anak belajar cara mencukupi dirinya sendiri kelak.

Ayo para orang tua dan saya sekalipun kita tanamkan nilai- nilai positif  dalam kehidupan anak-anak supaya ketika mereka bersosialisasi mereka tidak melakukan sikap-sikap yang disebutkan diatas.