Lebaran sudah di depan mata, bagi Anda yang memiliki rencana untuk bersilaturahmi pada sanak saudara pasti akan memikirkan matang-matang apa yang akan dibawa sebagai buah tangan bukan? Jika berkunjung pada sanak keluarga yang baru saja memiliki buah hati, Anda bisa memberikan sebuah mainan yang bisa ditujukan untuk si kecil. Banyak sekali pilihan mainan anak yang bisa Anda pilih dan dijadikan oleh-oleh saat mengunjungi rumah kerabat untuk bersilaturahmi nanti di hari raya Idul Fitri. Dalam memilih mainan untuk anak-anak sebaiknya pilih mainan yang bukan hanya menghibur, namun juga mencerdaskan anak. Bukan hanya itu, pilih mainan sesuai dengan usia anak agar bisa mendukung stimulasi awal perkembangan motorik atau sensorik anak. Jika anak masih berusia 0-1 tahun, Anda bisa memprediksi mainan apa yang dibutuhkan, dengan mengetahui perkembangan bayi, dan kapan bayi bisa melihat, sehingga mainan tidak mubazir.

Saat kita mengetahui kapan bayi bisa melihat, kita akan dengan mudah memilih mainan edukatif, untuk membantu perkembangan motorik. Berikut beberapa panduan yang bisa Anda lakukan saat memilih mainan sesuai dengan usia anak.

  1. Bayi usia 0-3 bulan

Pada usia ini, sebenarnya bayi belum membutuhkan mainan. Karena mainan yang paling baik untuk New Born adalah dekapan, belaian dan suara dari ibunya. Apalagi di awal kehidupannya, fungsi mata belum berfungsi secara sempurna. Hanya bisa melihat bayangan hitam dan putih dalam jarak 20-25 cm. Pada usia dua bulan jarak pandangnya akan semakin bertambah. Pada usia ini, Anda bisa menstimulasi dengan memperlihatkan pola hitam putih yang kontras agar ia tertarik dan memperhatikannya.

Untuk bayi usia 0-3 bulan ada beberapa rekomendasi yang bisa Anda pertimbangkan misalnya dengan memberikan bayi mainan yang bisa dipegang, bermain dengan cermin, buku, dan juga Wind Chimes atau lonceng angin.

  1. Bayi usia 3-6 bulan

Di usia 3-6 bulan, bayi sudah bisa mulai untuk diajak main. Karena ia sudah bisa melihat, dan kelima Indera yang dimilikinya sudah berkembang dengan baik. Pada bulan pertama, biasanya bayi akan bisa memegang, dan melihat meskipun pandangannya kabur. Ia sangat suka akan benda-benda berwarna, dan di gantung.

Di usia ini bayi sudah bisa meraih, memegang dan memainkan sebuah mainan. Bayo sudah bisa membolak-balikkan mainan dalam tangan, bahkan juga memasukkannya dalam mulut. Untuk itu, pilih mainan yang aman dan tidak berisiko saat mainan masuk dalam mulut. Rekomendasi mainan untuk bayi usia 3-6 bulan adalah dengan Activity Bars, boneka, mainan karet, dan mainan Teether.

  1. Bayi usia 6-9 bulan

Kalau selama 6 bulan bayi hanya bisa menggenggam sesuatu, maka di usianya yang semakin bertambah ia akan bisa melempar, atau memukul sebuah mainan. Untuk itu Anda bisa memilihkan mainan sesuai dengan kebutuhan si kecil. Misalnya saja dengan memberikan ia mainan berupa, bola, alat-alat yang mengeluarkan bunyi, seperti drum atau alat musik lainnya, dan mainan dorong, agar ia bisa bergerak ke sana-kemari.

Saat Anda mengetahui perkembangan bayi dengan baik, maka akan semakin mudah memilihkan mainan untuk si kecil. Mainan edukatif saat ini sangat beragam, sehingga memudahkan Anda dalam memilihnya. Akan tetapi pilihlah mainan yang benar-benar bermanfaat dan benar-benar sesuai dengan usianya.

Mungkin akan sangat aneh jika bayi berusia 1 bulan Anda memberikannya sebuah mainan yang justru cocok untuk anak di usia 3 atau 6 bulan. Akan sangat mudah bagi kita jika mengetahui kapan bayi bisa melihat agar bisa membelikan mainan yang bermanfaat. Dengan permainan bisa membangun kecerdasan otak anak sejak dini. Selain itu perkembangan motorik dan sensorik bisa berkembang dengan baik melalui stimulasi dengan mainan.