orangtua-tegas

Baruterus.com – Apakah menjadi orangtua itu mudah dan gampang? Tentu tidak. Menjadi orangtua bisa dikatakan adalah pekerjaan yang sangat berat. Mengapa? orangtua mempunyai tanggung jawab yang besar akan masa depan sang anak. Bukan hanya dalam hal materi namun juga tentang karakter dan kepribadian sang anak. Dalam membentur pribadi dengan karakter yang baik pada anak orangtua juga harus memperhatikan bagaimana pola asuhnya. Salah satu pola asuh yang sering disalah artikan oleh sebagian orangtua adalah berupaya untuk menjadi tegas namun justru malah cenderung kasar. Orangtua perlu tau bahwa jadi orangtua yang tegas, tidak dengan keras dan membentak.

Terkadang, pengertian ini sulit untuk dipahami oleh para orangtua. Misalnya saja jika sang anak melakukan tingkah laku yang tidak baik berulang kali atau ketika anak ngeyel minta es padahal sedang flu. Tentu banyak tindakan yang dilakukan oleh para orangtua dan berbeda-beda. Jika Anda sebagai orangtua tidak sabat dan dalam keadaan emosi yang memuncak maka tak jarang, suara tinggi dan perilaku yang sedikit ‘kasar’ muncul pada diri kepada Anak. Padahal hal demikian tak dianjurkan dalam hal orangtua saat menghadapi anak.

Lalu bagaimana caranya agar bisa tegas kepada anak namun tidak dengan cara membentak atau bertingkah laku kasar? Ya, tentu Anda sebagai orangtua akan menanyakan hal demikian bukan? Hal paling utama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa pola asuh dengan membentak dan bertindak kasar kepada anak tidak akan membawa anak ke hal positif justru memberikan dampak negatif kepada anak. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai cara agar bisa menahan diri dari rasa marah kepada anak, Anda bisa simak ulasan berikut ini.

  • Menjauh Sebentar

Jika Anda sudah mengerti dan memahami bahwa tidak tepat jika menghadapi anak dengan kasar dan bentakan, maka hal selanjutnya jika emosi memuncak karean tingkah polah sang anak adalah menjauhlah sebentar. Menjauh ini bertujuan agar Anda mendapatkan sedikit ketenangan hati beberapa menit sehingga Anda bisa lebih tenang dalam menghadapinya dan terhindar dari suara yang tinggi atau bentakan.

  • Katakan Jika Anda Marah

Terkadang untuk memberikan rasa takut kepada anak agar dapat lebih mudah menasehatinya adalah dengan mengatakan bahwa Anda sedang marah. Jika anak tahu bahwa Anda marah maka sang anak pun juga akan mengerti bahwa apa yang ia lakukan bukanlah hal yang benar.

  • Tentukan Batas Waktu Marah

Jika memang Anda harus marah karena tindakan anak tidak bisa dikondisikan maka jangan lupa untuk menentukan batas waktu kemarahan Anda. jangan sampai Anda terlalu marah dan tanpa ada komunikasi sedikit pun dengan anak. Karena yang harus Anda ingat tujuan Anda marah yaitu untuk meberitahukan kepada anak mana yang baik dan tidak baik sehingga tidak berlebihan.

  • Beri Pengertian Ke Anak

Satu hal yang keliru yang kerap kali dilakukan oleh orangtua adalah ia memperingatkan anak tanpa memberikan pengertian kepadanya. Misalnya, sang anak berusaha memanjat sesuatu yang mungkin saja bisa jatuh. Jangan hanya katakan “Jangan Manjat!” namun lebih baik jika Anda dengan segera mendekatinya dan beritahu seperti “Nak, Jangan panjat ya, nanti kalau jatuh kakinya sakit” dan pengertian lainnya.

  • Ajak Bercanda

Jika Anda tidak bisa diberitahu dan Anda sudah mulai emosi maka lebih baik jika Anda mengalihkan perhatian dengan mengajaknya bermain. Siapa tahu anak melakukan tersebut karena kurang perhatian dari Anda sebagai orangtua.

Nah, itu dia beberapa cara menjadi orangtua yang tegas namun tidak dengan kasar dan membentak. Cara diatas bisa Anda terapkan kepada anak untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang baik tanpa adanya emosi.