Bagi pasangan suami istri yang sudah menikah, kehadiran bayi di dalam kandungannya akan menjadi kabar yang paling membahagiakan. Buah cinta mereka berdua akan tumbuh dan berkembang, kemudian lahir melengkapi keluarga kecil mereka.

Menghadapi setiap fase kehamilan dengan segala masalah yang ada, akan terlupakan seiring kebahagiaan menunggu lahirnya sang buah hati. Persalinan normal mungkin akan tampak menakutkan karena rasa sakit yang dibayangkan, walau sebenarnya hal itu tidak perlu sampai membuat Ibu khawatir hingga berakibat stres.

Di bulan suci ramadhan ini, saat spiritual seseorang juga semakin meningkat, akan sangat berguna untuk mengolah ketenangan jiwa untuk menghadapipersalinan normal nantinya. Karena ketenangan saat melahirkan akan sangat mempengaruhi atas kelancaran dan mempercepat proses tersebut. Rasa tenang dan nyaman selama kehamilan juga dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Saat mendekati waktu melahirkan, tubuh akan mengkondisikan diri untuk membuat bayi berada di jalur keluar untuk lahir. Otot-otot yang berada di area jalan keluar bayi, akan merenganggang sehingga akan mudah untuk terlewati. Ada tiga tahap melahirkan normal yang biasa terjadi, yaitu:

Tahap pertama

Selama bulan-bulan kehamilan, leher rahim yang menjadi saluran jalan keluarnya bayi pada mulanya menutup dan berisi lendir yang dapat melindungi janin dari infeksi. Namun pada tahap pertama proses melahirkan, akan terjadi kontraksi yang menyebabkan leher rahim (serviks) tersebut mengalami perenganggan. Fase biasanya memakan waktu yang cukup lama, hampir beberapa jam dan sebagian wanita malah ada yang merasakannya hingga berhari-hari. Kontraksi akan terus terjadi yang membuat serviks melentur hingga membuka jalan berkisar 10 centimeter.

Pada fase ini, ketenagangan dan membuat diri senyaman mungkin akan sangat dibutuhkan. Sebaiknya Ibu juga mempersiapkan fisik dengan mengkonsumsi makanan yang dapat memberikan energi saat terjadinya persalinan. Gunakan waktu untuk tidur dan beristirahat. Ibu tetap bisa beraktivitas, namun jangan sampai membuat Ibu terlalu lelah, karena kelelahan hanya akan membuat Ibu membuang energi terlalu banyak.

Tahap kedua

Tahap kedua persalinan yang dijalankan secara normal adalah leher rahim terbuka sepenuhnya. Saat ini bayi Ibu akan mendorong tubuhnya menuju ke jalan lahir hingga menuju vagina. Ibu harus mengejan agar bayi terdorong menuju jalan keluarnya. Jangan melawan rasa ingin mengejan ini, karena ini proses alami yang harus dilakukan. Jangan lupa untuk menarik nafas di antara waktu mengejan ini.

Mungkin proses pendorongan ini tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan, namun teruslah berusaha melakukannya. Rasakan dorongan yang juga dilakukan oleh bayi Ibu di dalam perut, hingga akhirnya kepala bayi akan terasa menyentuh vagina. Bernafaslah sejenak untuk membantu otot-otot di antara vagina dan anus merenggang, sehingga setelahnya Ibu akan bisa melahirkan secara perlahan.

Tahap ketiga

Tahap ketiga ini dilalui setelah bayi terlahir dengan selamat. Uterus Ibu akan melakukan kontraksi setelah persalinan terjadi, namun kontraksi ini tidak terlalu kuat karena pada dasarnya rahim Ibu sudah turun. Selanjutnya plasenta yang mengikuti bayi akan keluar secara bertahap dan ibu akan kembali mengejan untuk mengeluarkannya dari vagina.

Memperhatikan setiap tahapan persalinan normal yang akan terjadi, karena itulah Ibu harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya. Bukan hanya persiapan fisik yang diperlukan, namun juga ketenagan batin dan pikiran sangat penting agar semua proses persalinan berjalan lancar. Ketenangan akan membuat Ibu mengingat setiap hal-hal yang harus dilakukan saat melahirkan. Hal ini juga mampu untuk mengurangi timbulnya jahitan setelah melahirkan.