tumbuh kembang anak
Source: Babycenter

Baruterus.com – Pada saat bayi dilahirkan sebenarnya sudah membawa perlindungan sendiri atau antibodi terhadap penyakit. Perlindungan ini diperoleh dari antibodi dari ibu yang diteruskan pada bayi melalui plasenta. Selain itu, bayi juga mendapatkan antibodi yang terkandung dari ASI. Terutama ASI yang pertama keluar setelah melahirkan atau kolostrum.

Hanya saja, kedua perlindungan itu bersifat sementara. Mungkin hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Sehingga diperlukan perlindungan lain, agar tumbuh kembang anak menjadi maksimal dan tidak rentan terhadap suatu penyakit. Perlindungan yang paling tepat untuk si kecil adalah imunisasi.

Imunisasi atau vaksinasi adalah cara untuk menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan sejumlah mikroorganisme dari penyakit tertentu yang dilemahkan dan dimasukkan ke dalam tubuh si kecil guna membentuk sistem imun dan membentuk antibodi di dalam tubuhnya. Mikroorganisme yang dinonaktifkan bisa virus atau bakteri.

Imunisasi ini akan mempersiapkan sistem kekebalan tubuh si kecil untuk menghadapi penyakit tertentu di masa depan, sesuai dengan jenis imunisasi yang diberikan. Caranya dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seolah-olah infeksi sebenarnya terjadi. Padahal sebenarnya hanya mikroorganisme yang dilemahkan. Sistem kekebalan nantinya akan menangkis infeksi buatan itu dan ‘mengingat’ organisme yang menyerang. Sehingga nantinya jika ada organisme yang sama masuk ke tubuh,  akan mudah dilawan dengan cepat.

Berikut adalah jenis-jenis imunisasi atau vaksinasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di antaranya:

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi hati berbahaya disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh lewat cairan tubuh dan darah. Imunisasi atau vaksinasi direkomendasikan untuk bayi dari saat dia dilahirkan. Vaksin ini diberikan selama tiga kali atau tiga dosis. Yang pertama harus diberikan 24 jam setelah kelahiran. Yang kedua diberikan satu sampai dua bulan kemudian. Sedangkan yang terakhir pada usia 6 sampai 18 bulan.

Polio merupakan penyakit akibat virus yang menyebabkan kelumpuhan dan terkadang kematian. Vaksin polio diberikan dalam satu rangkaian. Pada saat si kecil baru dilahirkan, berusia dua bulan, empat bulan, serta enam bulan. Selanjutnya diberikan pada usia satu setengah tahun, dan terakhir diusia lima tahun.

  • BCG

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC. Vaksinasi diberikan pada saat anak dilahirkan sampai berusia 12 bulan.

  • DTP

Vaksin ini diberikan untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis. Difteri merupakan penyakit berbahaya yang menyebabkan sesak napas, radang paru-paru, hingga dapat menyebabkan kematian. Tetanus adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang menyebabkan kejang dan kaku otot serta dapat menyebabkan kematian. Pertusis yaitu penyakit batuk parah yang dapat menganggu pernapasan.

Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali. Pada usia dua, empat, enam bulan. Selanjutnya diberikan pada usia 15 sampai 18 bulan, yang terakhir diberikan pada usia 4 sampai 6 tahun. Setelah usia itu bisa diberikan vaksin sejenis yang disebut Tdap.

Vaksin yang dapat diberikan selanjutnya disebut Td, direkomendasikan pada interval 10 tahun sepanjang hidup.

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyebabkan demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan ruam. Vaksin diberikan pada usia sembilan bulan, dua tahun, dan enam tahun.

  • Hib

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri haemophilus influenza tipe B yang dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak), septic arthritis (radang sendi), pneumonia (radang paru-paru), pericarditis (radang selaput jantung). Vaksin ini diberikan pada saat si kecil berusia dua, empat, enam, dan delapan belas bulan.

Di Indonesia, imunisasi wajib untuk mencegah penyakit dan tumbuh kembang si kecil meliputi vaksin untuk hepatitis B, polio, BCG, DTP dan campak merupakan imunisasi wajib. Sedangkan sisanya merupakan vaksinasi yang direkomendasikan seperti PCV, rotavirus, influenza, MMR, tifoid, Hepatitis A, Varisela, HPV, dan Hib.