grafik perkembangan bayi
Source: Shemrock

Baruterus.com – Hai Bunda gunakan grafik perkembangan bayi untuk memonitor pertumbuhan berat badan dan tinggi bayi si kecil. Pusat dari catatan kesehatan anak Anda ada di grafik. Anak-anak yang tumbuh dengan normal di mana tinggi, panjang dan berat mereka cukup normal pada umumnya sehat. Dokter akan mengamati tinggi dan berat bayi Anda menggunakan grafik persentase seperti yang ada di bawah ini. Seiring waktu, Anda akan mampu melihat apakah bayi Anda berkembang seperti yang diharapkan. Grafik ini akan membantu Anda mengikuti perkembangan anak bersamaan dengan dokter.

Bayi yang sehat mempunyai ukuran yang berbeda-beda dan pengertian dari istilah pertumbuhan normal sangat luas. Sebagai contoh, banyak anak bergeser dalam grafik perkembangan mereka dalam waktu 6 bulan di mana mereka mulai tumbuh mirip dengan bentuk yang diwariskan dari keluarga mereka. Pada awalnya, perkembangan mereka mencerminkan bagaimana mereka tumbuh sebelum lahir dan nutrisi yang didapat pada beberapa bulan pertama.

Bayi yang mendapatkan ASI akan lebih padat pada beberapa bulan pertama dan akan lebih relatif kurus dari pada tahun pertama mereka dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Dan beberapa keluarga mempunyai bayi yang tumbuh dengan cepat, di mana yang lain mempunyai bayi yang lebih lambat dalam tumbuh tapi mempunyai berat badan yang tetap. Jadi selalu ingatkan tentang adanya perbedaan ini pada waktu Anda mengikuti perkembangan anak Anda.

Grafik Perkembangan Bayi Perempuan Dan Laki Laki

Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.

Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya.

Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Tetapi bukan berarti anda boleh memaksa si kecil. Tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman, atau rasa takut dapat mengganggu usaha yang dilakukan si kecil. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik yaitu:

  • Faktor Genetik

Individu yang mempunyai beberapa faktor keturunan yang dapat menunjang perkembangan motorik misalnya otot kuat, syaraf baik, cerdas, menyebabkan perkembangan motorik aindividu tersebut menjadi baik dan cepat.

  • Faktor Kesehatan pada Periode Pranatal

Janin yang selama dalam kandungan dalam keadaan sehat, tidak keracunan, tidak kekurangan gizi, tidak kekurangan vitamin, dapat membantu memperlancar perkambangan motorik anak.

  • Faktor Kesulitan dalam Kelahiran

Anak yang mengalami kesulitan dalam kelahiran, misalnya dalam perjalanan kelahiran, kelahiran dengan bantuan alat (vakum, tang) sehingga anak mengalami kerusakan otak, akan memperlambat perkembangan motorik anak.

  • Faktor Kesehatan dan Gizi

Kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan pasca lahir akan mempercepat semua bagian tubuh, akan mempercepat perkembangan motorik.

  • Rangsangan

Adanya rangsangan, bimbingan dan kesempatan anak untuk menggerakan semua bagian tubuh, akan mempercepat perkembangan motorik.

  • Perlindungan

Perlindungan yang berlebihan sehingga anak tidak ada waktu untuk bergerak, misalnya anak hanya digendong terus, ingin naik tangga tidak boleh, akan menghambat perkembangan motorik anak.

  • Prematur

Kelahiran sebelum masanya disebut prematur, biasanya memperlambat perkembangan motorik.

  • Kelainan

Individu yang mengalami kelainan, baik fisik maupun psikis, sosial, mental, biasasanya mengalami kehambatan perkembangan motorik.

  • Kebudayaan

Peraturan daerah setempat dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak. Misalnya ada daerah yang tidak mengizinkan anak putri naik sepeda, maka tidak akan diberi pelajaran naik sepeda roda tiga.

Grafik Perkembangan Bayi Yang Normal

Terdapat  lima prinsip perkembangan motorik pada bayi yang baru lahir sampai usia dua tahun yang telah dilakukan dari sejumlah studi longitudinal, yaitu:

  • Perkembangan motorik tergantung pada kematangan syaraf, contohnya gerakan-gerakan bayi yang baru lahir bersifat gerakan refleks. Ini karena kemasakan pusat syaraf yang lebih rendah dari pada otak, yang bertempat dalam urat syaraf tulang belakang yang mempengaruhi gerakan refleks pada waktu lahir berkembang lebih baik dari pada pusat syaraf yang terdapat didalam otak.
  • Belajar keterampiln motorik tidak terjadi sebelum anak matang untuk suatu perkembangan. Misalnya belajar berjalan pada anak akan sia-sia kalau syaraf dan otot untuk berjalan belum masak. Bahkan kalau dipaksakan akan memberi pengaruh negatif pada anak.

Hukum Proximodistal menerangkan bahwa perkembangan motorik dari titik poros tengah tubuh menuju ke anggota-anggota tubuh. Contohnya tampak waktu bayi menjangkau benda. Untuk menjangkau benda, bayi menggunakan bahu sebelum dapat menggunakan siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan. Perkembangan berikutnya bayi dapat meraih benda dengan sikunya, dan berkembang lagi sehingga dapat meraih dengan telapak tangannya, akhirnya dapat mejumput benda dengan ibu jari dan telunjuknya.

Dari contoh ini bisa dilihat bahwa motorik kasar berkembang terlebih dahulu, selanjutnya diikuti perkembangan motorik halus. Grafik Perkembangan bayi motorik kasar dibantu oleh otot-otot kasar, misalnya otot bahu, otot pergelangan tangan. Sedanghan perkembangan motorik halus dibantu oleh otot-otot halus, misalnya otot-otot yang terdapat pada jari-jari tangan, jari-jari kaki, bibir, dan sebagainya.