jam tidur anak
Source: Julie Says So

Baruterus.com – Sebagian besar hidup manusia dihabiskan untuk tidur. Terlepas dari status sosial, jenis kelamin, demografis hingga usia tidak menutup realita bahwa istirahat bagi tubuh sangatlah penting. Di awal pertumbuhan manusia sekalipun, jam tidur anak telah menjadi potongan kegiatan rutin yang tidak bisa dihilangkan. Bisa dibilang, memejamkan mata lantas pergi ke alam mimpi adalah anugrah tersendiri.

Manusia normal, tanpa kondisi apapun rasanya tak perlu lagi dijelaskan apa definisi tidur. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa bisa jadi mayoritas orang di dunia belum mengenal fakta tidur pada anak. Padahal, mengkaji fungsi tidur si kecil akan menampakkan bukti ilmiah seputar hubungan antara pertumbuhan anak dengan terpenuhinya kebutuhan tidur.

Pentingnya keberadaan tidur dalam hidup manusia buat banyak manusia berakal mencari tahu. Tak heran, ragam penelitian telah diselenggarakan guna menemukan standard tidur yang tepat. Melihat segi rata-rata beragam jurnal ilmiah global, ditemukan beberapa fakta unik seputar tidur anak. Bagi pembaca yang mungkin pengasuh atau orang tua, mari lihat seberapa banyak yang telah diketahui:

Kemampuan tidur siang berbeda-beda

Tidur siang, duh, rasanya tidak aneh dilakukan anak kecil. Sepertinya kalau berhasil menidurkan anak di siang bolong, secercah kebebasan diraih. Bagi ayah atau bunda yang memilih bekerja di rumah, atau dedikasi hidup di rumah tangga, kerap menggunakan waktu lowong untuk ikut tidur atau menyelesaikan keperluan rumah tangga, sayangnya, anak kadang bangun lebih cepat dari perkiraan.

Separation anxiety atau rasa cemas berlebih kala jauh dari orang tua banyak dialami anak. Bahkan, anak dengan perilaku yang sepertinya dewasa bisa mendapati masalah satu ini. Tangisan keras bila bangun tidur tanpa orang tua di sampingnya sering bikin kaget dan buat si kecil kesulitan tidur siang esok harinya. Andai saja, ayah bunda atau pengasuh tahu kemampuan tidur siang anak berdasar usia, pasti tidak perlu lagi kebingungan:

  • Anak usia enam bulan membutuhkan dua jam empat menit sehari dengan durasi sekali tidur selama satu jam tiga menit hingga tiga jam lima menit.
  • Anak usia delapan belas bulan membutuhkan satu jam lima menit sehari dengan durasi sekali tidur selama satu jam hingga dua menit.
  • Anak usia tiga puluh bulan membutuhkan satu jam dua menit sehari dengan durasi sekali tidur selama tujuh puluh menit hingga 1 jam tujuh puluh menit.
  • Anak usia tiga tahun lima bulan membutuhkan satu jam sepuluh menit sehari dengan durasi sekali tidur selama lima puluh menit hingga satu jam tujuh puluh menit.
  • Anak usia lima tahun sembilan bulan membutuhkan satu jam sehari dengan durasi sekali tidur selama tiga puluh menit hingga satu jam tujuh puluh menit.
  • Anak usia enam tahun sembilan bulan membutuhkan satu jam dua puluh menit sehari dengan durasi sekali tidur selama tiga puluh menit hingga dua jam sepuluh menit.

Namun, setiap teori tidak selalu sejalan dengan realita. Seringkali, ada beberapa faktor tertentu yang menyebabkan hasil penelitian mengenai estimasti lama tidur melenceng. Terus perhatikan saja perkembangan anak dan pengasuh atau orang tua bebas kembali aktivitas sebelum waktu tidur habis.

Pola tidur tidak pernah sama

Banyak orang percaya semua anak punya pola tidur yang sama. Menurut mayoritas penduduk Indonesia, jam 10 malam saatnya tidur, pagi bangun, dan jam 12 siang saatnya tidur siang. Padahal tidak selamanya pola tidur yang sama baik untuk semua orang.

Jepang, sebagai negara dengan mayoritas Asia layaknya Indonesia saja punya pemikiran berbeda terhadap jam tidur. Bagi warga negeri matahari terbit, tidur siang tidak pantas dilakukan. Pembaca yang ikuti seri Doraemon mungkin paham bagaimana tokoh utama bernama Nobita selalu dimarahi kala tidur siang. Padahal, di Indonesia, tidur siang hingga sekolah dasar bukan hal tabu untuk dilakukan. Lantas siapa yang salah?

Jawaban yang paling tepat adalah tidak ada yang salah maupun benar. Kedua negara punya kelebihan tersendiri dalam hal jam tidur. Hal terpenting justru terletak pada kecukupan waktu istirahat dibanding bagaimana mencukupi kebutuhan tersebut. Bisa jadi, anak tanpa tidur siang punya jatah waktu tidur malam lebih lama dibanding mereka yang tidur siang.

Kebutuhan tidur kiranya serupa namun…

Penelitian terkini berhasil menemukan berapa standard kebutuhan tidur si kecil berdasarkan usianya. Dua bulan pertama anak di dunia butuh tidur paling tidak lima belas hingga delapan belas jam sehari, lain cerita dengan anak usia satu hingga tiga tahun yang butuh dua belas hingga empat belas jam dedikasi untuk tidur.

Kendati demikian, manusia tergolong mahluk dinamis. Hitungan rata-rata yang telah ditetapkan tidak selalu bekerja dengan baik untuk semua orang. Jangan heran, bila anak butuh tidur diatas atau malah kurang dari rata-rata. Selama buah hati tak tunjukkan ciri-ciri kurang tidur seharusnya tidak ada masalah.

Mudah rewel, dan perubahan sikap pada buah hati umumnya dijumpai mereka yang kekurangan tidur. Bila orang tua ingin menyesuaikan jam tidur standard maka tak apa, namun harap tahu..

Resiko kejar target

Tak jarang orang tua memaksa anak untuk tidur sesuai dengan jam yang ditentukan. Tak peduli anak sudah mengantuk atau belum, selama ‘target’ tercapai rasanya puas sudah. Jangan salah, sekilas memang anak sepertinya cukup tidur, tapi memaksa si kecil tidur di kala tak lelah, hanya persulit tindakan memenuhi jam tidur anak kedepan.