tumbuh kembang balita
Source: Healthy Child Healthy World

Baruterus.com – Ada dua hal yang harusnya dijadikan patokan tumbuh kembang balita selain berat badan. Dua hal ini jarang diperhatikan mengingat banyak orang tua yang hanya memperhatikan perkembangan si kecil dari segi berat badannya saja. Padahal, dua hal ini tak kalah penting untuk diperhatikan.

Apa dua hal yang dimaksud tersebut?

Yang pertama adalah lingkar lengan atas. Pernahkah ibu mengukur lingkar lengan atas sang buah hati? Bagi masyarakat awam tentang kesehatan balita, mereka tidak pernah mengukur bagian tubuh balita tersebut. Padahal, di dalam ilmu kesehatan yang berkaitan dengan perkembangan balita, lingkar lengan atas dijadikan patokan apakah balita mengalami proses perkembangan yang normal atau tidak.

Secara umum, balita 1 tahun memiliki lengan atas 16 cm. Sementara itu, jika usianya bertambah satu tahun, maka pertambahannya sekitar 0.25 cm. Ini terjadi hingga usianya mencapai 5 tahun. Jadi, ada baiknya ibu sekarang mengukur lingkar lengkan atas si kecil untuk memastikan apakah perkembangan anak sudah baik atau belum.

Yang kedua adalah tinggi badan anak. Jika ibu rutin mengantarkan si kecil posyandu, ibu pasti perkembangan tinggi badan balita. Pasalnya, petugas tidak hanya akan menimbang berat badan balita tapi juga mengukur tinggi badannya.

Berapa tinggi badan normal balita? Tentu saja ada perbedaan angka normal tinggi badan balita di Eropa dengan di Asia seperti Indonesia. Dan berikut ini angka normal tinggi badan balita di Indonesia.

Balita satu tahun umumnya memiliki tinggi badan 74,5 cm. Sementara itu, ketika usianya mencapai 2 tahun, tingginya menjadi 87 cm. Perkembangan balita menjadi lebih signifikan ketika usianya mencapai 3 tahun karena tinggi badan idealnya 11,6 cm.

Lalu bagaimana jika tinggi badan anak ibu di bawah ideal? Bukan berarti hal tersebut pasti menujukkan perkembangan anak kurang baik. Hanya saja, ibu harus waspada. Apakah tinggi badannya sesuai dengan berat badan si kecil? Jika sesuai, maka tidak ada yang perlu ibu khawatirkan.

Tinggi badan anak ditentukan oleh faktor genetik. Jika ibu dan suami ibu memiliki tubuh yang tinggi, maka pertumbuhan badan balita akan sangat mudah sekali.

Meskipun demikian, jangan sepelekan juga faktor nutrisi. Balita akan tumbuh tinggi jika mendapatkan asupan gizi berupa kalsium dan vitamin D yang cukup. Dan dua nutrisi tersebut bisa ibu berikan dengan cara menyiapkan susu Frisian Flag setiap hari. Susu Frisian Flag Jelajah untuk balita 1-3 tahun dan Frisian Flag Karya untuk balita 3 tahun ke atas. Ibu bisa dapatkan susu balita terbaik tersebut di www.ibudanbalita.com. Jangan lupa kumpulkan poin dan dapatkan hadiah yang sudah disiapkan oleh pihak Frisian Flag.

Jangan sampai ibu kecewa ketika ibu baru tahu bawasannya perkembangan anak mengalami masalah. Deteksi dini mengenai tumbuh kembang anak harus dilakukan.

Namun, ibu tidak boleh hanya fokus pada perkembangan fisik saja. Ibu harus perhatikan juga perkembangan otaknya. Perkembangan otak ini berkaitan dengan bagaimana balita mampu merespon apa yang ibu katakan, bagaimana ia belajar bicara, bagaimana ia belajar hal-hal yang baru, dan lain sebagainya.

Diperlukan stimulus yang tepat untuk memastikan tumbuh kembang balita optimal. Stimulus tersebut bisa berupa permainan yang edukatif. Permainan harus disesuikan dengan usia sang buah hati. Maka, ibu akan terkejut dengan betapa signifikannya tumbuh kembang balita.