perkembangan janin usia 3 minggu
Image Source: s-media-cache-ak0.pinmg

Baruterus.com – Awal masa kehamilan merupakan masa-masa yang menentukan untuk perkembangan calon janin dalam kandungan. Di usia kehamilan minggu ketiga, ratusan sel dalam rahim berkembang dengan sangat cepat, mempersiapkan embrio bertumbuh menjadi janin.

Menginjak usia kehamilan 3 minggu, Ibu belum tahu bahwa dalam rahim mulai tumbuh calon bayinya, tanpa bantuan alat mikroskopi, bakal janin tidak dapat dilihat. Namun, Ibu yang memiliki siklus menstruasi teratur, tanda kehamilan sudah dapat dirasakan dari minggu pertama.

Proses awal kehamilan adalah setelah ejekulasi, sel sperma harus melalui masa penyesuaian selama 7 jam di dalam vagina. Kemudian membutuhkan waktu 10 jam untuk dapat mencapai saluran tuba, tapi hanya butuh sekitar 20 menit untuk membuahi ovum. Pembuahan berlangsung selama 12-24 jam ini akan berakhir dengan terbentuknya zigot (sel yang berkembang).

Pada minggu pertama hingga keempat setelah proses ovulasi terjadi, embrio akan memproduksi hcG (human chorionic gonadotropin) yang akan menghentikan produksi sel telur dan memicu tubuh untuk memproduksi hormon kehamilan, yaitu progesteron dan estrogen.

Berikut ciri-ciri perkembangan janin usia 3 minggu :

  1. Bentuk janin di usia 3 minggu belum terlihat jelas, masih berupa persiapan  dan pematangan embrio bertumbuh menjadi janin.
  2. Pembentukan genetika ditandai dengan berkembangnya embrio hingga memiliki 46 kromosom (23 dari Ibu dan 23 dari Ayah). Pada fase ini akan menentukan ciri-ciri calon bayi Ibu kelak, warna kulit, bentuk wajah dan juga jenis kelamin.
  3. Ukuran calon janin masih sangat kecil, diameter sebesar 0,08 inch atau 0.1 – 0.2 mm, yang terdiri dari 3 lapisan benih (sel).
  4. Sel akan terus membelah diri setiap 12 jam, dalam waktu 3 hari sel akan membelah menjadi 16 yang disebut stadium morula.
  5. Pada stadium morula, sel akan bergerak perlahan dari saluran tuba menuju rongga rahim.
  6. Dalam rongga rahim, embrio telah membelah diri menjadi ratusan sel, terus berkembang dan dikelilingi rongga berisi cairan yang disebut Blastocyst
  7. Blastocyst akan mencari tempat untuk nidasi atau implantasi (menempel) di dinding rahim. Pada fase ini Ibu sering mengalami pendarahan.
  8.  Blastocyst akan menempel pada bagian fundus, bagian rahim paling atas.
  9. Tubuh Ibu akan mengeluarkan protein imonusupresan, yang berfungsi untuk mencegah reaksi berlebih karena tubuh “melihat” janin sebagai benda asing.
  10. Bila fase nidasi berhasil, barulah bisa disebut hamil, jadi prosesnya sekitar 2 minggu dari hari pertama haid terakhir. Ibu kini tengah masuk usia kehamilan 3 minggu, meski janin baru berusia 1 minggu.

Kondisi fisik Ibu pun mulai terlihat perbedaan, Sebagian Ibu akan mengalami pendarahan singkat, sekitar satu atau dua hari saja. Pendarahan berupa flek warna merah muda tidak perlu dikhawatirkan. Ini adalah tanda awal kehamilan. Selanjutnya kondisi fisik Ibu yang mudah lelah, perubahan buah dada yang menyerupai gejala PMS, perut kram, perubahan emosi yang dipengaruhi hormon kehamilan, dan buang air kecil yang lebih sering dari biasanya. Kondisi seperti ini dapat dipastikan melalui bantuan tes kehamilan baik melalui medis atau dengan menggunakan testpack sendiri.

Konsumsi nutrisi sangat dibutuhkan pada fase awal kehamilan ini. Asam folat, protein, kalsium dan zat besi akan merangsang pertumbuhan embrio lebih maksimal. Makanan sehat juga akan membantu Ibu mengatasi ketidakseimbangan mood dan mual di pagi hari atau morning sickness.