Cara Menasehati Anak yang Benar
Source: psychologyandi.com

Baruterus.com – Menasehati anak adalah tugas setiap orangtua. Kewajiban orang tua adalah selalu menasehati dan memberikan arahan yang baik bagi anak-anaknya. Menunjukkan mana yang benar dan  mana yang salah dan harus selalu ditegaskan. Namun sayangnya tidak setiap orangtua mengerti bagaimana cara menasehati anak yang baik. menasehati selalu diidentikan dengan memarahi anak. Padahal tidak semua nasehat harus disampaikan dengan kemarahan. Pada artikel kali ini, kami akan menyampaikan sedikit ulasan mengenai cara menasehati anak yang keras kepala dengan baik.

Setiap orangtua berkewajiban untuk selalu memantau anak-anaknya. Bagaimana anaknya berperilaku, bagaimana sifat-sifatnya dan bagaimana ia bersikap dengan orang lain. Salah satu sifat yang dapat dengan mudah sekali dimiliki oleh anak-anak adalah sifat keras kepala. Sifat ini muncul bisa jadi karena terlalu seringnya orangtua memperlakukan anak tidak sesuai dengan apa yang dibenarkan. Sering memarahi anak misalnya. Karena terlalu sering dimarahin oleh orangtua, anak menjadi kebal akan kata-kata keras dari orangtuanya sehingga menyebabkan anak menjadi keras kepala.

Menasehati anak tak perlu dengan amarah.

Ya, jika ingin menasehati anak sebenarnya tidak perlu dengan amarah. Apalagi jika kesalahan yang dilakukan oleh anak masih termasuk kesalahan kecil yang tidak memerlukan amarah untuk menyampaikannya, apalagi sampai memukul anak yang berdampak negatif. Akan tetapi, tak semua orangtua memiliki pemikiran yang demikian. Hanya karena kesalahan kecil yang sebenarnya tidak sengaja dilakukan oleh anak saja membuat orangtua menjadi marah besar. Jika Anda sebagai orang tua masih menggunakan amarah untuk menyampaikan nasihat Anda maka jangan kaget jika lama-lama anak malah balik marah. Anak akan meluapkan emosinya karena membela diri dan menyebabkan si anak menjadi keras kepala dan sulit untuk dinasehati.

Cara Menasehati Anak Agar Tak Keras Kepala

Kita semua percaya bahwa orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Ketika anak melakukan kesalahan, tentu orangtua berniat untuk memberitahu dan menasehati anak agar tak mengulangi kesalahannya. Yang menjadi permasalahan adalah orangtua sering tidak tahu cara menasehati anak yang baik yang tidak menyinggung hati sang anak. berikut ini adalah beberapa cara mensehati anak yang baik agar anak tidak berubah menjadi anak yang keras kepala.

  • Tenang

Hal yang paling pertama jika mengetahui kesalahan anak adalah menenangkan diri. Sebesar apapun kesalahan anak usahakan Anda sebagai orangtua dapat menghadapinya dengan tenang dan sabar. Jangan mengedepankan emosi dan egois saja ketika menghadapi anak karena emosi anda akan berpengaruh pada pola pikir dan emosional sang anak.

  • Terapkan Sikap yang Baik

Jika Anda sudah merasa tenang dan sabar maka selanjutnya adalah menerapkan sikap-sikap yang baik ketika menghadapi sang anak. Berikan nasehat dengan cara yang benar dan sikap yang baik.

  • Bersikap Bijak

Sikap bijak orang tua sangat dibutuhkan oleh anak ketika anak sedang menghadapi masalah. Sikap ini sangat sulit untuk diterapkan oleh orangtua. Terkadang orangtua hanya bisa menyalahkan sang anak tanpa bisa mengerti keadaan dan kondisi sang anak. posisikan diri Anda di posisi sang anak untuk dapat memahami masalahnya.

  • Bertindak Adil

Selain harus bijak, orangtua juga harus bertindak adil kepada anak. Pertama, pahami dulu bagaimana permasalahannya terutama pada alasan sang anak melakukan kesalahan tersebut. setelah itu, Anda sebagai orangtua harus bertindak bijak dan adil untuk masalah tersebut. Jangan selalu membela anak dan jangan pula selalu menyalahkan anak untuk kesalahan yang tidak diperbuatnya.

Itulah beberapa tips dan cara mengenai bagaimana menasehati anak yang baik agar anak tidak keras kepala. Kuncinya hanya satu, jangan memulai dengan amarah ketika ingin menasehati anak.