cara mendidik anak 2 tahun

Baruterus.com – Masa kecil adalah masa dimana apapun yang dilakukan terlihat lucu dan menyenangkan, bahkan ketika berteriak – teriak di depan umum sekalipun anak kecil tetap terlihat normal dan wajar. Hingga akhirnya tiba saat dimana tubuh telah menjadi dewasa dan inilah saat yang tepat untuk mulai bertingkah layaknya orang dewasa. Cara mendidik anak 2 tahun mengenai sopan santun jauh lebih penting dari yang dikira. Pasalnya pendidikan tata krama sejak usia dini sebetulnya akan sangat memudahkan anak maupun orang tua, karena merubah kebiasaan yang sudah mengakar sangatlah sulit seperti memaksa bangkit dari kasur yang nyaman nan empuk. Ingat, sopan santun yang baik tentu akan sangat membantu sosialisasi dengan sesama, termasuk perjalanan karir anak meraih mimpi masa depan nanti.

Sebelum dimulai, harap ditekankan bahwa cara mendidik tata krama anak usia 2 tahun memerlukan tidak hanya ketegasan namun juga kasih sayang. Kasar namun lembut berwibawa merupakan gambaran yang tepat. Anak usia 2 tahun masih cukup rawan terluka hatinya, namun pikiran anak 2 tahun belum begitu jauh hingga memikirkan bagaimana harus menjaga sikap di tempat umum. Kendati demikian, anak umur 2 tahun memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi dibanding orang dewasa. Kecerdasan emosional yang dimadsud disini adalah kemampuan merasakan empati, perasaan senang maupun sedih yang dirasakan orang lain. Saat manusia tumbuh berkembang, terkadang ada masanya perasaan empati seolah tertimbun di dalam hati hingga mati suri, sedangkan anak kecil tidak demikian. Perasaan anak kecil masih cukup tajam untuk memahami suasana hati orang di sekitarnya.

Empati adalah suatu kemampuan merasakan yang cukup menguntungkan pendidik namun juga merugikan. Karena anak belum mampu menyerap nasihat berupa kata – kata, ia hanya mendeteksi apakah tindakannya membuat orang lain terutama orang tua merasa senang atau tidak. Seringkali ketika anak berbuat sesuatu di luar sopan santun, tidak ada yang menegur dengan pasti malah hanya tertawa. Tingkah anak seperti apapun memang terlihat maju jika belum menginjak diatas 7 tahun, terlebih jika tuhan memberkahi anak dengan senyum manis yang meluluh lantahkan hati siapapun yang memandang. Ketika anak melempar makanan atau berteriak – teriak tidak jelas mencari perhatian kemudian ada orang dewasa yang menghampiri dengan senyum manis, anak akan menganggap bahwa tindakannya membahagiakan orang lain. Dapat diterka, hari selanjutnya anak ingin melakukan hal yang sama karena dirinya mengira tindakan tidak senonoh tersebut malah menimbulkan gelak tawa tanda rasa senang. Lain kali, begitu menyadari anak bertindak tidak sopan bahkan menghancurkan barang, cegah agar tak satupun saksi tertawa atau bahkan tersenyum melihat polah anak. Ayah ibu tidak perlu memarahi, cukup diamkan saja dengan wajah datar dan dingin, dengan demikian anak merasa bahwa ketidak sopanan yang ia lakukan membuat orang yang disayang tidak bahagia.

Manusia pertama kali belajar dengan melihat bukan mendengar. Nenek moyang jaman batu sekalipun, tidak menulis namun menggambarkan apa yang ia lihat. Bayi tidak mengerti kata – kata intelek yang ayah atau bunda keluarkan ketika menasihati anak, tapi justru mencontek perilaku ayah dan bunda. Pada usia 2 tahun, segala macam hal akan langsung tertanam di alam bawah sadar, sebab, umur 2 tahun adalah saat pertama mata bayi akhirnya berfungsi dengan cukup baik. Bayi akan berusaha menangkap apapun yang bisa ia lihat, terutama orang tua sebagai orang yang selalu ada di dekatnya. Bayangkan saja, berbulan – bulan tidak mengerti indahnya dunia, ketika pengelihatan mulai jelas, tentu rasa ingin tahu meningkat. Ayah maupun bunda harus ekstra hati – hati agar tidak memberikan contoh keliru. Hal kecil seperti menuangkan air minum, membagikan piring di meja makan, sampai membukakan pintu harus diakhiri dengan terima kasih. Meminta bantuan apapun seperti membuang sampah sampai dengan memasak harus disertai dengan kata tolong. Harap diingat bahwa rutinitas ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ tidak boleh berhenti hanya di usia 2 tahun atau bahkan beberapa hari juga, bahkan ketika bayi tidak melihat. Bayi memang membutuhkan proses belajar sehingga melihat atau mendengar tata krama berulang ulang akan menanamkan kebiasaan yang bahkan bayi sendiri tidak sadari.

Cara mendidik sopan santun dasar anak 2 tahun sangat didasari hal – hal diatas. Bagaimana bersikap di meja makan, mengucapkan terima kasih, tolong, dan duduk rapih semua diajarkan dengan fondasi tindakan, kasing sayang, dan ketegasan. Bila orang tua ingin anak lebih paham mengenai tata krama di meja makan misalnya, maka harus ada permulaan latihan. Sediakan piring, sendok, dan garpu plastik di meja makan, dan ajak anak makan bersama keluarga. Apabila keluarga berlaku sopan maka secara tidak langsung bayi akan berusaha meniru. Makanan jatuh ke lantai, atau bahkan berceceran kemana – mana adalah hal biasa karena memang usia 2 tahun belum saatnya mampu mengenggam dengan baik. Bayi yang tetap mencoba akan lebih membuat kemajuan dibanding bayi yang pasif saja. Ingatkan pula pada peserta makan untuk tetap berlaku penuh sopan santun. Kalaupun bayi melempar makanan ayah dan bunda harus menyusun kata – kata. Alih – alih marah dengan mengatakan ‘jangan melempar makanan’, lebih baik nasihati dengan lembut dengan bilang ‘kalau adek sudah kenyang, sodorkan saja ke depan piringnya seperti ini’ akan lebih efektif mendidik anak 2 tahun.