cara menyusui bayi baru lahir
Source: Baby Center Blog

Baruterus.com – Bunda mungkin bertanya-tanya, boleh bunda boleh menyusui saat puasa. Tetapi sebelumnya mari simak cara menyusui bayi baru lahir untuk mengetahui apakah bunda bisa menjalankan puasa.

  1. Bunda perlu memposisikan diri senyaman mungkin sebelum menyusui. Bunda bisa menyandarkan punggungnya di atas bantal yang nyaman untuk pinggang dan bisa menahan bayi sehingga lengan bunda tidak pegal.
  2. Bila bunda dah nyaman, bunda bisa menggendong dan meemgang kepala bayi dengan satu tangan dan mempertahan posisi payudara bunda dengan tangan yang lain. Setelah itu dekatkan muka bayi ke payudara bunda dan pastikan tubuh bayi menempel ke tubuh bunda.
  3. Setelah itu bunda bisa memberikan rangsangan ke bagian bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu. Biasanya mulut bayi akan terbuka lebar dan bayi bisa memasukkan puting bunda yang bagian gelap ke dalam mulut mungilnya
  4. Si kecil lalu akan menggunakan lidahnya untuk menghisap ASI
  5. Bila Bunda ingin mengganti ke payudara lainnya karena merasa payudara yang satu sudah melunak, bunda cukup meletakkan jari bunda ke sudut bibirnya. Nanti si kecil akan otomatis melepaskannya. Jangan tiba-tiba melepas mulut bayi atau menggeser payudara karena akan membuat bayi sulit menyusuinya lagi. Kegiatan mengganti payudara ini juga bagus untuk mencegah salah satu payudara menjadi nyeri karena tidak dihisap.

Begitulah cara menyusui bayi yang benar. Bunda tidak perlu mengkhawatirkan kecepatan si kecil minum susu. Biarkan si kecil yang mengatur kecepatannya sendri. Untuk mengetahui si kecil yang masih ingin menyusu, bunda cukup melakukan 5 langkah di atas. Kalau dia tidak menghisap lagi berarti bayi bunda sudah kenyang. Bila dia sudah kenyang, bunda perlu menegakkan si kecil ke punda bunda yang telah diletakkan kain. Lalu tepuk pelan-pelan punggung bayi hingga dia bersendawa.

Lalu apakah bunda boleh menyusui pada saat puasa?

Boleh saja. Hasil penelitian menunjukkan puasa sementara tidak akan menyebabkan pengurangan produksi ASI bila bunda tidak kekurangan cairan dalam tubuh. Bahkan secara nutrisi pun, tubuh akan secara cerdas mengolah dan menghasil ASI. Jadi bayi Anda tidak akan pernah kekurangan ASI.

Ini kiat-kiatnya memberikan ASI saat bulan puasa:

  1. Kebutuhan cairan yang cukup

Bunda jangan pernah sampai dalam kondisi dehidrasi. Untuk mengecek tingkat dehidrasi di tubuh, bunda bisa melihat dari warna air seni. Semakin pekat warnanya, semakin kekurangan cairan dalam tubuh. Jadi ketika berbuka puasa dan pas sahur, pastikan bunda konsumsi air dan buah-buahan dengan kadar air yang cukup.

  1. Nutrisi yang cukup

Bunda perlu memastikan diri mengkonsumsi variasi makanan yang memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein hewan, protein nabati, sayur dan buah-buahan. Setidaknya bunda perlu konsumsi hingga 1800 kalori per hari dan tidak mengalami penurunan berat badan hingga 2 kilo dalam sebulan. Karena kekurangan nutrisi akan mengganggu produksi ASI

  1. Istirahat

Tidur yang cukup akan memberikan energi yang cukup untuk memproduksi ASI. Bila bunda kurang tidur di malam hari, bunda bisa mengambil waktu istirahat di siang atau sore hari.

Bila mau mengukur cukup tidaknya ASI, tanda-tanda bayi Anda kekurangan ASI adalah:

  1. Dia rewel dan sulit ditenangkan
  2. Feses berwarna kehijauan
  3. Popok jarang basah
  4. Penurunan berat badan atau tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai pertumbuhan normal

Sekian info cara menyusui bayi baru lahir dari kita dan tips menyusui bagi bunda menyusui yang berpuasa. Semoga informasinya berguna dan si kecil tumbuh sehat.