susu pertumbuhan anak
Source: Hindustan Times

Baruterus.com – Bulan Ramadhan telah tiba, dan Si Kecil bersemangat ingin ikut berpuasa pula seperti Ayah Bundanya. Namun di lain pihak, Bunda masih mengkhawatirkan asupan gizinya jika mulai mengajaknya berpuasa. Tak perlu khawatir, Bunda. Selain menjaga pola makan dengan gizi seimbang, Bunda juga bisa memberikan pendamping susu pertumbuhan anak.

Momen bulan suci Ramadhan akan menjadi kesempatan bagus untuk mengenalkan ibadah puasa kepada anak sedari dini. Dengan berpuasa, anak akan dilatih menumbuhkan rasa empati dan saling menyayangi kepada orang lain yang kurang beruntung. Tak perlu takut Si Kecil kekurangan gizi dan berat badannya turun. Asalkan Bunda tetap menyediakan menu berbuka dan sahur yang tetap padat gizi, serta susu pertumbuhan anak, jika dirasa perlu.

Apabila Bunda masih khawatir juga, yuk simak panduan mengenalkan puasa kepada Si Kecil berikut ini.

  • Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan Si Kecil

Pastikan kondisi Si Kecil dalam keadaan fit dan prima. Jika Si Kecil sedang tidak sehat, tunda dulu sampai kondisinya membaik.

Perlu diingat pula, karena masih dalam tahap perkenalan puasa, hendaknya Si Kecil tidak langsung diberi target puasa full. Bisa 3-4 jam saja dulu, atau setengah hari saja dulu.

  • Bercerita Tentang Makna Puasa

Sebagai permulaan, Bunda bisa sedikit menceritakan tentang adab dan tata cara berpuasa. Mulai apa itu sahur, imsak, doa buka puasa, dan lain sebagainya. Ini dimaksudkan, agar Si Kecil lebih siap menghadapi serta memahami prosesi puasa tersebut. Bahwa dia harus berangkat tidur lebih awal karena tidak susah dibangunkan saat sahur. Dan biasanya, jika Si Kecil kekurangan waktu tidur, maka akan berujung bad mood saat sahur tiba. Yang berakibat, dia akan menganggap bahwa puasa dan sahur itu tidak menyenangkan. Sayang sekali, bukan?

  • Menu Sahur yang Bernutrisi dan Menarik Selera

Ada kalanya, Si Kecil enggan menyantap makanan ketika masih baru saja bangun tidur. Maka tugas Bunda adalah menyediakan menu kesukaan Si Kecil, yang bisa membangkitkan selera makannya. Tentu saja, tanpa mengurangi nilai gizi dan nutrisinya. Menu sahur harus tetap lengkap sesuai dengan panduan gizi seimbang, agar energi dan stamina Si Kecil tetap terjaga selama belajar berpuasa.

Bunda juga bisa memberikan susu, jika dirasa Si Kecil hanya mengambil porsi kecil makan sahurnya. Tak perlu khawatir untuk itu, Bunda. Karena Si Kecil masih dalam tahap belajar dan mengenal berpuasa.

  • Menjaga Asupan Cairan

Menjaga asupan cairan tubuh Si Kecil sangatlah penting. Untuk menghindarkan dia dari dehidrasi di awal proses belajar berpuasanya. Beri pengertian dan dorong Si Kecil untuk disiplin minum air putih saat berbuka hingga sahur. Selain air putih, bisa juga dengan minum jus, sari buah, kolak, atau susu.

  • Beraktifitas Ringan

Berpuasa tidak berarti melarang atau menghentikan kegiatan bermain dan berexplorasi Si Kecil. Hanya yang perlu diperhatikan adalah, untuk tidak melakukan kegiatan yang terlalu berat. Seperti bermain terlalu lama di luar rumah. Karena itu akan membuatnya cepat lelah dan bisa juga mengalami dehidrasi.

Ajak Si Kecil bermain ringan dan berkegiatan di dalam rumah, terutama saat siang hari. Lebih baik lagi jika Si Kecil bisa tidur siang. Dengan tidur siang, maka Si Kecil akan lebih bisa menghemat tenaganya serta tidak terasa mendekati jam buka puasa.

Nah, Bunda, sudah tidak khawatir lagi, ‘kan? Jangan, ya. Mumpung Si Kecil bersemangat mencoba berpuasa seperti Ayah Bundanya, maka sebaiknya Bunda memanfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya. Selama Bunda tidak memaksakan, dan tetap memberikan menu sahur serta berbuka dengan gizi seimbang, juga melengkapinya dengan susu pertumbuhan anak, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Selamat berpuasa!